sign up SIGN UP search


parenting

Ketahui Perbedaan Bullying dan Bercanda pada Anak Biar Tak Salah Paham Bun

Amira Salsabila   |   Haibunda Sabtu, 14 May 2022 09:10 WIB
Schoolgirl crying on background of classmates teasing her Ilustrasi perbedaan bullying dan bercanda. Foto: Getty Images/iStockphoto/shironosov

Kasus bullying seolah tak pernah habis dibicarakan ya, Bunda. Sekitar 75 persen orang melaporkan pernah mengalami ejekan dan intimidasi. Beberapa ejekan bisa menjadi ramah, tetapi jika orang yang digoda itu merasa tertekan, hal itu bisa menjadi sebuah masalah lho, Bunda.

Untuk itu, sebisa mungkin kita perlu menghindari bullying yang dibiarkan begitu saja. Peran Bunda dan Ayah sebagai orang tua pun amat penting untuk mencegah hal ini terjadi. Bunda perlu mewaspadai Si Kecil terhindari dari bullying yang dilakukan orang lain.

Lalu, bagaimana Bunda bisa membedakan antara ejekan menggoda dengan bullying? Bagaimana tanda-tanda menggoda dapat membuat anak tertekan? Serta bagaimana tanda-tanda Si Kecil mengalami bullying?


Untuk membantu menjawab pertanyaan Bunda, yuk simak penjelasannya berikut ini seperti dilansir berbagai sumber.

Perbedaan bullying dan bercanda

Melansir dari laman E TIMES, menggoda dan intimidasi berkaitan erat. Keduanya melibatkan situasi di mana anak diolok-olok, diremehkan, dan dipaksa untuk merasa terpisah atau berbeda dari kelompoknya. Perbedaannya cenderung terletak pada intensitas dan keseimbangan kekuatan yang terlibat dalam tindakan tersebut.

Menggoda adalah mengolok-olok satu sama lain dengan main-main dan lembut tanpa menyakiti perasaan satu sama lain. Ini sebagian besar dinikmati oleh orang yang komentar atau tindakannya diarahkan seperti saling memanggil nama lucu atau membuat lelucon lucu.

Banner 5 Tanda Janin MeninggalFoto: HaiBunda/ Novita Rizki

Di sisi lain, bullying dimaksudkan untuk meremehkan orang yang diejek dan tidak dinikmati oleh semua orang. Bahkan, bisa sampai ke tingkat kekerasan fisik dan agresi.

Sebagian besar hal dimulai dengan ejekan, tetapi kemudian berlanjut ke titik yang mungkin bisa menghindar. Hal ini menyebabkan rasa sakit dan fisik pada orang lain seperti memanggil orang lain dengan nama yang kejam atau memaksa mereka untuk melakukan hal-hal yang merendahkan.

Tanda-tanda bahwa menggoda telah melewati batas

Dalam masyarakat, beberapa ejekan biasanya dianggap dapat diterima dan korban diharapkan dapat menghadapinya. Namun, tergantung pada individunya, ejekan bisa sangat cepat melewati batas dan menjadi agresif dan mengganggu. Berikut adalah beberapa tanda yang memberi tahu Bunda bahwa godaan sudah terlalu jauh:

1. Si Kecil merasa terluka dan kesal.

2. Si Kecil tertawa tidak wajar atau tidak sama sekali ketika teman-temannya “menggoda”.

3. Si Kecil menampilkan bahasa tubuh yang mengomunikasikan ketegangan, penghindaran, pembelaan diri, dan ketakutan.

4. Menggoda tidak berhenti bahkan ketika Si Kecil meminta istirahat. Ini bukan insiden satu kali.

5. Ejekan itu diskriminatif. Contoh diskriminasi adalah komentar tentang disabilitas, ras, agama, budaya, keadaan keuangan, dan hal lain yang mungkin berada di luar kendali Si Kecil.

Peringatan bahwa Si Kecil mengalami bullying

Bahkan lebih menyedihkan daripada menggoda, adalah situasi ketika Si Kecil diintimidasi. Belajarlah mengenali tanda-tanda intimidasi bahkan sebelum ia memberi tahu Bunda tentang hal itu:

1. Si Kecil pulang dalam keadaan lapar karena seseorang telah mengambil makan siangnya.

2. Si Kecil sering “kehilangan” uang yang seharusnya digunakan untuk makan siang atau proyek di sekolah.

3. Bunda sering mengganti alat tulis yang hilang, seperti buku sekolah atau kebutuhan penting lainnya.

4. Si Kecil pulang dengan pakaian yang hilang atau robek dan pakaian mereka rusak.

5. Bunda melihat penurunan prestasi akademik dan sikap apatis terhadap sekolah.

6. Si Kecil mengalami kesulitan tidur di malam hari dan kehilangan nafsu makan.

7. Sering cemas, takut, dan mudah tersinggung atau Bunda melihat perubahan suasana hati yang parah lainnya.

8. Tampak tidak aman, tertekan, tidak komunikatif, dan menarik diri dari aktivitas dan minat yang dulu mereka sukai.

9. Sering memberi tahu Bunda bahwa mereka merasa sakit dan tidak ingin pergi ke sekolah.

Simak juga cara Bunda mengatasi anak agar terhindari dari bullying di halaman selanjutnya ya, Bunda.

Bunda, tonton juga video dampak Si Kecil hanya suka makan telur dan cara mengatasinya:

[Gambas:Video Haibunda]



CARA MENGATASI AGAR ANAK TERHINDAR DARI BULLYING
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!