PARENTING
Bayi Prematur Bisa Tumbuh Sehat? Ini yang Perlu Orang Tua Ketahui
Tim HaiBunda | HaiBunda
Selasa, 08 Sep 2026 10:50 WIBKelahiran Si Kecil tentu menjadi momen yang dinanti dan membawa kebahagiaan bagi setiap keluarga. Namun, ketika bayi lahir prematur atau lebih cepat dari perkiraan, rasa bahagia bisa bercampur dengan kekhawatiran. Terlebih jika Si Kecil membutuhkan perawatan khusus di Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Dalam situasi tersebut, Bunda dan Ayah dapat merasa takut, khawatir, bahkan tidak berdaya. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk memahami bahwa setiap bayi memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga membutuhkan dukungan yang sesuai sejak awal untuk membantu proses tumbuh kembangnya.
Menurut dr. Marlina Tanjung, Sp.A, Subsp.Neo(K) dari Mayapada Hospital Jakarta Timur, kondisi bayi baru lahir dapat berubah dengan cepat, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing bayi. Selain memastikan kondisi bayi stabil, lanjutnya, dokter juga perlu mempertimbangkan kebutuhan selama perawatan hingga tumbuh kembangnya.
"Orang tua juga perlu mendapatkan informasi dan pendampingan yang memadai agar dapat memahami kondisi bayi dan tetap terlibat dalam proses perawatan. Karena itu, setiap keputusan penanganan perlu melibatkan tenaga medis yang sesuai dengan kebutuhan bayi," ucap dr. Marlina.
Kenali kategori bayi prematur berdasarkan usia kehamilan
Bayi prematur dibedakan berdasarkan usia kehamilan saat lahir, mulai dari prematur ekstrem sebelum 28 minggu, sangat prematur pada 28 hingga kurang dari 32 minggu, hingga prematur sedang hingga akhir pada 32 hingga kurang dari 37 minggu. Semakin dini bayi lahir, semakin besar kebutuhan pemantauan dan dukungan medisnya.
Pemeriksaan kehamilan bantu kenali risiko sejak dini
Lebih lanjut, dr. Indah Kurniawati, Sp.OG, FICS, MARS dari Mayapada Hospital Jakarta Timur menjelaskan bahwa pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care/ANC) penting untuk mengenali risiko pada ibu maupun bayi sejak awal kehamilan. Pada kondisi tertentu, hasil pemantauan selama kehamilan dapat menjadi dasar bagi tim medis untuk mempersiapkan persalinan dan kebutuhan bayi setelah lahir.
Menurut dr. Indah, pemeriksaan kehamilan rutin membantu dokter memantau kondisi ibu dan janin serta mengenali risiko yang mungkin memerlukan perhatian lebih. Jika bayi diperkirakan membutuhkan dukungan medis setelah lahir, persiapan persalinan dapat dilakukan sejak kehamilan dan dikoordinasikan dengan tim yang akan menangani bayi.
Bayi prematur membutuhkan pemantauan dan dukungan intensif
Sementara itu, pada bayi prematur maupun bayi dengan kondisi khusus, perawatan dilakukan dengan pemantauan dan dukungan medis yang lebih intensif, termasuk perawatan di NICU.
"Kolaborasi tim multidisiplin dan dukungan fasilitas yang sesuai penting untuk menunjang perawatan sejak awal hingga pemantauan tumbuh kembang," tuturnya.
Pendekatan perawatan yang terintegrasi membantu memastikan kebutuhan bayi terus dipantau dan ditangani sesuai perkembangannya, mulai dari masa awal setelah lahir hingga tahap tumbuh kembang. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Timur memiliki Women & Children Center yang menyediakan layanan komprehensif meliputi kandungan dan kebidanan (obgyn) serta kesehatan anak (pediatric).
Pilihan Redaksi |
Didukung Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, Dokter Spesialis Anak, serta kolaborasi tim multidisiplin sesuai kebutuhan medis pasien, layanan ini dirancang untuk memberikan pendampingan yang terintegrasi bagi ibu dan bayi di setiap tahap perawatan.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, Emergency 150990, atau melalui aplikasi MyCare. Selain itu, Anda juga dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, hingga Body Mass Index (BMI).
(som/som)Simak video di bawah ini, Bun:
Kisah Haru Bunda di India Donasikan 300 Liter ASI, Selamatkan Ribuan Bayi
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
10 Risiko Masalah Kesehatan yang Rentan Dialami Bayi Prematur, Bunda Perlu Tahu
15 Dampak Bayi Lahir Prematur, Gangguan Belajar hingga Masalah Penglihatan
Serba-Serbi Perawatan Bayi Prematur yang Bunda Perlu Tahu
Bayi yang Divonis Meninggal Lalu Hidup Lagi, 15 Jam di Kamar Mayat
TERPOPULER
Lahir 3 Bulan Lebih Awal, Perjuangan Bayi Kembar Ini Berakhir Haru
Resep Bumbu Dasar Kuning Sederhana, Bisa untuk Ayam Goreng hingga Pepes
ASI Perah Mencair, Harus Dibuang atau Masih Bisa Dipakai?
Jessia Anak Greysia Polii Mulai Hobi Main Sepeda hingga Badminton, Intip Potretnya
Ciri Kepribadian Orang yang Mudah Frustrasi Dilihat dari Ucapannya saat Ngobrol
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Coffee Machine Terbaik untuk Bikin Kopi ala Kafe di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Catokan Pelurus Rambut Terbaik untuk Styling Praktis di Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Pink Anti Lengket & Awet, Koleksi Cantik Bikin Semangat Masak
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Panci Prasmanan Stainless Satu Set Terbaik dan Awet
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Contoh Desain Kartu Ucapan Tasyakuran Kelahiran Anak
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Mengenal PHP, Bahasa Pemrograman yang Celah Keamanannya Bikin Dunia Waspada
Resep Bumbu Dasar Kuning Sederhana, Bisa untuk Ayam Goreng hingga Pepes
Lahir 3 Bulan Lebih Awal, Perjuangan Bayi Kembar Ini Berakhir Haru
JRF 2026 Akhir Pekan Ini: Cek Transportasi Gratis, Rute yang Berubah & Rekayasa Lalin
ASI Perah Mencair, Harus Dibuang atau Masih Bisa Dipakai?
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Apa Itu Terrace Shoes? Sneakers Sol Gum ala Suporter Bola yang Kembali Ramai
-
Beautynesia
5 Kesalahan Pakai Pimple Patch yang Bikin Jerawat Tak Kunjung Kempes
-
Female Daily
Warning! 5 Makanan Ini Jago Banget Bikin Berat Badan Cepat Naik!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Putri Nicole Kidman Jadi Model Cover Vogue di Usia 18, Bicara Soal 'Nepo Baby'
-
Mommies Daily
7 Event Weekend 24–25 Oktober 2026 di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta