PARENTING
7 Tanda Anak Sedang Tidak Baik-baik Saja Secara Emosional Menurut Psikolog
Annisa Karnesyia | HaiBunda
Jumat, 09 Oct 2026 18:20 WIBAnak tidak selalu mampu mengungkapkan apa yang sedang dirasakan olehnya. Ketika mengalami tekanan atau masalah emosional, mereka dapat menunjukkannya melalui perubahan perilaku hingga cara berinteraksi dengan orang di sekitarnya, Bunda.
Banyak orang tua tidak menyadari perubahan tersebut. Padahal, orang tua perlu hadir dan jeli dalam menjaga kesejahteraan emosional anak-anaknya.
Menurut ulasan di laman UNICEF, anak-anak memiliki reaksi yang berbeda terhadap peristiwa buruk di lingkungan mereka. Budaya memengaruhi cara kita mengekspresikan emosi.
Di beberapa budaya, misalnya, tidak pantas untuk menunjukkan emosi yang kuat dengan menangis keras. Sementara di budaya lain, hal itu dapat diterima secara luas.
Beberapa tanda stres yang dialami oleh anak mungkin tidak begitu jelas. Namun, pada saat stres dan krisis, anak-anak akan mengamati perilaku dan emosi orang dewasa untuk mendapatkan petunjuk tentang cara mengelola stres dan emosi mereka sendiri.
Tanda anak sedang tidak baik-baik saja secara emosional
Ada sejumlah tanda yang perlu diperhatikan orang tua terkait kondisi emosional anak yang mungkin sedang tidak baik-baik saja. Melansir dari beberapa sumber, berikut tanda-tandanya:
1. Tiba-tiba mengasingkan diri
Anak-anak tidak selalu berterus terang ketika ada sesuatu yang salah. Mereka mungkin mulai mengasingkan diri ketika merasa tidak baik-baik saja secara emosional, karena keinginan yang tidak terungkap, ketakutan, kekhawatiran, atau bahkan rasa bersalah dan malu.
"Ketika anak-anak mulai mengisolasi diri atau menjauh dari kita atau dari semua orang dalam jaringan mereka, tolong periksa keadaan mereka," kata psikolog Elaine Rose S. Ferrer, dikutip dari laman Manila Bulletin.
"Pengasingan dan keterputusan adalah tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin ada perasaan ditolak atau putus asa yang terjadi."
2. Tiba-tiba menenggelamkan diri dalam banyak aktivitas
Tak semua anak mengasingkan diri ketika mengalami kelelahan emosional. Ada juga yang tiba-tiba mencari kesibukan dengan melakukan banyak aktivitas.
"Tanda lain yang mungkin adalah ketika anak-anak menenggelamkan diri dalam begitu banyak aktivitas. Apakah ini tipikal anak kita, atau ini sesuatu yang baru? Mereka mungkin sedang mengalihkan perhatian mereka sendiri," ujar Ferrer.
3. Mengalami masalah tidur, makan, dan stres fisik tanpa sebab yang jelas
Perubahan perilaku, pola tidur, nafsu makan, dan interaksi sosial dapat menjadi tanda-tanda awal bahwa seorang anak sedang mengalami kesulitan. Salah satu petunjuk yang paling umum lainnya adalah manifestasi fisik stres, seperti sakit kepala atau sakit perut, tanpa penyebab medis yang jelas.
"Dalam hal tidur, amati tingkat energi anak. Apakah anak seceria dulu? Apakah energi mereka tiba-tiba meningkat atau menurun drastis? Apakah mereka tidur terlalu banyak atau terlalu sedikit? Apakah mereka mengalami mimpi buruk atau gemetar di malam hari? Atau tiba-tiba membutuhkan kita di samping mereka saat tidur?" ungkap Ferrer.
4. Perubahan mendadak dalam prestasi akademik
Dilansir laman Advantage Therapy, ketika Bunda menyadari bahwa prestasi akademik anak menurun, maka ada berbagai masalah mendasar yang dapat memengaruhi kesejahteraan Si Kecil. Ingatlah bahwa sangat penting untuk melihat lebih dari sekadar nilai.
Perhatikan perubahan perilaku seperti peningkatan iritabilitas, menghindari diskusi terkait sekolah, hilangnya minat pada aktivitas, perfeksionisme, dan penundaan. Masalah-masalah ini mungkin mengindikasikan stres, perundungan, kesulitan belajar, tekanan emosional, masalah kesehatan, tekanan teman sebaya, dan kurangnya motivasi.
5. Penarikan diri dan isolasi dari teman sebaya
Menarik diri dan mengisolasi diri bisa menjadi tanda yang mengkhawatirkan bahwa anak mengalami tekanan emosional. Jika Si Kecil mulai menarik diri dari kegiatan sosial, teman, atau pertemuan keluarga, hal itu dapat menunjukkan beberapa masalah mendasar.
Masalah-masalah ini mungkin termasuk depresi, kecemasan, atau mekanisme penanggulangan untuk mengatasi rasa sakit emosional. Anak-anak yang mengisolasi diri juga mungkin kesulitan mengatasi perasaan kesepian, kesedihan, atau kewalahan.
6. Perubahan suasana hati yang tak terkendali
Perubahan suasana hati adalah hal yang bisa terjadi selama masa praremaja hingga remaja karena perubahan hormonal dan transisi perkembangan. Namun, terkadang hal ini dapat mengindikasikan masalah mendasar yang lebih signifikan.
Ketika perubahan suasana hati mulai mengganggu kemampuan anak untuk berkonsentrasi di sekolah, menjaga hubungan dengan teman sebaya dan anggota keluarga, atau terlibat dalam aktivitas sehari-hari, maka sangat penting untuk mendapatkan bantuan. Gangguan tersebut mungkin menunjukkan bahwa anak kesulitan mengatur emosinya secara efektif dan mungkin membutuhkan dukungan.
7. Menunjukkan perilaku agresif
Perilaku agresif adalah salah satu tanda paling umum dari anak yang sedang tidak baik-baik saja secara emosional. Perilaku ini dapat berupa ledakan verbal dan agresi fisik hingga permusuhan dan pembangkangan.
Sebenarnya, menunjukkan agresi sesekali adalah bagian normal dari masa kanak-kanak. Namun, agresi yang terus-menerus dan intens yang mengganggu fungsi sehari-hari dapat mengindikasikan masalah emosional atau perilaku yang mendasarinya. Anak-anak yang menunjukkan perilaku agresif mungkin kesulitan mengelola emosi mereka, berkomunikasi secara efektif, atau menyelesaikan konflik secara damai.
Demikian tujuh tanda anak sedang tidak baik-baik saja secara emosional. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)Simak video di bawah ini, Bun:
5 Ciri-Ciri Anak Dijauhi Teman di Sekolah
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Kenali 5 Tanda Anak Merasa Kesepian, Segera Atasi Demi Masa Depannya
Alasan 2 Saudara Kandung Punya Perilaku Berbeda, Ternyata Kuncinya di Otak Bun
5 Dampak Buruk Karakteristik Sindrom Anak Emas, Berprestasi tapi Takut Gagal
3 Manfaat Bermain Pop It, Salah Satunya Atasi Stres Anak saat Pandemi
TERPOPULER
15 Th Wedding Anniversary, Daniel Mananta dan Viola Bagikan Refleksi Pernikahan
9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa
7 Tanda Anak Sedang Tidak Baik-baik Saja Secara Emosional Menurut Psikolog
Punya Masalah Jantung, Fitri Carlina & Suami Pilih Ikhlas Belum Dikaruniai Momongan
Kebakaran RM Padang di Jaktim, Perempuan Nekat Lompat dari Lantai 3 Demi Selamatkan Anak
REKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Kipas Portable dengan Angin Kencang, Praktis Dibawa ke Mana Saja
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Eye Patch untuk Mata Lelah dan Panda, Bikin Tampilan Lebih Fresh
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
Deretan Harga Kulkas Termahal dan Fitur di Baliknya
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Sofa Bayi yang Bagus & Nyaman untuk Belajar Duduk
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Rekomendasi Loose Powder untuk Ibu Hamil
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
15 Th Wedding Anniversary, Daniel Mananta dan Viola Bagikan Refleksi Pernikahan
9 Kalimat yang Bisa Bikin Orang Narsistik Tersinggung, Padahal Terdengar Biasa
7 Tanda Anak Sedang Tidak Baik-baik Saja Secara Emosional Menurut Psikolog
Punya Masalah Jantung, Fitri Carlina & Suami Pilih Ikhlas Belum Dikaruniai Momongan
Kebakaran RM Padang di Jaktim, Perempuan Nekat Lompat dari Lantai 3 Demi Selamatkan Anak
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Kamera Mirrorless Pertama untuk Foto: Canon EOS R100 Layak Dilirik?
-
Beautynesia
Get The Look: Ide OOTD yang Feminin Bernuansa Soft Blue ala Tissa Biani
-
Female Daily
Beauty Routine 10 Langkah Mulai Ditinggalkan? Ini Alasan Skinimalism Kembali Populer
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Gaya Olla Ramlan Kondangan Eks Suami Bareng Pacar & Anak, Tampil Totalitas
-
Mommies Daily
14 Drama Korea Oktober 2026, Ada Ji Chang Wook hingga Kim Ji Won!