PARENTING
Anaknya Lakukan Bullying, Ayah Ini Punya Cara Bijak Menghadapinya
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 14 Aug 2026 16:00 WIBKetika mengetahui anaknya melakukan bullying, banyak orang tua mungkin langsung marah. Tak sedikit dari mereka menghukum sang anak yang telah menindas temannya.
Seorang ayah baru-baru ini membagikan pengalamannya menghadapi anak yang melakukan bullying. Alih-alih marah, ayah ini memilih cara yang tak biasa untuk 'menghukum' sang anak.
Dikutip dari laman Parents, seorang ayah dengan akun @u/Matt8992 ini menceritakan putranya yang berusia 11 tahun telah melakukan perundungan. Sang putra merasa gugup karena kemungkinan akan dipanggil ke kantor kepala sekolah usai melakukan bullying, Bunda.
Saat putranya semakin gelisah hingga menangis, sang ayah menawarkan untuk mengajaknya ke restoran cepat saji untuk membicarakan masalah tersebut. Ia melakukannya karena sang putra telah berjanji untuk jujur tentang situasinya.
"Dia mendengar sebuah 'ejekan' di YouTube beberapa hari yang lalu dan saat makan siang pada hari Senin, seorang anak laki-laki lain sedang 'mengejek' seorang gadis dan dia pikir hinaan itu akan sangat cocok untuk dilontarkan," tulis ayah tersebut.
"Semua orang menganggapnya lucu kecuali gadis itu. Itu membuatnya kesal," lanjutnya.
Ejekan yang dilontarkan anaknya ini bernuansa penghinaan fisik, Bunda. Lantaran hal tersebut, sang ayah menghubungi mantan istrinya untuk meminta nasihat tentang bagaimana ia dapat membantu putranya memahami dampak menyakitkan dari perbuatannya dari sudut pandang seorang perempuan.
Sang ayah kemudian dapat melakukan percakapan dengan sang putra setelah membantu memahami dampak menyakitkan dari apa yang dikatakan ke teman perempuan tersebut. Percakapan ini tampaknya bermanfaat. Sang ayah bicara tentang persetujuan, tanggung jawab, dan apa yang harus dilakukan ketika ejekan melewati batas.
Di bagian akhir unggahan, sang ayah melaporkan bahwa putranya telah menyampaikan permintaan maaf.
"Dia mengirimkan pesan teks yang mengatakan bahwa dia menemukan lelucon itu di video YouTube, dan dia tidak mengarangnya. Dia memberi tahu bahwa itu tidak benar, seharusnya dia tidak mengatakannya, dan dia salah karena melakukannya," kata sang ayah.
Kata pakar tentang cara menghadapi anak yang melakukan bullying
Mengatasi anak yang melakukan bullying tidaklah mudah. Menurut terapis neurodivergen dan spesialis perkembangan anak di Amerika Serikat, Shkadron, bullying adalah sesuatu yang kompleks, bukan sekedar tindakan 'jahat' saja, Bunda.
"Perundungan adalah dinamika sosial-emosional yang kompleks," kata Shkadron.
"Anak-anak terus berevolusi dan berkembang seiring mereka membangun kontrol penghambatan, memori kerja, dan fleksibilitas kognitif. Keterampilan menghambat impuls berasal dari kemampuan anak untuk mengatur keadaan emosional mereka," lanjutnya.
Shkadron juga menyoroti bahwa pikiran spontan dapat mendorong anak-anak melakukan bullying. Anak-anak sering kali kurang memiliki kemampuan untuk mempertimbangkan bagaimana orang lain mempersepsikan kata-kata mereka, menafsirkan niat mereka, dan bagaimana diri mereka di masa depan mungkin merefleksikan tindakan mereka saat ini.
"Ini semua adalah keterampilan fungsi eksekutif yang rumit yang muncul seiring waktu," ungkapnya.
Skenario yang diceritakan ayah tersebut adalah contoh utama bagaimana kecerdasan sosial dan fungsi eksekutif berkembang pada masa pra-remaja. Meskipun sang anak awalnya mengikuti dorongan sesaat untuk mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada salah satu temannya, ia juga mulai berempati dengan teman sekelasnya ketika menyadari hal tersebut telah memengaruhinya.
Sang ayah dianggap dapat memahami situasi dengan baik dan berinteraksi dengan putranya tanpa bereaksi berlebihan. Dengan tetap tenang, ia juga mampu mengumpulkan lebih banyak informasi, berkomunikasi dengan mantan istrinya, dan membantu putranya meminta maaf kepada teman yang perasaannya telah ia sakiti.
"Mengatakan, 'Maaf karena telah menyakiti perasaanmu', sama saja dengan menyalahkan anak yang diintimidasi dan mengasumsikan apa yang dialami anak tersebut," kata Shkadron.
"Sebaliknya, orang tua diminta untuk mempertimbangkan peran permintaan maaf dan bagaimana permintaan maaf tersebut dapat disampaikan secara efektif. Permintaan maaf harus berfokus pada anak yang melakukan tindakan intimidasi. Hal ini berarti mengambil tanggung jawab tanpa mengharapkan imbalan apa pun dari permintaan maaf itu sendiri," sambungnya.
Biarkan konsekuensi menjadi alat pembelajaran
Sebagai orang tua dari anak yang melakukan perundungan, mudah untuk merasa bahwa pekerjaan telah selesai setelah menuntut permintaan maaf. Namun kenyataannya, pembelajaran jauh lebih dari sekadar mengungkapkan penyesalan, tapi tentang menumbuhkan lingkungan kejujuran jika hal seperti ini terjadi lagi.
Perundungan selalu menjadi masalah. Adu ejekan memegang tempat penting dalam budaya remaja awal hingga akhir, bahkan budaya populer. Jadi, ada baiknya untuk memikirkan bagaimana orang tua dapat merespons secara menyeluruh terhadap praktik umum yang merusak secara emosional ini.
Beruntungnya sang ayah tersebut berkesempatan untuk belajar dari pengalaman. Ia dapat merancang tindakan-tindakan penting yang menjaga hubungannya dengan sang putra, sekaligus menetapkan batasan dan standar perilaku yang dapat diterima di masa mendatang.
"Dia takut ini akan mengubah hubungan kami. Saya memberi tahu dia bahwa dia adalah putra saya dan saya akan selalu mencintainya dan hubungan kami akan tetap sama. Saya memberi tahu dia bahwa dia telah melakukan kesalahan, dia akan menghadapi konsekuensinya, dan kita akan melanjutkan. Tetapi jika dia dengan sengaja melakukan ini lagi, maka percakapan kita akan jauh berbeda," tulis sang ayah dalam unggahannya.
Itulah kisah seorang ayah saat menghadapi anak yang melakukan bullying. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara Orang Tua Mengatasi saat Anak Dibully di Sekolah Menurut Psikolog
Kekecewaan Verrel Bramasta Lihat Sang Adik, Vania Dilempar Batu Sampai Mata Bengkak
4 Tips Bagi Guru Atasi Cyberbullying Antar Pelajar di Sekolah
6 Jenis Cyberbullying pada Anak, Ini Bahayanya
TERPOPULER
Bukan "Aku sedang Sibuk", Ini 7 Kalimat yang Dipakai Orang Tidak Suka Basa-basi Dalam Obrolan Sehari-hari
Benarkah Ada Tanaman yang Bisa Meringankan Siksa Kubur? Ini Pandangan Islam
Potret Stefan Anak Vika Kolesnaya & Billy Syahputra yang Baru Ultah Pertama, Wajah Masih Disembunyikan
Momen Leony Ajak Tunangan Bule Bertemu Sahabat hingga Keluarga Besar
9 Kalimat yang Diucapkan Orang Cerdas saat Hadapi Konflik
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Blush On Stick Terbaik untuk Bikin Pipi Merona Natural dan Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Smart Door Lock Terbaik untuk Rumah Lebih Aman Anti Maling
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Mesin Cuci Termahal, Fitur Canggih dan Harganya Bikin Melongo
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Merk Baju Bayi Perempuan Baru Lahir yang Lucu dan Unik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
7 Produk Wardah yang Aman untuk Ibu Hamil, Lengkap dari Sabun Cuci Wajah-Suncreen
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
5 Fakta The Assassin(s), Film Terbaru Lee Min Ho yang Jadi Sorotan
Bukan "Aku sedang Sibuk", Ini 7 Kalimat yang Dipakai Orang Tidak Suka Basa-basi Dalam Obrolan Sehari-hari
Benarkah Ada Tanaman yang Bisa Meringankan Siksa Kubur? Ini Pandangan Islam
Sosok Sophia Dasser, Jurnalis Berhijab di Balik Terungkapnya Kasus Dugaan Pemerkosaan di Cornell
Potret Stefan Anak Vika Kolesnaya & Billy Syahputra yang Baru Ultah Pertama, Wajah Masih Disembunyikan
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Ragu Pilih Ukuran Blouse Online? Begini Cara Membaca Size Chart dengan Benar
-
Beautynesia
5 Hal yang Langsung Dinilai Orang Lain saat Pertama Kali Bertemu
-
Female Daily
Ini Fakta Menarik Abel Tesfaye a.k.a The Weeknd yang Sukses Gelar Konser di Jakarta
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Potret Aishwarya Rai Jadi Model di Paris Fashion Week dengan Rambut Burgundy
-
Mommies Daily
7 Tempat Belajar Membatik untuk Anak dan Dewasa, Seru dan Edukatif