Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

parenting

Sering Komentar soal Berat Badan dan Makanan Anak? Hati-hati Jadi Almond Mom

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 30 Aug 2026 15:35 WIB

Ilustrasi Anak Makan
Sering Komentar soal Berat Badan dan Makanan Anak? Hati-hati Jadi Almond Mom/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tetiana Soares
Daftar Isi
Jakarta -

Pola asuh sangat berperan dalam membentuk cara anak melihat dirinya dan lingkungan di sekitarnya. Tidak semua gaya pengasuhan dianggap positif, terutama ketika orang tua sering mengomentari berat badan dan makanan anaknya.

Baru-baru ini, pola pengasuhan yang mengomentari fisik dan kebiasaan makan anak viral di media sosial. Pola asuh almond parenting ini disebut sebagai gaya pengasuhan yang tidak umum karena dapat membahayakan cinta tubuh anak.

Istilah 'almond parenting' atau 'almond mom' pertama kali viral setelah potongan video dari acara Real Housewives of Beverly Hills dibagikan kembali di media sosial. Dalam video ini, model Yolanda Hadid berbicara dengan putrinya yang saat itu masih remaja, yang kini menjadi supermodel, Gigi Hadid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Aku merasa sangat lemas. Aku baru makan setengah butir almond," kata Gigi kepada ibundanya Yolanda, dikutip dari laman Parents.

Mendengar keluhan sang putri, Yolanda menjawab dengan saran yang terinspirasi dari budaya diet. "Makanlah beberapa almond dan kunyahlah dengan benar," katanya.

Dalam sebuah wawancara dengan People, Yolanda menjelaskan bahwa dia baru saja menjalani operasi ketika video itu dibuat dan komentarnya diambil di luar konteks.

Apa Itu 'almond mom'?

Istilah 'almond mom' merujuk pada orang tua yang memberikan saran dan kebiasaan makan yang tidak sehat kepada anak-anak mereka. Hal ini termasuk memaksakan diet yang sangat ketat pada anak-anak dengan harapan mereka akan mempertahankan berat badan yang rendah.

Menurut dokter anak Karla Lester, MD, gaya parenting 'almond mom' cukup mengkhawatirkan. Selain tidak memiliki dampak positif, tren ini juga dapat berbahaya bagi anak.

"Hal ini benar-benar berbahaya. Fenomena 'almond mom' ini adalah sebuah spektrum, yang sudah berlangsung lama, berakar pada budaya diet, bias internal, fobia terhadap kegemukan, proyeksi rasa takut, pengejaran hak istimewa untuk bertubuh kurus, dan bukan tentang kesehatan," ungkap Lester.

Menurut Lester, tren 'almond mom' bisa menjadi perpanjangan dari gangguan makan orang tua, yang membawa keyakinan tersebut ke anaknya. Orang tua ini memiliki pandangan bahwa seorang anak akan lebih baik jika mereka lebih kurus.

Istilah 'almond mom' berkaitan dengan budaya diet dan citra tubuh

Orang tua memainkan peran besar dalam membentuk pandangan anak-anak mereka tentang citra tubuh mereka. Mempromosikan budaya diet dapat menyebabkan anak-anak memiliki hubungan negatif dengan makanan dan tubuhnya sendiri.

Penelitian di jurnal Sex Roles tahun 2023 menunjukkan bahwa rasa malu terhadap tubuh dapat menyebabkan kesejahteraan dan kesehatan mental yang lebih buruk, seperti gangguan makan dan depresi. Ketidakpuasan terhadap tubuh juga dapat menyebabkan rendahnya harga diri, Bunda.

Faktanya, ada Bunda yang memang fokus pada tubuh dan kebiasaan makan anak-anak mereka. Namun, ada pula Bunda yang tanpa sadar mempromosikan budaya diet melalui kebiasaan mereka sendiri. Padahal, contoh perilaku makan yang tidak teratur dari orang tua dapat memengaruhi anak.

Cara menanamkan kebiasaan makan sehat pada anak-anak

Para ahli menyatakan bahwa pola makan sehat dapat dimulai di rumah sejak masa kanak-kanak dan mencakup lebih dari sekadar apa yang tertera pada label nutrisi. Untuk mempromosikan kebiasaan ini, ada beberapa cara yang dapat dilakukan orang tua, yakni:

1. Hindari mempermalukan anak karena makanannya

Memberi label makanan tertentu seperti sayuran sebagai hal yang 'baik' dan kue itu 'buruk', dapat membuat anak merasa bahwa kebiasaan makan mereka didefinisikan sebagai 'baik' atau 'buruk'.

Alih-alih mengatakan, "Makan wortel kamu!", cobalah untuk memilih kata yang lebih nyaman didengar, seperti "Makanan berwarna orange dapat membangun kekuatan kekebalan tubuh". Kemudian bila anak sangat ingin makan kue, Bunda bisa mengatakan, "Gula memberi kamu energi, tetapi kue tidak ada dalam menu malam ini. Kita bisa memakannya besok. Jenis apa yang kamu inginkan?"

2. Libatkan anak-anak dalam persiapan makanan

Melibatkan anak dalam persiapan membuat makanan sangat penting untuk membangun kebiasaan makan sehat. Anak-anak yang membantu memasak dan membuat kue sering kali menjadi kurang pilih-pilih dan lebih berani mencoba makanan baru.

Kebiasaan ini juga dapat membantu mereka mempelajari lebih lanjut tentang bahan-bahan dan memberdayakan mereka untuk mencoba makanan baru, termasuk buah-buahan dan sayuran.

3. Berikan contoh yang baik

Para ahli menyarankan para orang tua untuk mencontohkan sikap moderasi, seperti mengonsumsi buah dan sayuran serta protein dan sesekali diselingi camilan.

Memberikan contoh yang baik dapat membantu anak membangun kebiasaan makan yang benar-benar sehat dan berkelanjutan.

Itulah penjelasan terkait 'almond mom', serta cara membangun kebiasaan makan sehat yang baik untuk anak. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda