psikologi

Si Kecil Melihat Orang Tuanya Merokok, Apa Dampaknya Ya?

Asri Ediyati 10 Agu 2017
Ilustrasi merokok/ thinkstock Ilustrasi merokok/ thinkstock
Jakarta - Sebagian dari Ayah atau bahkan Bunda masih merokok? Hmm, bukan nggak mungkin si kecil bakal melihatnya ya. Walaupun kadang, merokok udah dilakukan sembunyi-sembunyi.

Menurut psikolog anak dan remaja Ratih Zulhaqqi, buat ayah dan bunda yang masih merokok, tiba-tiba dipergoki anak merokok adalah sebuah konsekuensi. Kemudian, ketika orang tua ngomong soal bahaya merokok, bisa ada kontradiksi di benak anak.

"Agak lucu sih kalau misalnya ayah bilang kalau merokok itu membahayakan kesehatan, karena pasti anak akan menjawab kalau ayah juga nggak menjaga kesehatan. Nah, kalau udah seperti itu yang menjadi imbasnya adalah anak," kata Ratih waktu ngobrol sama HaiBunda.

Soalnya, kita, orang tua kan jadi sekolah pertamanya anak ya. Dengan kata lain, orang tualah yang jadi contoh buat anak. Sehingga, kata Ratih yang dikhawatirka adalah anak akan ikut-ikutan merokok. Memang, biasanya kalau orang tuanya merokok, anak juga bakal ikut-ikutan merokok.

Studi yang dilakukan Dr Darren Mays dan tim dari Universitas Georgetown mewawancarai lebih dari 400 anak umur 12 sampai 17 tahun selama 5 tahun. Mereka dikasih pertanyaan soal seberapa sering orang tuanya merokok dan apakah si anak-anak itu juga merokok.

"Anak-anak yang orang tuanya perokok biasanya akan cenderung jadi perokok," ujar Mays, dikutip dari NBC News.

Misalnya ayah masih merokok, yuk Yah mulai berhenti merokok. Kalau masih dalam proses berhenti merokok, bisa juga dibuat kesepakatan sama si kecil kalau Ayah nggak akan merokok di rumah sampai nanti ayah benar-benar berhenti merokok. Selama proses mencoba berhenti merokok, kata Ratih Bunda juga bisa mengingatkan ayah untuk nggak merokok di rumah.

"Nggak lupa juga bunda dan ayah baca artikel-artikel tentang pengaruh rokok. Udah banyak banget kok artikel-artikel kesehatan tentang bahaya zat rokok dan pengaruhnya ke perkembangan otak anak," tutup Ratih yang praktik di RaQQi Human Development and Learning Centre ini. (rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi