PARENTING
Mindfulness Ramai Dibahas usai Konten Maudy Ayunda, Perlukah Diajarkan ke Anak?
Azhar Hanifah | HaiBunda
Kamis, 17 Sep 2026 13:35 WIBMindfulness ramai dibahas setelah konten Maudy Ayunda tentang cara menghadapi banyaknya kabar negatif di Indonesia, mendapat perhatian dari netizen. Dalam videonya, Maudy membagikan cara menyaring informasi agar tidak terlalu terbebani secara mental, yang kemudian menuai beragam tanggapan.
Terlepas dari perbincangan tersebut, mindfulness sebenarnya dapat dikenalkan kepada anak untuk membantu mereka lebih sadar terhadap pikiran, perasaan, tubuh, dan lingkungan di sekitarnya.
Lantas, apakah mindfulness perlu diajarkan kepada Si Kecil dan bagaimana cara mengenalkannya? Yuk, Bunda, simak penjelasannya dalam artikel berikut.
Mindfulness ramai dibahas usai konten Maudy Ayunda
Maudy Ayunda menjadi sorotan setelah membahas cara menjaga kesehatan mental di tengah banyaknya kabar negatif di Indonesia. Dalam video YouTube berjudul Mindfulness in the Age of Bad News yang diunggah pada 21 Agustus 2026, ia menceritakan pengalamannya menghadapi berbagai informasi, mulai dari bencana alam, kelangkaan BBM, kebakaran hutan, hingga persoalan kebijakan pemerintah.
Maudy mengatakan dirinya berusaha menyaring informasi yang diterima, agar tidak terlalu terbebani secara mental. Namun, pandangan tersebut mendapat kritik dari sejumlah netizen yang menilai tidak semua orang memiliki pilihan untuk menjauh dari pemberitaan mengenai persoalan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.
Maudy kemudian memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Ia mengakui bahwa kemampuan untuk mengambil jarak dari berita merupakan sebuah keuntungan atau kesempatan yang tidak dimiliki semua orang.
Lantas, apa yang dimaksud dengan mindfulness? Mindfulness adalah kemampuan untuk menyadari apa yang sedang terjadi pada tubuh, pikiran, perasaan, dan lingkungan sekitar. Sederhananya, mindfulness berarti fokus pada momen yang sedang dijalani tanpa langsung terbawa pikiran atau emosi.
Menurut Cambridge Dictionary, mindfulness merupakan praktik yang membantu seseorang memperhatikan kondisi diri saat ini dan menciptakan rasa lebih tenang. Misalnya, saat makan, seseorang dapat fokus pada rasa, aroma, tekstur, dan sensasi makanan tanpa terdistraksi hal lain.
Kenapa anak perlu belajar mindfulness di sekolah?
Mindfulness dapat menjadi salah satu keterampilan yang membantu anak lebih menyadari kondisi diri dan lingkungan di sekitarnya. Hal ini penting karena perhatian anak juga mudah teralihkan, sementara mereka masih belajar mengenali dan mengelola emosi serta perilakunya.
Mengutip dari laman BBC, banyak sekolah mulai mengenalkan mindfulness kepada siswa sebagai kebiasaan untuk membantu mereka lebih hadir pada saat ini. Willem Kuyken, Ritblat Professor of Mindfulness and Psychological Science di University of Oxford, menjelaskan bahwa melatih pikiran berpotensi memberikan manfaat dalam berbagai aspek kehidupan.
Faiy Rushton dari Mindfulness in Schools Project juga menjelaskan bahwa mindfulness dapat membantu seseorang mengembalikan perhatian pada kondisi saat ini. Salah satu caranya adalah dengan menghubungkan kembali perhatian pada tubuh melalui apa yang dapat dilihat, didengar, disentuh, dirasakan, atau dicium.
Penelitian yang dirangkum dalam sumber kedua juga menunjukkan bahwa keterampilan mindfulness dapat memberikan manfaat bagi otak anak dan mendorong perilaku positif. Salah satu manfaat yang disebutkan adalah potensi membantu meningkatkan rentang perhatian anak.
Teknik mindfulness yang bisa dilakukan anak
Ada beberapa teknik mindfulness yang dapat dikenalkan kepada anak. Berikut di antaranya:
1. Mindful breathing
Teknik ini dilakukan dengan memusatkan perhatian pada napas. Anak dapat memperhatikan sensasi ketika udara masuk dan keluar dari tubuh.
Faiy Rushton menjelaskan bahwa napas dapat menjadi titik fokus atau anchor karena proses bernapas berlangsung secara otomatis. Ketika perhatian anak mulai teralihkan, ia dapat perlahan mengembalikannya pada napas.
Namun, teknik ini tidak selalu cocok untuk semua orang. Menurut Faiy, orang yang pernah mengalami trauma mungkin merasa tidak nyaman ketika memusatkan perhatian pada napas. Karena itu, fokus mindfulness juga dapat dialihkan pada sesuatu yang bisa dilihat atau didengar.
2. Body scanning
Teknik body scan dilakukan dengan mengarahkan perhatian pada sensasi yang terasa di berbagai bagian tubuh. Biasanya, latihan dimulai dari kaki kemudian perlahan bergerak ke bagian tubuh lainnya hingga kepala.
Anak dapat diajak memperhatikan apakah ada sensasi tertentu pada bagian tubuh yang sedang menjadi fokus. Jika perhatiannya teralihkan, anak dapat mencoba mengembalikannya secara perlahan pada bagian tubuh tersebut.
3. Memperhatikan pancaindra
Mindfulness juga dapat dilakukan dengan mengajak anak memperhatikan hal-hal yang sedang mereka lihat, dengar, sentuh, cium, atau rasakan. Cara sederhana ini membantu anak kembali menyadari lingkungan dan aktivitas yang sedang dijalani.
Cara mengajarkan mindfullness ke anak
Jika Bunda ingin mengenalkan mindfulness kepada Si Kecil, ada beberapa aktivitas sederhana yang bisa dilakukan bersama. Berikut caranya:
1. Latih kesadaran tubuh
Bunda bisa mengajak anak melatih kesadaran terhadap tubuh dan gerakannya melalui permainan sederhana. Misalnya, minta Si Kecil berpura-pura sedang berjalan di atas es tipis sehingga ia perlu melangkah secara perlahan dan berhati-hati.
Permainan lain yang bisa dicoba adalah melempar balon ke udara. Anggap balon tersebut sebagai telur yang mudah pecah, lalu minta anak berusaha menjaganya tetap melayang tanpa menjatuhkannya.
Selain melalui permainan, anak juga bisa diajak memperhatikan lingkungan di sekitarnya. Saat sedang menunggu antrean, misalnya, ajak Si Kecil berhenti sejenak dan menggunakan seluruh inderanya untuk memperhatikan berbagai hal yang ada di sekitar.
2. Ajak membuat jurnal
Minta anak menceritakan atau menuliskan kegiatan yang dilakukannya, misalnya rutinitas pagi atau aktivitas di sekolah. Kebiasaan ini dapat membantu anak mengingat pengalamannya dengan lebih detail.
3. Kenalkan beragam aroma
Mengajak anak memperhatikan berbagai aroma dapat membantu mereka lebih peka terhadap lingkungan sekitar. Bunda bisa menggunakan benda-benda yang memiliki aroma khas, seperti bumbu masakan, bunga, atau kulit jeruk.
Minta anak menutup mata dan fokus mencium aroma tersebut selama beberapa menit. Setelah itu, ajukan pertanyaan sederhana, misalnya, “Menurutmu, seperti apa aroma yang kamu cium?”
4. Latih fokus pada napas
Ajak anak duduk tenang dan memperhatikan napasnya. Latihan ini tidak bertujuan mengubah cara bernapas, melainkan membantu anak lebih sadar terhadap tubuhnya.
5. Latihan pernapasan
Ajak anak menarik napas perlahan melalui hidung, seolah-olah sedang mencium aroma makanan. Setelah itu, minta anak mengembuskan napas melalui mulut.
Latihan ini sebaiknya dilakukan secara rutin saat anak sedang dalam kondisi tenang. Dengan begitu, ketika anak mulai merasa marah atau cemas, Bunda bisa mengingatkannya untuk melakukan teknik pernapasan tersebut agar lebih tenang.
6. Lakukan tes rasa
Ajak anak mencicipi makanan dengan mata tertutup, lalu minta ia menebak makanan tersebut. Cara ini membantu anak lebih memperhatikan rasa dan sensasi saat makan.
7. Menggambar benda di sekitar
Ajak anak mengamati benda-benda yang ada di sekitarnya, seperti daun atau batu. Minta mereka memegang dan memperhatikan benda tersebut dari dekat agar dapat melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.
Setelah itu, minta anak menggambar benda yang telah diamati. Dorong mereka untuk memperhatikan bentuk dan detailnya.
8. Relaksasi Otot
Latihan relaksasi otot progresif dilakukan dengan mengajak anak mengenali ketegangan pada otot di berbagai bagian tubuh. Latihan ini membantu anak belajar melemaskan otot yang mungkin menegang tanpa disadari.
Caranya, minta anak berbaring dengan nyaman. Kemudian, arahkan mereka untuk mengencangkan dan melemaskan kelompok otot secara bergantian, dimulai dari kaki dan betis, lalu dilanjutkan ke bagian tubuh lainnya hingga kepala.
9. Mendengarkan bunyi lonceng
Gunakan lonceng atau bel yang suaranya dapat bertahan dan bergema selama sekitar 10 detik. Bunda bisa memakai bel sungguhan atau mencari rekaman suaranya.
Minta anak mendengarkan bunyi bel dengan saksama, lalu menutup mata dan memperhatikan apakah suara tersebut terdengar lebih jelas.
Bunda juga bisa meminta anak duduk tenang sambil menghitung jumlah bunyi bel yang terdengar. Beri jeda hening dengan durasi yang berbeda di antara setiap bunyi.
10. Ajak anak berlatih yoga
Yoga dapat menjadi salah satu cara mengenalkan mindfulness kepada anak. Aktivitas ini membantu anak memahami hubungan antara pikiran dan tubuh.
Jika Bunda belum terbiasa melakukan yoga, anak bisa mengikuti kelas yoga khusus anak.
11. Menghitung sambil bernapas
Minta anak menarik napas sambil menghitung satu sampai tiga, kemudian menghembuskannya sambil menghitung mundur. Ulangi latihan secara bertahap hingga hitungan 10.
12. Walking meditation
Bunda bisa mengajak anak memperhatikan apa yang dirasakan dan dilakukan oleh setiap bagian tubuhnya. Sementara itu, biarkan pikiran lain yang muncul datang dan pergi tanpa perlu diikuti.
Meditasi sambil berjalan dapat membantu anak tetap memiliki sesuatu untuk diperhatikan, sehingga mereka tidak perlu berusaha mengosongkan pikiran sepenuhnya.
Manfaat anak belajar mindfulness
Mindfulness dapat membantu anak berlatih mengelola perhatian dan menjadi lebih sadar terhadap pikiran serta perasaannya. Kebiasaan ini juga berpotensi membantu anak menghadapi berbagai situasi dengan lebih tenang.
NHS menyebut mindfulness dapat membantu mengatasi stres, kecemasan, dan depresi. Sementara itu, Profesor Kuyken menjelaskan bahwa berbagai praktik mindfulness dapat digunakan untuk menenangkan pikiran, mengembangkan kemampuan mengendalikan perhatian, serta menumbuhkan sikap seperti kebaikan dan kepedulian.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa mindfulness dapat membantu meningkatkan perhatian, kualitas tidur, tekanan darah, hingga performa olahraga.
Namun, Faiy Rushton menekankan bahwa mindfulness tidak selalu cocok untuk semua orang, terutama bagi mereka yang sedang mengalami masalah kesehatan mental.
Mindfulness juga tidak hanya dapat dipelajari anak di sekolah. Menurut Profesor Kuyken, lingkungan rumah yang mendorong perhatian, rasa ingin tahu, kebaikan, dan kepedulian dapat membantu anak mempelajari berbagai aspek mindfulness secara tidak langsung.
Jadi, Bunda tidak perlu langsung mengajarkan latihan yang rumit. Mengajak anak memperhatikan napas, mendengarkan suara di sekitar, atau menyadari perasaannya bisa menjadi langkah sederhana untuk mengenalkan mindfulness dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
Siswa Termuda di Kelas Lebih Rentan ADHD? Ini Kata Peneliti
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
3 Hal Penting yang Diajarkan Orang Tua Sejak Maudy Ayunda Kecil
Cara Ibunda Didik Maudy Ayunda Bisa Sukses Jadi Artis & Kuliah di Stanford
Alasan Pentingnya Terapkan Mindful Parenting, Mudah Kok Bunda
Anak-anak Ternyata Rentan Alami Stres, Apakah Butuh Mindfulness?
TERPOPULER
Ciri Kepribadian Orang Pemilik Nama Awalan E Menurut Pakar
Sosok Ida Yulidina, Istri Mantan Menkeu Purbaya yang Baru Dicopot
Jumlah Ibu dengan Kehamilan Ektopik Semakin Meningkat, Apa Penyebabnya?
Mindfulness Ramai Dibahas usai Konten Maudy Ayunda, Perlukah Diajarkan ke Anak?
Abu Vulkanik Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Benarkah?
REKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lip Product dalam Kemasan Squeeze Tube yang Praktis Digunakan
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Air Purifier dengan HEPA Filter, Jaga Kualitas Udara dalam Rumah
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Mini Vacuum Cleaner, Ukuran Kecil tapi Daya Isap Kuat
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Ciri Kepribadian Orang Pemilik Nama Awalan E Menurut Pakar
Jumlah Ibu dengan Kehamilan Ektopik Semakin Meningkat, Apa Penyebabnya?
Mindfulness Ramai Dibahas usai Konten Maudy Ayunda, Perlukah Diajarkan ke Anak?
Abu Vulkanik Bikin Tanaman Tumbuh Subur, Benarkah?
Sosok Ida Yulidina, Istri Mantan Menkeu Purbaya yang Baru Dicopot
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Skincare Ditaruh Sembarangan di Kamar? Kulkas Mini Ini Bisa Jadi Solusinya
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Harian untuk Bantu Anak Tumbuh dengan Mental yang Lebih Kuat
-
Female Daily
Cari Inspirasi Dress untuk Menikah? Contek Gaya Syifa Hadju dengan Beragam Bridal Dress!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Auto Pangling! Young K DAY6 Coba Makeup Wanghong, Pakai Kostum Ratu Cina
-
Mommies Daily
22 Platform Risiko Tinggi bagi Anak Menurut Komdigi, Orang Tua Wajib Tahu