PARENTING
Awas, Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Bikin Kakak-Adik Saling Benci Menurut Pakar
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Selasa, 22 Sep 2026 20:40 WIBKeretakan hubungan antara kakak dan adik sering kali tidak muncul secara tiba-tiba, Bunda. Pola asuh orang tua tanpa disadari bisa memicu keretakan hingga membuat kakak dan adik saling benci.
Sebagai orang tua, Bunda mungkin merasa sedang mengajarkan tanggung jawab atau cara bergaul kepada anak-anak. Tetapi, kita juga bisa saja memberi mereka peran dalam keluarga tanpa menyadarinya. Hal itu biasanya terjadi pada anak tertua di keluarga.
Ketika ekspektasi tertentu berulang kali dibebankan pada anak yang sama, maka hal itu dapat membentuk bagaimana saudara kandung memandang diri mereka sendiri, dan satu sama lain. Hal itu nantinya bisa memengaruhi hubungan saudara kandung selama bertahun-tahun yang akan datang.
Peran saudara kandung yang dapat terbentuk dalam keluarga
Pembagian peran adalah hal biasa dalam keluarga. Pola-pola ini secara alami terbentuk ketika Bunda mulai membagi tanggung jawab, mengelola perbedaan antar anak, dan menjaga agar kehidupan sehari-hari berjalan lancar.
Seiring waktu, pola-pola tersebut dapat menjadi peran saudara kandung yang familiar, mulai dari anak yang bertanggung jawab untuk menjadi 'pengasuh' hingga 'pembawa kedamaian, atau label anak pemberontak.
|
Baca Juga : 7 Cara Supaya Kakak dan Adik Selalu Rukun
|
"Peran saudara kandung biasanya muncul secara organik sebagai respons terhadap kepribadian, urutan kelahiran, stres keluarga, dan cara orang tua bereaksi terhadap setiap anak," kata direktur klinis pusat kesehatan mental dan kesejahteraan Kincove, Emily Waitt.
"Salah satu dinamika yang paling umum terjadi ketika satu saudara kandung menjadi 'masalah' yang diidentifikasi dalam keluarga, sementara yang lain dipandang sebagai anak yang 'mudah diatur' atau anak yang 'selalu baik-baik saja'. Anak yang dianggap mudah diatur biasanya menerima lebih sedikit perhatian atau dukungan karena orang dewasa berasumsi bahwa mereka baik-baik saja," sambungnya, dilansir Huffpost.
Sebagai orang tua, Bunda mungkin tidak bermaksud memberikan peran kepada anak-anak. Tetapi, hal itu dapat terjadi tanpa disengaja. Bahasa yang kita gunakan dan harapan yang kita berikan kepada anak dapat memperkuat peran tersebut dari waktu ke waktu, bahkan ketika Bunda mencoba mengajarkan tanggung jawab, empati, atau kepedulian.
Sebagai contoh, orang tua sering kali memberi kelonggaran lebih kepada anak bungsu, memaafkan perilaku mereka karena usia lebih muda. Sementara itu, anak tertua mungkin lebih sering mendengar, 'Kamu jauh lebih dewasa daripada adikmu, jadi Ibu ingin kamu membiarkannya saja'. Kalimat tersebut sering terlontar saat kakak adik berkonflik.
"Ini mungkin terdengar seperti pujian, tetapi hal itu dapat mengajarkan seorang anak bahwa perasaan dan kebutuhannya kurang penting karena mereka diharapkan menjadi lebih akomodatif," ujar Waitt.
Harapan itu juga dapat terlihat dalam tekanan yang diberikan kepada anak tertua untuk menjadi teladan bagi adik-adiknya. Anak pertama bahkan dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab dalam keluarganya, Bunda.
Menurut Waitt, hal itu bisa menjadi bermasalah ketika anak merasa bertanggung jawab untuk mencegah adik mereka mengalami kesulitan, mengelola perilaku sebagai kakak, menjaga keselamatan si adik, atau memastikan kakak membuat pilihan yang baik, terutama dengan mengorbankan kebutuhan, aktivitas, atau kesejahteraan dirinya sendiri.
"Pada titik itu, anak tersebut tidak lagi hanya membantu atau memenuhi peran yang sesuai dengan usianya sebagai kakak, mereka ditempatkan dalam peran orang tua," kata Waitt.
Pembagian peran menimbulkan rasa benci antara kakak dan adik
Para ahli sepakat bahwa menetapkan dan memperkuat peran antar saudara kandung dapat menciptakan rasa tidak senang, terutama ketika anak-anak merasa dibandingkan satu sama lain. Tak hanya memicu emosi seperti kemarahan dan ketakutan, pembagian peran juga bisa menimbulkan kecemburuan.
"Jika satu anak dianggap sebagai anak kesayangan yang bertanggung jawab dan 'dewasa', sementara anak lainnya diberi label yang kurang baik, hal itu pasti akan memicu persaingan di antara mereka untuk mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari orang tua," ungkap terapis keluarga dan direktur Baltimore Therapy Center, Raffi Bilek.
Pembagian peran juga dapat membuat saudara kandung memikul beban yang tidak pernah mereka minta. Satu saudara mungkin merasa kesal karena selalu harus menjadi pengasuh, sementara yang lain mungkin merasa dicap sebagai pembuat onar secara tidak adil.
"Mereka mungkin telah memegang peran ini sepanjang masa kecil di luar kehendak, namun mereka mungkin menganggap saudara kandung lainnya menginginkan dan mendapat manfaat dari peran khusus tersebut. Itu bisa lahan subur untuk membentuk kebencian dalam jangka panjang," kata Bilek.
Tanda munculnya persaingan antara kakak dan adik
Ada beberapa tanda yang dapat membantu orang tua mengenali kapan mereka telah berlebihan dalam menetapkan atau memperkuat peran antar saudara kandung. Salah satunya dapat tercermin dalam bahasa yang digunakan untuk berbicara dengan anak-anak, seperti frasa 'khas' atau 'sekali lagi'.
Tanda lainnya adalah mendengar label-label itu langsung dari anak-anak. Misalnya, ketika seorang anak mengatakan 'Aku yang nakal' atau menyebut saudara kandungnya sebagai 'yang pintar'. Kalimat itu telah menginternalisasi peran yang telah orang tua berikan kepada mereka.
Bunda dapat mencegah konflik antara kakak dan adik agar tidak menjadi saling benci. Caranya dengan memberi tahu anak bahwa peran tersebut tidak akan digunakan lagi karena tidak adil.
Bunda juga dapat mempertimbangkan bahasa yang digunakan agar tidak memperkuat label-label tersebut. Terakhir, berilah pujian pada setiap anak bila mereka melakukan hal yang baik.
Demikian kebiasaan orang tua yang bisa bikin kakak dan adik saling benci menurut pakar. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
7 Kalimat yang Bikin Anak Minder Seumur Hidup
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
5 Cara agar Kakak Tidak Merasa Kurang Perhatian Sejak Punya Adik
4 Cara Menguatkan Hubungan Kakak-Adik agar Tak Sering Bertengkar
Saat Adik Bilang Benci Kakak, Ini yang Dirasakan Anak
Anak-anak Sering Bertengkar Bikin Bunda Pusing? Ternyata Ini Manfaatnya
TERPOPULER
Awas, Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Bikin Kakak-Adik Saling Benci Menurut Pakar
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Hati Penyayang
El Rumi dan Syifa Hadju Habiskan Waktu di LA, Nonton Konser BTS hingga Kulineran
Cara Mengenali Anak yang Tumbuh dari Keluarga Kurang Harmonis lewat Kebiasaannya
9 Ciri Anak Diam-Diam Menyimpan Luka dari Pola Asuh Orang Tua
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Electric Grill untuk BBQ Rumahan, Panggang Jadi Lebih Praktis
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Slow Juicer Tanpa Ampas, Cocok untuk Pencinta Jus Segar
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Anak Sering Sakit? Ini 5 Vitamin untuk Bantu Jaga Daya Tahan Tubuh
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
Jangan Dibunuh, Ini 5 Obat Penghilang Semut yang Diklaim Ampuh sampai Tuntas
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
10 Rekomendasi Food Processor Terbaik & Kelebihannya Dibanding Blender
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
7 Ciri Kepribadian Orang yang Punya Hati Penyayang
Awas, Ini Kebiasaan Orang Tua yang Bisa Bikin Kakak-Adik Saling Benci Menurut Pakar
El Rumi dan Syifa Hadju Habiskan Waktu di LA, Nonton Konser BTS hingga Kulineran
Cara Mengenali Anak yang Tumbuh dari Keluarga Kurang Harmonis lewat Kebiasaannya
Jadi Sering Lupa saat Hamil? Yuk Kenalan sama 'Momnesia'
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Bingung Pilih Beskap buat Nikahan? 3 Gaya Beskap Pria Modern Ini Bisa Jadi Pilihan
-
Beautynesia
3 Manfaat Rutin Minum Air Lemon untuk Perempuan Usia 40-an di Pagi Hari
-
Female Daily
Jerawat di Dada Bikin Nggak Nyaman? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
7 Potret Mesra Sara Wijayanto dan Demian Aditya, Kini Gugat Cerai
-
Mommies Daily
Belajar dari The Early Spring: Pria Idamanmu Misterius atau Malah Emotional Unavailable?