PARENTING
5 Cara Mengajarkan Anak Bersikap saat Diejek Teman di Sekolah, Haruskah Dibalas?
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 18 Aug 2026 18:45 WIBSaat anak diejek teman di sekolah, orang tua mungkin ingin mengajarinya untuk membalas. Padahal, ada cara yang lebih bijak agar anak mampu menghadapi ejekan tanpa ikut menyakiti orang lain, Bunda.
Perlu diketahui, sekolah memang bisa menjadi tempat di mana anak mengalami banyak baru dalam bersosialisasi. Di antara banyaknya memori bahagia, Si Kecil mungkin harus berhadapan dengan teman yang mengganggu.
Gangguan yang dialami dapat beragam, mulai dari mengejek, meledek, hingga mendapatkan perlakuan yang berhubungan dengan fisik, seperti mendorong dan memukul. Saat menerima perlakukan tersebut, anak mungkin merasa risih dan tak jarang ingin membalasnya.
Lantas, bolehkah mereka membalas temannya yang mengejek atau mengganggu di sekolah?
Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, mengatakan bahwa anak sebaiknya tidak diajarkan untuk membalas apa yang dilakukan oleh temannya dengan menggunakan kekerasan. Sebab, hal itu nantinya akan membuat anak selalu memakai kekerasan untuk menyelesaikan masalah.
"Sebaiknya anak tidak diajarkan membalas dengan kekerasan," kata Vera pada HaiBunda, beberapa waktu lalu.
"Hal ini karena berisiko anak akan memakai kekerasan seterusnya untuk menyelesaikan masalah," sambungnya.
Cara mengajari anak bersikap saat diejek
Berikut beberapa cara untuk mengajari anak bersikap saat diejek oleh temannya:
1. Ajari anak untuk berani bicara
Menurut Vera, saat anak diganggu dan sudah merasa tidak nyaman, orang tua bisa mengajarkannya untuk mempertahankan diri. Selain itu, kita juga dapat mengajarkan Si Kecil untuk mengungkapkan rasa tidak sukanya terhadap perlakuan tersebut.
"Sepanjang sudah tidak nyaman, anak boleh mempertahankan dirinya dan menyatakan tidak suka dengan perlakukan temannya dengan sikap tegas tanpa rasa takut," ungkap Vera.
2. Minta anak untuk berani melapor ke orang dewasa
Selain itu, orang tua juga dapat mengatakan pada anak untuk melibatkan guru dalam setiap permasalahan. Ketika ada anak yang mengejek atau mengganggu, jangan sungkan untuk melaporkan hal tersebut ke guru.
"Dorong anak untuk minta bantuan guru untuk menyelesaikan masalah dan tidak sungkan untuk lapor pada orang tua," ujar Vera.
3. Ajarkan anak untuk memaafkan
Sejak dini, Bunda perlu mengajari anak untuk memaafkan temannya bila berbuat salah. Hindari memintanya untuk membalas dengan kasar karena itu akan membuat Si Kecil mengembangkan karakter yang agresif.
Dilansir laman Very Well Family, Bunda juga dapat bicara dengan orang tua anak yang mengganggu Si Kecil. Katakan kepada mereka untuk saling memahami. Ingat ya, pemilihan kata yang tepat dan tetap tenang menjadi kunci pentingnya agar tidak ada pihak yang jadi tersinggung.
4. Perhatikan kondisi sekitar
Saat melihat anak diganggu temannya, Bunda perlu memperhatikan kondisi sekitar. Jika situasinya serius, lebih baik tinggalkan area tersebut.
Bila Si Kecil diganggu tanpa pendampingan orang tua, Bunda dapat mengajarkan teknik ini ke anak. Minta dia meninggalkan area dan mencari orang dewasa untuk melapor atau meminta pertolongan. Minta anak untuk selalu berkata jujur saat melapor.
5. Tetap tenang
Ajarkan anak untuk tetap tenang saat diganggu temannya. Orang tua juga tidak boleh terpancing emosi saat anaknya diganggu atau diejek ya. Alih-alih emosi, Bunda atau Ayah bisa mengambil tindakan langsung melalui pendekatan yang positif, seperti bertanya ke anak yang mengganggu Si Kecil.
"Datangi dan tanyakan apakah anak baik-baik saja. Dengan tenang katakan kepada teman anak bahwa sepertinya dia menyakiti Si Kecil dan membuatnya sedih. Lakukan tanpa emosi. Ini bisa memberi isyarat kepada orang tuanya untuk mengambil sikap," ujar psikolog klinis Emily Edlynn, PhD, dikutip dari Parents.
Itulah cara mengajarkan anak bersikap saat diejek oleh temannya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Hal yang Diingat Anak Seumur Hidup dari Orang Tua
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Cara Orang Tua Mengatasi saat Anak Dibully di Sekolah Menurut Psikolog
Ketahui Perbedaan Bullying dan Bercanda pada Anak Biar Tak Salah Paham Bun
4 Tips Bagi Guru Atasi Cyberbullying Antar Pelajar di Sekolah
6 Jenis Cyberbullying pada Anak, Ini Bahayanya
TERPOPULER
Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengulang Cerita yang Sama
10 Tanaman Hias dengan Bunga Berwarna Merah, Bikin Rumah Makin Cantik
Pasangan Atlet Bulu Tangkis Ribka Sugiarto & Rian Ardianto Tengah Nantikan Kelahiran Anak Kedua
Potret Zenecka Acana Naif, Anak Kedua Carissa Putri yang Hobi Main Sepak Bola
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?
14 Film Jepang Terbaru September 2026 Terbaik Rating Tertinggi
7 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mengulang Cerita yang Sama
10 Tanaman Hias dengan Bunga Berwarna Merah, Bikin Rumah Makin Cantik
Potret Zenecka Acana Naif, Anak Kedua Carissa Putri yang Hobi Main Sepak Bola
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bosan dengan Kemeja Polos? Ini Pilihan Kemeja Motif untuk Kerja
-
Beautynesia
Yeonwoo Perankan Karakter dengan Dua Kehidupan Berbeda di Love in Disguise
-
Female Daily
Parfum Punya Masa Kedaluwarsa? Kenali 5 Tanda Fragrance Favoritmu Sudah Berubah
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Syahrini di Podcast Raditya Dika Disorot, Aksesorinya Rp 34 M Lebih
-
Mommies Daily
8 Resep Menu Sehat Murah di Bawah Rp100 Ribu untuk Keluarga, Mudah Dibuat di Rumah