HaiBunda

PARENTING

Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak & Cara Mengatasinya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 09 Sep 2026 18:20 WIB
Ilustrasi Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak & Cara Mengatasinya/Foto: iStock
Jakarta -

Tumbuh kembang optimal tidak hanya ditentukan oleh stimulasi dan aktivitas belajar anak. Kondisi sistem pencernaan juga menjadi salah satu fondasi penting yang mendukung kesehatan dan aktivitas Si Kecil sehari-hari.

Ketika pencernaan terganggu, dampaknya bisa lebih dari sekadar sakit perut atau membuat anak rewel. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi konsentrasi anak saat beraktivitas hingga keharmonisan keluarga di rumah.

Untuk itu, penting bagi Bunda mengenali dampak gangguan pencernaan sekaligus memahami cara menjaga kesehatan saluran cerna agar Si Kecil dapat tumbuh sehat, aktif, dan ceria kembali.


Dampak gangguan sistem pencernaan anak

Bunda, saluran pencernaan memegang peran penting bagi tubuh karena bertindak sebagai satu-satunya pintu masuk nutrisi yang dipakai oleh individu seumur hidup.

Jika ekosistem di dalamnya tidak terjaga dengan baik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh fisik Si Kecil, tetapi juga merembet pada keharmonisan keluarga secara keseluruhan.

Hal ini diperkuat oleh data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang disampaikan langsung oleh Medical and Scientific Affairs Director Danone Indonesia, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH.

“Ada 6 dari 10 pasien Bunda yang datang ke dokter anak, itu membawa keluhan apa? Keluhan gangguan sistem pencernaan,” ujar dr. Ray dalam acara talk show edukasi Bebelac bertema Growing Little Minds: The Science Behind Every Child’s Potential, Sabtu (5/9/2026).

Lebih lanjut, dr. Ray menjelaskan bahwa ketika anak mengalami gangguan pencernaan, beban yang dirasakan orang tua akan berlipat ganda.

“Dan saya yakin Bunda juga merasakan semuanya, bahwa ketika si kecil punya gangguan sistem pencernaan, sakit kepalanya double, kemudian tantrumnya anak juga menjadi berlipat ganda,” tuturnya.

Dampak lainnya yang perlu Bunda ketahui adalah kemampuan kognitif dan proses belajar yang mungkin menurun. dr. Ray menjelaskan bahwa kesehatan saluran cerna berkaitan dengan otak melalui gut-brain axis.

“Anak yang sakit-sakitan dalam sebulan aja dia dua kali sakit sistem pencernaan, kalau berlanjut sampai satu semester sampai enam bulan, ternyata bisa hancur nilai akademiknya,” ujar dr. Rey.

Cara mengatasi gangguan sistem pencernaan pada anak

Dengan memahami dampak gangguan pencernaan pada anak, Bunda perlu menjaga kesehatan saluran cerna melalui asupan nutrisi seimbang dan mendukung pertumbuhan mikrobiota baik. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:

1. Menjaga ekosistem pencernaan sejak dini

Mengingat sistem pencernaan merupakan ‘rumah’ fundamental yang dihuni oleh triliunan bakteri baik, maka kondisi ini harus dijaga dengan memberikan asupan yang tepat.

“Sistem pencernaan dihuni oleh triliunan bakteri baik. Menghasilkan begitu banyak enzim yang akan dipakai seumur hidup. Mengeluarkan banyak hormon yang akan dipakai untuk tumbuh kembang, stimulasi, dan perkembangan kognitif,” ujar dr. Ray.

“Jadi, yuk, kita jaga rumah itu. Kita jaga rumah Si Kecil dengan cara kita berikan apa yang dibutuhkan sistem pencernaan,” sambungnya.

2. Memberikan asupan serat atau prebiotik

Memastikan bakteri baik mendapatkan makanan yang sesuai, salah satunya melalui triple prebiotics (FOS, GOS, dan inulin) yang terbukti secara klinis dapat mencapai usus besar.

“Yang paling penting adalah fiber yang bisa mencapai ukuran target ini dalam kadar yang masih dia butuh dan sudah banyak penelitian yang namanya triple fiber atau triple prebiotic FOS, GOS, dan inulin itu terbukti secara klinis dapat sampai di sistem pencernaan usus besar dan kemudian dikonsumsi oleh bakteri-bakteri baik,” jelas dr. Ray.

3. Membantu melengkapi kesenjangan nutrisi

Karena anak usia toddler sering mengalami gerakan tutup mulut atau susah makan sayur/buah, kekurangan serat harian dapat dibantu dengan susu pertumbuhan yang sudah difortifikasi dengan prebiotik.

“Kalau kebutuhannya adalah ingin membuat sistem pencerahan menjaga ekosistem menjadi baik berarti susu pertumbuhan yang difortifikasi menjadi pilihan yang tepat,” tuturnya.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Bunda Wajib Tahu! Ini Manfaat Bone Broth untuk Berat Badan dan Imunitas Anak

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Cerita Meisya Siregar Masuki Masa Perimenopause, Alami Mood Swing hingga Mudah Gemuk

Kehamilan Amrikh Palupi

Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder

Mom's Life Amira Salsabila

5 Potret Artis Ikut Tren Filter AI 80-an, Tampil Jadul tapi Menawan

Mom's Life Amira Salsabila

Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak & Cara Mengatasinya

Parenting Amira Salsabila

Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Curhat Maissy di Makam Ortu, Ucap Maaf Belum Selesaikan Spesialis Dokter saat Ibunda Tiada

Daftar Resep Pancake Teflon 3 Bahan Sederhana Takaran Sendok Tanpa Baking Powder

Kenali Dampak Gangguan Sitem Pencernaan Anak & Cara Mengatasinya

Cerita Meisya Siregar Masuki Masa Perimenopause, Alami Mood Swing hingga Mudah Gemuk

5 Potret Artis Ikut Tren Filter AI 80-an, Tampil Jadul tapi Menawan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK