HaiBunda

PARENTING

Istilah "Pre-made Children" Ramai di China, Gambarkan Tekanan Belajar saat Liburan

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 22 Aug 2026 16:20 WIB
Ilustrasi parenting di China/Foto: iStock
Jakarta -

Istilah 'Pre-made Children' tengah ramah di negara China, Bunda. Istilah ini menyoroti tren orang tua yang memprioritaskan studi anak-anak mereka daripada istirahat dan bersenang-senang selama liburan musim panas.

Dilansir South China Morning Post (SCMP), istilah ini terinspirasi dari konsep 'makanan siap saji' yang menggambarkan makanan beku olahan pabrik yang mudah disiapkan. Banyak restoran memilih metode persiapan makan cepat saji dibandingkan makanan tradisional yang dimasak sesuai pesanan.

Ungkapan tersebut ternyata membawa konotasi negatif di China, karena masyarakat percaya bahwa makanan siap saji tidak sehat. Ungkapan tersebut kemudian diadaptasi menjadi istilah parenting 'Pre-made Children' atau 'Anak-anak yang dipersiapkan sebelumnya'.


'Pre-made Children' merujuk pada anak-anak yang dipaksa oleh orang tua mereka untuk mempelajari pelajaran yang akan dipelajari di semester mendatang selama liburan musim panas.

Cerita orang tua yang menerapkan 'Pre-made Children'

Seorang ibu bermarga Li di provinsi Zhejiang, China Timur, bersikeras agar putranya yang duduk di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) mempelajari puisi-puisi Tiongkok, melafalkan kosakata bahasa Inggris, dan mengikuti kelas matematika daring sepanjang musim panas. Padahal, mata pelajaran tersebut baru diajarkan oleh guru pada musim gugur.

Li mengungkapkan dirinya dan sang suami harus mengajari putra mereka itu sepulang kerja setiap hari, hingga membuat mereka kelelahan. Hal itu dilakukan karena ia khawatir tidak dapat memastikan putranya belajar lebih awal.

Orang tua lainnya juga berbagi pengalaman yang sama. Mereka 'mempersiapkan' anak-anak mereka masuk sekolah dengan belajar selama musim panas. Salah satu orang tua mencatat bahwa anaknya selalu berada di peringkat 10 teratas di kelas karena belajar sebelum liburan.

Orang tua lain dari Shanghai berbagi di media sosial bahwa mempersiapkan materi terlebih dahulu memungkinkan anak-anak untuk merespons pertanyaan guru dengan lebih cepat. Anak juga bisa mendapatkan pujian dan selanjutnya membangun kepercayaan diri, Bunda.

Sayangnya, tren ini tampaknya tidak disukai oleh anak-anak. Putra Li yang bernama Xiaoyu pernah mengungkap bahwa dia lebih suka tidak liburan karena tidak bisa bersantai.

Tren 'Pre-made Children' juga berlaku pada anak yang lebih besar

Tren 'Pre-made Children' tak hanya terjadi di kalangan anak SD, Bunda. Tren ini juga meluas ke siswa yang baru saja menyelesaikan gaokao atau ujian masuk universitas nasional.

Perlu diketahui, gaokao dianggap sebagai ujian penting karena dapat mengubah hidup sebagian besar siswa di China. Waktu liburan antara gaokao dan masuk universitas dianggap sebagai salah satu kesempatan bagi siswa di China untuk sepenuhnya bersantai dan menikmati hidup.

Namun, tren 'Pre-made Children' mengubah pandangan tersebut. Di media sosial, beberapa orang tua memamerkan anak-anak mereka yang telah lulus sekolah menengah sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke tingkat universitas.

Tren ini bahkan mendorong beberapa sekolah pelatihan atau tempat kursus untuk menawarkan program musim panas transisi dari sekolah menengah ke universitas. Biaya mengikuti kelas ini tak murah, yakni sekitar Rp1 juta per sesi.

Pro dan kontra tren 'Pre-made Children'

Fenomena 'Pre-made Children' dipandang sebagai perkembangan terbaru dalam pola asuh. Tren ini menggambarkan tekanan kuat yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka untuk memastikan daya saing di antara teman sebaya.

Tak sedikit netizen mengkritik tren ini, Bunda. Salah satu netizen menilai tren tersebut sebagai persaingan yang berlebihan.

"Jika ini terus berlanjut, saya jadi bertanya-tanya apakah akan ada program transisi antara universitas dan dunia kerja, serta pensiun dan kematian?" kata seorang netizen.

Meski begitu, sebagian pihak mendukung program-program dalam 'Pre-made Children'. Mereka menganggap program ini bisa menjadi cara terbaik bagi anak untuk beradaptasi di tahap pendidikan selanjutnya.

"Universitas sangat berbeda dari sekolah menengah. Tidak ada salahnya beradaptasi dengan lingkungan baru ini melalui program-program seperti itu," ungkap seorang netizen.

"Saya merasa program-program seperti itu bermanfaat. Saya mengikuti salah satu program yang memberikan panduan tentang bagaimana merencanakan kehidupan universitas sesuai dengan jalur masa depan dan langkah-langkah apa yang harus diambil jika saya ingin memasuki dunia kerja atau melanjutkan studi setelah universitas," kata yang lain.

Itulah penjelasan tentang istilah 'Pre-made Children' yang viral di China. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Masalah Kesehatan Mental yang Bisa Dialami Anak SD

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Fanny Ghassani Pernah Merasa Tidak Dibela Suami saat Berjuang Punya Anak

Mom's Life Annisa Karnesyia

Istilah "Pre-made Children" Ramai di China, Gambarkan Tekanan Belajar saat Liburan

Parenting Annisa Karnesyia

Terlihat Malas-malasan, 7 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi Ini Ternyata Menyehatkan Otak

Mom's Life Annisa Karnesyia

Artis Berusia 56 Tahun Ini Punya Body Age 30-an, Begini Pola Makan yang Dijalani

Mom's Life Arina Yulistara

5 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

Parenting Tiara Jasmine & Fauzan Julian Kurnia

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cerita Fanny Ghassani Pernah Merasa Tidak Dibela Suami saat Berjuang Punya Anak

Istilah "Pre-made Children" Ramai di China, Gambarkan Tekanan Belajar saat Liburan

Ibu Hamil Trimester 3 Mau Wall Climbing? Ternyata Aman Lho

5 Cara Mengatasi Anak Tantrum di Tempat Umum

Terlihat Malas-malasan, 7 Kebiasaan Orang dengan IQ Tinggi Ini Ternyata Menyehatkan Otak

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK