PARENTING
Cara Melatih Anak Berpikir Kritis di Era AI, Orang Tua Bisa Lakukan Ini
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Sabtu, 15 Aug 2026 16:05 WIBDi era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin mudah diakses, anak-anak perlu dibekali kemampuan berpikir kritis. Tujuannya agar mereka tidak mudah menerima informasi begitu saja, Bunda.
Ya, beragam informasi kini dapat diperoleh dalam hitungan detik. Namun, tidak semuanya benar atau dapat dipercaya.
Orang tua memiliki peran penting dalam melatih anak berpikir kritis agar bisa mengambil kesimpulan berdasarkan alasan yang logis. Dalam hal ini, orang tua bisa mengajarkan anak kemampuan untuk berhenti sejenak, mengamati, dan berpikir sebelum mencari jawaban.
Baru-baru ini, penulis Prerna Wadhawan berbagi pendekatan menarik untuk melakukan hal tersebut. Dilansir Times of India, Wadhawan menyebutnya sebagai salah satu hal yang ia ajarkan kepada anak-anaknya dan sesuatu yang tidak pernah diajarkan di sekolah.
Cara melatih anak berpikir kritis di era AI
Untuk melatih anak berpikir kritis, Wadhawan memanfaatkan momen sederhana, seperti saat berkendara naik mobil dengan anak. Metodenya sangat sederhana, yakni amati sesuatu, ajukan pertanyaan, dan tahan diri untuk tidak langsung memberikan jawabannya.
Sebagai contoh, sebuah goresan pada mobil dapat memicu penyelidikan. Siapa yang menggoresnya? Mungkinkah itu disebabkan oleh koin? kunci? atau paku? Apakah itu terjadi secara tidak sengaja atau disengaja? Benda apa yang cukup keras untuk menggores logam?
Satu pengamatan sederhana tiba-tiba berkembang menjadi percakapan tentang jenis material, perilaku manusia, bukti, asumsi, dan kemungkinan. Bunda tidak perlu meminta satu jawaban pasti pada anak, karena itulah pelajarannya.
Jangan menjawab setiap pertanyaan anak
Dalam mengasah kemampuan berpikir kritis anak, Wadhawan mengatakan dirinya juga mengikuti satu aturan, yakni "Saya tidak pernah memberikan jawaban langsung".
Jika ia tidak mengetahui sesuatu, maka ia dengan senang hati mencari tahu jawabannya bersama anak-anak menggunakan berbagai sumber. Namun, alih-alih langsung memberikan penjelasan, ia justru mengarahkan mereka menuju jawaban melalui pertanyaan lain. Tujuannya adalah menjadikan rasa ingin tahu sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.
Pentingnya melatih anak berpikir kritis
Penelitian menunjukkan bahwa pertanyaan "mengapa?" yang tiada henti dari anak bukan sekadar fase yang harus dilalui orang tua. Pertanyaan-pertanyaan tersebut merupakan bagian dari cara anak belajar.
Penelitian tentang rasa ingin tahu anak yang diterbitkan dalam Current Opinion in Behavioral Sciences menunjukkan bahwa upaya mencari penjelasan memainkan peran penting dalam proses belajar Si Kecil. Saat anak menjumpai hal yang tidak mereka pahami, pertanyaan dapat membantu mereka mencari informasi yang dibutuhkan untuk memahami dunia.
Rasa ingin tahu alami tersebut adalah sesuatu yang patut dijaga. Jadi, orang tua tidak sekadar memuaskan pertanyaan anak dengan jawaban yang instan.
Di sinilah pembahasan mengenai AI dan anak-anak memerlukan sudut pandang yang lebih mendalam, Bunda. AI pada dasarnya bukanlah musuh bagi kemampuan berpikir mandiri.
Faktanya, anak yang sudah terbiasa mempertanyakan, menyelidiki, membandingkan, dan menguji informasi berpotensi memanfaatkan AI sebagai sarana belajar yang efektif.
Berikut rumus yang benar untuk melatih anak berpikir kritis:
- Anak mengamati terlebih dulu > muncul pertanyaan > berpikir > menyelidiki > menggunakan AI > memverifikasi.
Bahaya baru dapat muncul ketika urutan proses tersebut terbalik, yakni:
- Muncul pertanyaan > bertanya pada AI > menyalin jawaban > beralih ke hal lain.
Ingat ya, cara mendidik anak mandiri di era AI bukan dengan melarang mereka menggunakan AI. Tapi, Bunda perlu memastikan bahwa sebelum beralih ke mesin, anak tahu cara mengandalkan pikiran mereka sendiri terlebih dahulu.
Itulah cara melatih anak berpikir kritis di era AI. Semoga informasi ini bermanfaat ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Ide Bonding Seru Bareng Keluarga saat Libur Sekolah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Alasan Anak Suka Menanyakan Hal-hal yang Sulit Dijawab Menurut Pakar
Anak 3 Tahun Bisa Kalahkan AI dalam Kecerdasan Visual, Bikin Para Peneliti Terkejut
Wow! Bocah 16 Tahun Dirikan Perusahaan AI, Dapat Investasi Senilai Rp7 M Bun
Sekolah di Inggris Pakai AI untuk Jadi Asisten Kepala Sekolah, Bakal Gantikan Guru?
TERPOPULER
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
5 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Bikin Ketombe Makin Parah
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Stick Foundation Terbaik untuk Makeup Flawless dan Tahan Lama
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Wadah Beras Terbaik, Kedap Udara dan Anti Beras Apek
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Bukan Antisosial, Ini 5 Ciri Kepribadian Orang yang Lebih Nyaman Berinteraksi dengan Anjing Peliharaan
Posisi Misionaris untuk Gaya Berhubungan saat Hamil Trimester Kedua, Amankah?
Keseruan Keluarga Mona Ratuliu Liburan ke Disneyland Hong Kong, Ajak Anak hingga Cucu
Ungkapan Haru Ferdy Hasan Dampingi Sang Putra yang Berkebutuhan Khusus Wisuda S1, Bangga Bun
Resep Sayur Asem Segar dan Gurih, Lengkap dengan Bumbu dan Cara Membuatnya
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
7 Setting Kamera Saku agar Hasil Vlog Lebih Stabil dan Jernih
-
Beautynesia
5 Ciri Tidur Kamu Sudah Berkualitas dan Nyenyak, Bukan Cuma Lama
-
Female Daily
House of Dove 2026 Hadir di PIM 2, Intip 5 Activity Seru untuk Kenali Kebutuhan Hair, Body, dan Underarm!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Warisan dan Pesan Terakhir Martha Tilaar Sebelum Menghembuskan Napas Terakhir
-
Mommies Daily
Perbedaan Tantrum, Meltdown, dan Overload pada Anak: Kenali 5 Cirinya