psikologi

Tahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama Hidupnya

Melly Febrida 14 Jan 2018
Tahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama Hidupnya/ Foto: Hassan/detikcom Tahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama Hidupnya/ Foto: Hassan/detikcom
Jakarta - Cemas itu kalau anak sudah berusia 2 tahun tapi ngomongnya belum lancar atau belum jelas. Jadi berpikir ini normal atau nggak ya? Mungkin Bunda ada yang senasib?

Saya sempat bingung saat anak kedua saya belum jelas berbicaranya meski sudah usia 2 tahun. Orang lain yang suka mendengar saja nggak paham, jadi saya harus jadi penerjemahnya meski harus berpikir keras juga, he-he. Tapi saat saya nggak mengerti ucapan si kecil, dia akan marah. Apa anak saya termasuk yang terlambat berbicara ya?

Menurut The American Academy of Pediatry sekitar 15-25 persen anak memiliki masalah keterlambatan berbicara. Anak lelaki yang paling sering terlambat. Para ahli perkembangan mengatakan seharusnya anak sejak usia 12 bulan sudah bisa mengucapkan kata-kata tunggal atau memanggi orang tuanya.
Tahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama HidupnyaTahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama Hidupnya/Foto: thinkstock


Kalau menurut Patricia McAleer Hamaguchi, penulis buku 'Childhood Speech, Language and Listening Problems: What Every Parent Should Know', kebanyakan anak-anak itu baru jelas ngomongnya saat usia dua tahun Bun. Tapi ada juga yang belum dua tahun sudah pandai bicaranya.

Kata Patricia, di masa dua tahun pertama itulah anak-anak merekam semua informasi dari sekelilingnya. "Seiring dengan makin matangnya otak dan otot, mereka mulai bisa mengekspresikan hasrat serta keinginannya dengan berbicara," kata Patricia seperti dikutip dari buku 'Parent Guide Growing Up Usia 2 Tahun'.


Tapi kenyataannya, kata Patricia, perkembangan fisik dan perkembangan kemampuan bicara antar satu anak dengan lain-lainnya berbeda-beda. "Beberapa anak ada yang lebih cepat berbicara dibanding anak lainnya. Begitu juga sebaliknya," tambah Direktur Klinis American Speech-Language-Hearing Association (ASHA), Diane Paul-Brown, Ph.D.

Meski berbeda-beda Bun, Diane mengimbau orang tua tetap mengevaluasi untuk mengetahui penyebab anak terlambat berbicara.

Nah, ini tahapan bicara anak di lima tahun pertamanya, Bun:

1. Akhir Tahun Ke-dua

Batita bisa mengucapkan kalimat yang terdiri dari dua atau tiga kata. Anak juga umumnya bisa mengikuti instruksi sederhana dan mengulang kata-kata yang didengarnya saat orang tuanya berbicara.

2. Akhir Tahun Ke-tiga

Anak bisa mengikuti instruksi dengan dua atau tiga langkah. Ia bisa mengidentifikasi dan mengenali benda umum atau gambar sederhana serta mengerti apa yang dikatakan orang kepadanya. Ia juga bisa berbicara dengan baik dan jelas dengan orang yang berada di luar keluarganya.

3. Akhir Tahun Ke-empat

Anak bisa melemparkan pertanyaan abstrak (mengapa?). Ia juga mengerti konsep sama dan berbeda. Anak bisa menyusun kalimat dengan tata bahasa yang benar. Terkadang meski anak usia 4 tahun sudah berbicara jelas, mereka masih sering salah mengucapkan kata.

4. Akhir Tahun Ke-lima

Anak sbisa menceritakan kembali sebuah cerita dengan kalimatnya sendiri. Anak juga harus pandai merangkai kalimat yang terdiri dari lima kata.

Keterlambatan berbicara pada anak-anak bisa bermacam-macam penyebabnya, Bun. Penulis buku 'The Late Talker: What to Do If Your Child Isn't Talking Yet', Marilyn Agin, M.D., mencatat beberapa penyebabnya:

1. Infeksi telinga

Infeksi telinga berkontribusi terhadap keterlambatan berbicara. Infeksi ini bisa terjadi karena anak bergaul dengan teman sebayanya di taman bermain, di rumah, atau tempat penitipan anak.

2. Otot Mulut

Perkembangan otot mulut yang belum sempurna juga membuat telat berbicara Bun. Anak-anak yang masih makan makanan semi padat, kerap memuntahkan makanan saat makan, sering ngeces, atau sering bernapas lewat mulut biasanya juga mengalami keterlambatan berbicara.

3. Kemampuan Menyimak

Anak-anak yang sulit memahami permintaan kompleks atau nggak peduli dengan kebisingan di sekitarnya, mungkin bakal mengalami keterlambatan berbicara.

Psikolog dari TigaGenerasi, Annelia Sari Sani, MPsi, mengatakan, terlambat bicara terjadi karena kurangnya stimulasi secara langsung, termasuk main gadget. Tapi, untuk memastikannya harus diperiksa dulu. Bisa saja ada hubungan antara speech delay dengan faktor risiko genetik, Bun.

"Lihat dulu juga ada bakat atau tidak. Kalau anak dari dasar genetiknya ada masalah bicara, berarti bukan karena gadget saja kan. Tapi gadget memang bisa memperparah. Misalnya anak di keluarganya ada riwayat speech delay, ditambah penggunaan gadgetnya berlebihan ya jadi semakin parah kan," ujar Annelia.

Anak-anak yang mengalami keterlambatan berbicara bisa frustrasi, Bun, kalau kita tidak membantunya. Patricia mengimbau agar orang sekitarnya membantunya berkomunikasi dengan cara apapun. Bahkan, kita boleh meminta anak menggunakan gerakan tangannya. Cara tersebut menurut para ahli bisa mengatasi masalah keterlambatan berbicara.

Nah, kita perlu khawatir kalau menemukan tanda-tanda ini pada anak:
- Tak bisa mengkombinasikan kata-kata menjadi kalimat yang jelas
- Mengartikulasikan kata-kata dengan sangat buruk, di mana kita bisa lebih dari setengah jam untuk memahaminya
- Tak mau berinteraksi dengan anak-anak atau teman sebaya
- Tidak dapat mengerti atau menjawab pertanyaan mudah
- Tidak bisa mengenali dan menyebut objek sederhana.


Cara Mendorong Kemampuan Bicara
Tahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama HidupnyaTahap Perkembangan Bicara Anak di Lima Tahun Pertama Hidupnya/Foto: dok.HaiBunda


Dokter spesialis anak RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Meta Hanindita, SpA, mengatakan anak berusia di bawah dua tahun itu dalam periode emas, Bun. Pada fase ini, perkembangan otak anak paling pesat sehingga stimulasi harus benar-benar digencarkan.

"Di fase ini, anak harus terus distimulasi. Kalau main gadget nih, kira-kira dia terstimulasi bicara tidak?" kata dr Meta dikutip dari detikHealth.

Untuk menstimulasinya, kita bisa mengajak si kecil mengobrol kapan pun. Saat mandi, memakaikan pakaian, menyuapi, atau saat mau menidurkannya. Pokoknya semua aktivitas yang bunda lakukan bersama si kecil dijelaskan.

Selanjutnya, kalau si kecil bicaranya dua tiga kata, kita perlu meresponsnya lebih dari itu. Tapi, jangan menggunakan kalimat yang kompleks ya, Bun.

Untuk melatih otot mulut, ajak anak bermain gelembung sabun atau meniup bulu-bulu kemoceng, meniup peluit, harmonika, atau seruling. Selain itu bagus juga mengajak anak meminum minuman dengan sedotan atau menyantap mi/spaghetti dengan menyeruputnya.

Bunda juga bisa mengajak anak bernyanyi dan bercerita lewat buku sesering mungkin. Cara ini melatih si kecil mengucapkan kata-kata yang sebelumnya tak perlu ia pikirkan. Selain itu, ajak anak menirukan suara-suara hewan atau yang bunda tunjukkan dari buku. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi