HaiBunda

PARENTING

Cara Mengajarkan Anak Laki-laki Menghargai Batasan Tubuh sejak Kecil Menurut Pakar

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Selasa, 13 Oct 2026 18:45 WIB
Cara Mengajarkan Anak Laki-laki Menghargai Batasan Tubuh sejak Kecil Menurut Pakar/ Foto: Getty Images/iStockphoto/yongyuan
Jakarta -

Pendidikan tentang menghargai batasan tubuh lebih sering diajarkan pada anak perempuan. Padahal, anak laki-laki juga memerlukan pemahaman serupa sejak usia dini, Bunda.

Ya, mengajarkan anak laki-laki tentang persetujuan dan menghormati batasan harus dimulai sejak dini dan berkembang seiring pertumbuhan mereka. Memberikan contoh sikap menghormati ruang pribadi dan otonomi tubuh membantu anak laki-laki memahami persetujuan dalam semua hubungan.

"Anak laki-laki juga berhak mendapatkan percakapan yang sama bijaknya tentang menghormati orang lain, melindungi batasan diri mereka sendiri, dan mengetahui apa yang harus dilakukan ketika ada sesuatu yang terasa salah," kata psikolog klinis berlisensi yang berbasis di California di Stramski Children's Development Center di Miller Children's & Women's Hospital, Ioana Pal, PsyD.


"Dari perspektif psikolog klinis, pelajaran-pelajaran ini paling bermakna ketika tumbuh dari kehidupan keluarga sehari-hari," sambungnya, dilansir Parents.

Menurut Pal, ketika orang tua menormalisasi rasa hormat di semua tahap perkembangan, maka mereka sedang meletakkan dasar untuk pengambilan keputusan yang lebih baik di masa depan. Sebagai seorang psikolog, Pal ingin anak laki-laki mendengar dua pesan, yakni bahwa batasan yang dimilikinya penting, dan batasan orang lain sama pentingnya.

"Menjadi laki-laki tidak selalu berarti menginginkan kasih sayang atau perhatian seksual, dan bersikap baik tidak berarti menerima sentuhan yang tidak diinginkan," ujarnya.

Membicarakan seks atau batasan tentang tubuh bukanlah hal mudah dengan anak-anak dari jenis kelamin, identitas gender, atau usia berapa pun. Namun, para ahli sepakat bahwa setiap anak perlu mendengar dan mengalami persetujuan, termasuk anak laki-laki.

Waktu terbaik mengajarkan anak laki-laki menghargai batasan tubuh

Kata VP of Growth and Prevention di Childhelp, Stacy Vaughan, DSW, LMSW, percakapan tentang persetujuan atau batasan tubuh dapat dimulai segera setelah anak mana pun mulai berkomunikasi. Tapi perlu diingat, pelajaran awal bukanlah percakapan tentang seks ya, Bunda.

"Percakapan ini bisa tentang mencontohkan rasa hormat terhadap tubuh, ruang pribadi, dan pilihan dengan membantu anak-anak belajar untuk meminta izin sebelum memeluk teman, berhenti ketika seseorang mengatakan 'berhenti', dan menunjukkan kepada anak-anak bahwa kata-kata mereka penting," ujar Vaughan.

"Interaksi kecil tersebut meletakkan dasar untuk percakapan selanjutnya tentang hubungan dan persetujuan seksual," lanjutnya.

Hal yang sama juga diungkapkan psikoterapis trauma Doriel Jacov , JD, LCSW. Menurutnya, orang tua sebaiknya tidak menunggu hingga anak menjadi remaja untuk mengenalkan batasan tubuh. Sebaliknya, ia menyarankan untuk mengajarkannya sejak masa kanak-kanak.

"Semua momen ini dapat membuat perbedaan dalam bagaimana seorang anak memahami persetujuan dalam dinamika interpersonal. Jika kita mengajarkan persetujuan sejak anak-anak kita masih kecil, mereka akan lebih mampu memahami persetujuan dalam konteks aktivitas seksual," kata Jacov.

Cara mengajarkan anak laki-laki menghargai batasan tubuh

Pakar Lisa Torres, Ph.D., LMFT, mengatakan bahwa diskusi tentang topik 'menghargai batasan tubuh' dapat dimulai sejak dini, tetapi akan berkembang seiring waktu. Di setiap usia, penting untuk terus melanjutkan percakapan, mengingat bahwa seiring anak-anak tumbuh dan belajar bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri.

Berikut cara mengajarkan anak laki-laki menghargai batasan tubuh sesuai usianya menurut Torres:

  • Balita/anak prasekolah (usia 2-5 tahun)

Torres merekomendasikan orang tua untuk memulai dengan otonomi tubuh, ruang pribadi, dan pilihan sederhana. Misalnya, Bunda dan Ayah dapat menjadi teladan dan mendukung anak-anak untuk mengatakan 'tidak' dengan bertanya, 'Apakah kamu ingin dipeluk, diberi tos, atau disentuh?'' atau mengatakan, 'Tidak apa-apa jika kamu tidak ingin dipeluk'.

"Ketika orang tua melakukan ini, hal itu memberi anak izin untuk mengatakan tidak pada sentuhan yang tidak diinginkan dan mengajarkan mereka untuk menghormati batasan orang lain," ujar Torres.

  • Anak-anak usia sekolah dasar (6-9 tahun)

Di usia ini, Bunda dapat melanjutkan membahas topik-topik seperti ruang pribadi, meminta izin sebelum menyentuh, dan segera berhenti ketika seseorang mengatakan tidak.

"Jika orang tua melihat anak mereka hendak memeluk seseorang tanpa meminta izin, mereka dapat menghentikan dan berkata, 'Mari kita berhenti sejenak. Apakah kamu sudah meminta izin kepada teman sebelum memeluknya?' dan, jika teman tersebut tidak ingin dipeluk, ingatkan mereka bahwa 'Jika mereka mengatakan tidak, kita tidak akan melakukannya'," kata Torres.

  • Anak usia 10-12 tahun

Di usia ini, Torres merekomendasikan untuk meningkatkan kesadaran dengan lebih banyak berbicara tentang tekanan teman sebaya, perasaan suka, pubertas, privasi, dan keamanan teknologi.

"Sangat membantu untuk mengingatkan anak usia 10-12 tahun bahwa meskipun mereka sangat menyukai teman mereka, mereka boleh melakukan sesuatu yang membuat mereka tidak nyaman atau yang tidak ingin mereka lakukan," ungkap Torres.

"Selain itu, jika mereka mengatakan ya untuk sesuatu, maka mereka dapat mengubah pikiran itu kapan saja, dan orang lain juga bisa melakukannya."

  • Remaja (usia di atas 13 tahun)

Memasuki usia remaja, orang tua perlu melakukan percakapan berkelanjutan tentang kencan, persetujuan seksual, pemaksaan, alkohol dan narkoba, sexting, dan hubungan yang sehat. Tekankan bahwa jika seseorang tidak dapat membuat pilihan yang jelas atau menunjukkan persetujuan yang antusias, anak harus menghentikan apa yang ia lakukan.

"Orang tua dapat menggunakan situasi sehari-hari sebagai kesempatan untuk berlatih berbicara tentang persetujuan, seperti bermain-main atau berkelahi, menggelitik, meminjam barang dari orang lain, dan berbagi foto," kata Torres.

Demikian cara mengajari anak tentang menghargai batasan tubuh sejak kecil hingga remaja. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

7 Kebiasaan Anak Laki-laki yang Terbentuk dari Sikap Ayah, Dampaknya Sampai Dewasa

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Lulusan Ilmu Komputer Disebut Makin Sulit Dapat Kerja, Ini Alasannya

Mom's Life Arina Yulistara

Terkenal Lucu di Sosmed, Intip Kebersamaan Pemain Timnas Rizky Ridho Bareng Istri

Mom's Life Annisa Karnesyia

Cara Mengajarkan Anak Laki-laki Menghargai Batasan Tubuh sejak Kecil Menurut Pakar

Parenting Annisa Karnesyia

Suka Mengulang Cerita yang Sama? Ini 7 Ciri Kepribadian di Baliknya

Mom's Life Amira Salsabila

Kondom Bisa Tertinggal di Vagina, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kehamilan Amrikh Palupi

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Kompak Gisela Cindy Bersama Keponakan Nova Lynn Slijpen, Jadi Tante yang Seru dan Penyayang

Lulusan Ilmu Komputer Disebut Makin Sulit Dapat Kerja, Ini Alasannya

Terkenal Lucu di Sosmed, Intip Kebersamaan Pemain Timnas Rizky Ridho Bareng Istri

Cara Mengajarkan Anak Laki-laki Menghargai Batasan Tubuh sejak Kecil Menurut Pakar

Kapten Timnas RI Disebut Lebih Cocok Makan Nasi Dibanding Menu Lain, Kok Bisa? Ini Kata Dokter

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK