HaiBunda

PARENTING

Cara Mengenali Anak yang Kerap Dijadikan Kambing Hitam dalam Keluarga Menurut Psikolog

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 08 Nov 2026 13:10 WIB
Cara Mengenali Anak yang Kerap Dijadikan Kambing Hitam dalam Keluarga Menurut Psikolog/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Stock photo and footage
Jakarta -

Setiap anak memiliki peran dan dinamika hubungan yang berbeda dengan anggota keluarga lainnya. Namun, tidak semua anak mendapatkan perlakuan yang adil ketika terjadi konflik atau kesalahan di keluarga, Bunda.

Ada anak yang justru sering disalahkan atau dijadikan kambing hitam. Anak-anak ini sering kali menjadi sasaran kemarahan atau dianggap sebagai sumber masalah.

Anak yang kerap dijadikan kambing hitam dalam keluarga sering kali menunjukkan tanda-tanda tertentu, baik melalui perilaku maupun cara mereka memandang diri sendiri. Jika dibiarkan, pengalaman tersebut dapat terbawa hingga anak tumbuh dewasa dan memengaruhi hubungan sosialnya.


"Secara sederhana, kambing hitam adalah seseorang yang secara tidak adil menjadi sasaran proyeksi rasa malu, kemarahan, dan tuduhan oleh orang atau kelompok lain," kata penulis buku The Narcissist in Your Life: Recognizing the Patterns and Learning to Break Free, Julie L. Hall.

"Dalam keluarga narsistik yang buta akan emosi atau mudah marah, sering kali salah satu anak dipilih untuk terus-menerus dijadikan kambing hitam," sambungnya, dilansir laman Psychology Today.

Lantas, bagaimana cara mengenali anak yang selalu dijadikan kambing hitam dalam keluarga menurut psikolog?

Cara mengenali anak yang sering dijadikan kambing hitam

Alasan mengapa seorang anak menjadi sasaran kambing hitam dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti jenis kelamin, urutan kelahiran, dan sifat kepribadian. Anak-anak yang menjadi kambing hitam mungkin mencoba berbagai strategi untuk mengatasi peran menyakitkan dalam sistem keluarga yang disfungsional, dan mendapatkan validasi apa pun yang bisa mereka peroleh dari orang tua.

"Anak-anak yang dipilih sebagai kambing hitam sering bereaksi terhadap disfungsi keluarga dengan emosi yang tidak terkendali, kesulitan perilaku, atau pembangkangan. Mereka sering dikucilkan, yang hanya memperparah pola-pola ini," ungkap psikoterapis, Duygu Balan, LPCC.

Saat dewasa, anak-anak yang pernah dijadikan kambing hitam sering kali kesulitan berurusan dengan figur otoritas. Mereka suka mengalami keraguan diri kronis atau sindrom impostor, dan membawa perasaan mendalam bahwa dirinya tidak dicintai atau memiliki kekurangan.

Menurut Balan, ada beberapa cara mengenali seseorang di keluarga yang sering dijadikan kambing hitam. Berikut caranya:

  1. Anak selalu disalahkan atau diincar secara khusus.
  2. Perspektif anak sering di-gaslighting atau dipertanyakan.
  3. Anak-anak diprovokasi dan kemudian dicap dramatis ketika bereaksi.
  4. Reaksi anak sering diartikan sebagai agresi.
  5. Si Kecil sering kali dibilang 'terlalu berlebihan', atau 'terlalu sensitif'.
  6. Emosi anak selalu diremehkan atau diabaikan.
  7. Anak-anak merasa malu jika menyebutkan nama tindakan perundungan atau ketidakadilan yang diterimanya.
  8. Anak sering kali dikucilkan, lalu dikritik karena menarik diri.
  9. Anak-anak sering diperingatkan untuk tidak 'memulai apa pun', atau 'bersikap menyulitkan'.

Menyembuhkan anak yang sering jadi kambing hitam di keluarga

Pengalaman menjadi kambing hitam dalam keluarga bisa sangat menyakitkan dan merusak harga diri anak, serta memengaruhi perkembangan identitas. Namun, peran ini juga dapat memiliki aspek penebusan.

"Kambing hitam sering kali memiliki empati, berpikiran mandiri, cakap, dan berkomitmen pada keadilan," ungkap Hall.

Jalan menuju penyembuhan bagi korban kambing hitam adalah dengan membangun rasa aman dan stabilitas, meningkatkan harga diri dan batasan yang sehat, serta mengganti pola penanggulangan kompulsif dengan kesadaran diri, welas asih terhadap diri sendiri, dan hubungan timbal balik.

Penyembuhan juga dapat dimulai dengan pengakuan. Menyebutkan peran kambing hitam dapat meredakan rasa malu dan rasa bersalah, serta mengembalikan tanggung jawab atas disfungsi kepada sumbernya, yaitu sistem keluarga. Hal ini juga mematahkan ilusi bahwa masalahnya adalah satu individu, yang selalu menjadi kambing hitam.

Demikian cara mengenali anak yang sering menjadi kambing hitam dalam keluarga. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Simak video di bawah ini, Bun:

Ciri Kepribadian Anak yang Sering Dimarahi Orang Tua

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Tak Punya Gelar Kerajaan, 12 Keturunan Ratu Elizabeth II Ternyata Masih Pewaris Takhta Inggris

Mom's Life Amira Salsabila

Studi Ungkap Perempuan dengan Autoimun Lebih Sering Dikira Alami Gangguan Psikologis

Mom's Life Amira Salsabila

Lahir dengan Jantung di Luar Dada, Perjuangan Bayi Ini Bikin Haru

Kehamilan Melly Febrida

ASI Keluar Sedikit di Minggu Pertama, Normalkah?

Menyusui Sandra Odilifia & Fauzan Julian Kurnia

7 Cara Mengenali Orang Introvert dengan IQ Tinggi dari Kebiasaan Sehari-harinya Menurut Riset

Mom's Life Dilla Atqia Rahmah

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Cara Mengenali Anak yang Kerap Dijadikan Kambing Hitam dalam Keluarga Menurut Psikolog

Tak Punya Gelar Kerajaan, 12 Keturunan Ratu Elizabeth II Ternyata Masih Pewaris Takhta Inggris

Studi Ungkap Perempuan dengan Autoimun Lebih Sering Dikira Alami Gangguan Psikologis

Menguak Skandal Bank Digital Besar yang Berujung pada Pengunduran Diri Presiden

7 Rekomendasi Dry Bag Waterproof yang Praktis untuk Musim Hujan dan Aktivitas Outdoor

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK