psikologi

Kisah Viral Ayah dalam Menghadapi Anaknya yang Tantrum

Amelia Sewaka 12 Agu 2017
Ilustrasi anak tantrum/ Foto: thinkstock Ilustrasi anak tantrum/ Foto: thinkstock
Jakarta - Justin Louis Baldoni, seorang aktor, sutradara, sekaligus enterpreneur ini mengunggah foto yang ternyata menjadi viral. Itu adalah foto ketika anaknya tantrum di depan umum. Apa yang bikin viral?

Dalam foto terlihat putrinya sedang menelungkup di lantai sambil menangis. Sementara Baldoni berdiri di dekat putrinya. Lalu dalam foto yang diunggah di akun Facebook-nya tersebut, Baldoni menulis caption yang sangat menyentuh.

"Saya hanya bisa membayangkan berapa kali saya melakukan ini saat saya seusianya," tulis Baldoni. "Ayah saya mengajari saya begitu banyak tentang apa artinya menjadi seorang pria, tapi postingan ini hanya tentang satu hal saja. Menjadi nyaman di tempat yang tidak nyaman," imbuhnya.

Dia melanjutkan, "Tidak ada orang tua yang sempurna, tapi satu hal yang diajarkan ayah saya adalah tidak menjadi orang tua berdasarkan pemikiran orang lain,".

Baldoni mengatakan bahwa dia tidak menganggapnya memalukan saat putrinya mengamuk di sebuah toko atau menjerit di pesawat. Saat ini terjadi, menurutnya orang tua perlu lebih bersabar. Memang mungkin kita tergoda untuk marah pada anak agar dia menghentikan tangis maupun tantrumnya. Tapi baginya itu bukan pilihan yang baik.

Aapakah membiarkan anak-anak berteriak dan mengamuk di tempat umum adalah cara terbaik bagi orang tua untuk mengatasinya? Pakar parenting Alyson Schafer menyarankan untuk melihat konteks dan situasinya saat anak tantrum.

Baca juga: Kisah Viral Ibu Saat Anaknya yang ADHD Tantrum

"Jadi jika Anda berada di suatu tempat di mana kebisingan dan jeritan mengganggu orang lain - seperti restoran - tanggung jawab orang tua adalah untuk menyingkirkan anak itu. Saya hanya akan memberi mereka pilihan, sangat tidak baik untuk berisik disini apakah kamu mau tenang atau perlu kita pergi dari sini?" ujar Schafer, dikutip dari globalnews.ca.

Schafer mengatakan bahwa jika tantrum anak terjadi di tempat ramai, maka orang tua harus duduk di samping anak dan membantu menenangkan mereka. Caranya bisa dengan menggosok punggung anak untuk menenangkan.

"Saya tidak ingin memberi mereka terlalu banyak perhatian yang tidak semestinya atas kesengsaraan bagi mereka, tapi saya ingin memberi kesan bahwa saya tidak menolak mereka atau membenci mereka," imbuhnya.

Saran Schafer, cara terbaik untuk menghindari tantrum anak adalah dengan mengetahui hal-hal yang dapat memicu tantrum. Apakah kita menyadari ketika anak lapar? Apakah mereka lelah? Jika memahami pola ini, kita bisa menghindari tantrum .

Hal lain yang perlu diperhatikan orang tua adalah konsistensinya dalam menegakkan aturan. Tanpa konsistensi, amukan pasti akan sering terjadi. Misalnya nih, hari ini kita meluluskan anak untuk makan sambil jalan-jalan di halaman rumah. Sedangkan hari berikutnya kita melarang anak melakukannya.

Baca juga: Cerita Nagita dan Raffi Hadapi Rafathar Saat Tantrum

Selanjutnya, kita perlu tenang saat anak tantrum. "Jika kita terlihat marah pada anak kita atau merasa malu dengan perilaku mereka, kita tidak akan membantu" sambung Schafer.

"Tunjukkan dari bahasa tubuh dan kata-kata lisan bahwa Anda berada di sana sebagai teman mereka, bukan musuh mereka. Jadi tenanglah dan tunjukkan bahwa Anda tidak terpengaruh oleh gangguan mereka," tambahnya.

Kalau anak sudah lebih tenang, barulah kita bisa mengajak mereka berdiskusi. Seiring bertambahnya usia anak-anak akan mengembangkan lebih banyak keterampilan, termasuk keterampilan bahasa dan pemecahan masalah yang lebih baik. Termasuk mereka akan belajar cara yang lebih baik untuk mengungkapkan kebutuhan mereka dan memenuhi kebutuhan tersebut.

(vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi