psikologi

Mengenal Pola Asuh di Jerman, Anak Dilatih Mandiri Sejak Dini

Asri Ediyati 13 Jan 2018
Mengenal Pola Asuh di Jerman, Anak Dilatih Mandiri Sejak Dini/ Foto: Thinkstock Mengenal Pola Asuh di Jerman, Anak Dilatih Mandiri Sejak Dini/ Foto: Thinkstock
- Bicara pola asuh, kita semua yakin kalau tiap negara memiliki pola asuh yang khas dan tentunya berbeda. Kali ini seorang ibu asal Oregon, AS, Sara Zaske menuangkan pengalaman dan pemikirannya seputar pola asuh lewat bukunya, Achtung Baby. Buku ini bisa dibilang sebagai hasil analisis ibu Amerika tentang bagaimana budaya Jerman membuka pikirannya soal pola asuh.

Sara dan suaminya meninggalkan Oregon dan pergo ke Berlin, Jerman, dengan anak mereka. Budaya Jerman memberi mereka pandangan mendalam tentang bagaimana orang tua di sana menangani anak, mulai dari menidurkan bayi sampai pola asuh usia dini hingga sekolah dasar.

"Amerika mungkin adalah negeri yang bebas, rumah orang-orang yang berani, tapi Jerman lah yang memiliki anak-anak mandiri dan orang tua yang berani mengalami kegagalan," tulis Sara dalam bukunya dikutip dari USA Today.

Banyak perbedaan antara pola asuh orang tua di Jerman dan Amerika Serikat yang ditunjukkan Sara. Kata Sara orang tua di Jerman memberikan waktu luang lebih banyak untuk anak-anaknya beraktivitas di luar rumah. Selain itu mereka membiarkan anaknya jalan atau bersepeda ke sekolah atau taman bermain sendiri.

"Mereka membuat anak-anak jadi bebas dan bertanggung jawab. Sekolah juga menawarkan pendidikan 'lalu lintas dan mobilitas'. Pelajaran tersebut adalah bagian dari kurikulum reguler dan mencakup pembelajaran aturan jalan dan rambu lalu lintas. Gurunya juga mengajak seluruh kelas untuk berkeliling kota, menunjukkan secara langsung bagaimana lalulintasnya bergerak, apa arti tanda-tanda itu, dan bagaimanamenggunakanfasiltas penyeberangan sepertizebracross," tulis Sara.
Mengenal Pola Asuh di Jerman, Anak Dilatih Mandiri Sejak DiniMengenal Pola Asuh di Jerman, Anak Dilatih Mandiri Sejak Dini/ Foto: Sara Zaske.com


Orang tua di Jerman juga diminta untuk nggak mengantarkan anak mereka ke sekolah lho, Bun. Sebagai gantinya, anak-anak diminta berjalan kaki sehingga mereka bisa belajar rute dan sampai ke sekolah tanpa didampingi orang tua. Soalnya, orang tua di Jerman juga sudah paham kalau anak-anak akan baik-baik saja dengan cara mereka sendiri.

Bahkan saat kecil, anak-anak diperbolehkan berlomba balapan jalan kaki dan bersepeda di depan orang tuanya. Wah, seru juga nih, Bun. Kalau bunda atau ayahnya melarang dan meminta mereka berhenti, anak-anak Jerman akan berhenti dengan rapi di pojok jalan, karena itulah yang telah oran tua mereka ajarkan.

'Achtung Baby' mengikuti jejak buku tentang pola asuh yang berjudul 'Bringing up Bebe' oleh Pamela Druckerman, penulis yang membesarkan anak-anaknya di Paris. Lalu buku parenting yang sangat kontroversial 'Battle Hymn of the Tiger Mother' oleh Amy Chua, seorang ibu Amerika yang mengikuti tradisi Cina. Buku lainnya yang serupa adalah 'Outside the Box' karangan Jeannie Marshall yang membandingkan kebiasaan makan anak-anak di Italia dengan Amerika.

Soal pola asuh yang diterapkan orang tua lain, psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariani atau Nina bilang masing-masing orang tua memang punya gaya tersendiri san itu hak mereka dalam membesarkan anak mereka. Tentunya kita nggak bisa mengomentari begitu saja atau bahkan meniru pola asuh mereka. Hal ini karena kondisi masing-masing anak berbeda.

"Setiap orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya dan kita kan nggak pernah tahu bagaimana kondisi dan nilai yang ada di keluarga tersebut," kata Nina.
(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi