psikologi

Resep Anti-ngeyel Agar Balita Lebih Menurut

Nurvita Indarini 14 Nov 2017
Mengatasi anak ngeyel/ Foto:thinkstock Mengatasi anak ngeyel/ Foto:thinkstock
Jakarta - Pernahkah merasa si kecil yang usianya 2-3 tahun ngeyel banget, Bun? Iya, misalnya nih, kita minta si kecil membereskan mainan, eh bukannya dibereskan malah ditinggal pergi begitu saja.

Atau nih malah berlari-lari ke sana ke mari setelah mandi, tanpa mau mendengarkan permintaan bundanya untuk memakai baju terlebih dahulu. Kadang kita banyak urusan, banyak kerjaan yang harus diselesaikan, sehingga hal sepele bisa bikin marah-marah.

Apa anak perlu figur yang ditakuti di rumah, biar kalau orang tua ngomong anak mau mendengarkan dan menurut? "Bukan yang ditakuti, tapi yang didengerin. Anak berespons lebih positif kalau kita menyampaikan dengan kalimat positif," ujar psikolog dari Tiga Generasi, Anna Dauhan, beberapa waktu lalu.

Misalnya kita ingin sampaikan instruksi ke anak, "Jangan taruh gelas di lantai,". Alih-alih memindahkan gelas, anak malah seperti tidak mendengar instruksi kita. Ketimbang instruksi dengan kata 'jangan' yang maknanya negatif, mending menggunakan pendekatan yang positif.



"Misalnya dengan mengatakan, taruh gelasnya di meja ya. Kita perlu menyampaikan dengan kalimat positif. Soalnya kalau anak mendengar kata 'jangan', mereka bawaannya malah jadi makin ingin melakukannya," terang Anna.

Resep lainnya biar anak nggak ngeyel dari Anna adalah dengan menyampaikan sesuatu yang masuk akal atau masuk ke logika anak. Kalau menurut anak nggak masuk akalnya, maka dia nggak akan menurut.

"Kalau kita mengancam anak, apalagi ancamannya nggak masuk akal, nantinya malah nggak bisa dikasih aturan, malah makin resisten pada aturan," sambung Anna.

Kalau saya Bun, kadang nih menerapkan instruksi terbalik untuk membuat anak menurut. Jadi kalau minta anak untuk membereskan mainan dan anak malah kabur, maka saya akan bilang, "Ya udah bunda saja yang membereskan mainan. Kamu duduk saja di kursi, jangan ikut membereskan mainan. Nggak usah capek-capek, bunda saja yang membereskan mainan ini ya,".

Kalau sudah begitu, anak saya biasanya akan mengikuti saya membereskan mainan. Kalau buat anak saya, sepertinya dia sengaja nggak nurut untuk mencari perhatian. Lalu setelah selesai membereskan mainannya, saya akan memujinya biar dia ingat bahwa dia telah melakukan perbuatan yang baik.



Kita adalah orang yang paling tahu tentang anak kita. Kita juga yang paling tahu bagaimana meng-handle kengeyelannya. Apapun caranya, kita harus ingat untuk tidak mengedepankan marah-marah dan kekerasan ya, Bun. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi