psikologi

Bun, Jangan Lihat Perkembangan Anak Dari Satu Sisi Saja Ya

Radian Nyi Sukmasari 14 Jan 2018
Bun, Jangan Lihat Perkembangan Anak Dari Satu Sisi Saja Ya/Foto: thinkstock Bun, Jangan Lihat Perkembangan Anak Dari Satu Sisi Saja Ya/Foto: thinkstock
Jakarta - Siapa sih yang nggak bangga ketika anak mampu melakukan sebuah hal yang memang patut diacungi jempol. Misalnya nih, Bun, anak batita tapi udah jago menghafal lagu-lagu.

Kayak anak salah satu teman saya yang hafal banget beberapa lagu dalam Bahasa Inggris. Ya, memang sih pengucapannya belum fasih-fasih banget. Tapi untuk anak umur dua tahun, dua jempol deh buat dia dari saya. Beberapa lagu dia hafal lho, Bun. Sebagai orang tua, teman saya ini juga bangga bukan main.


"Padahal gue nggak pernah ngajarin dia. Tapi dia emang sering gue puterin lagu ini dan ternyata dia hafal lho. Utuh satu lagu, tuh, gimana coba?" kata teman saya kala itu dengan nada bangga. Hmm, iya sih orang tua mana ya, Bun, yang nggak bangga kalau anak bisa melakukan sesuatu yang apalagi menurut kita keren.

Eits, tapi ada yang perlu kita ingat nih, Bun. Khususnya batita atau anak di bawah usia tiga tahun proses belajar mereka memang dari indra atau sensorinya. Metode mendengar atau auditori, menulis, menjajal sesuatu atau mengeksplorasi lingkungan bisa jadi pembelajaran lewat sensorinya, demikian dikatakan psikolog anak dari Tiga Generasi Anastasia Satriyo yang akrab disapa Anas.

"Tapi nggak dipaksakan ya. Terus untuk anak dua tahun, bisa nulis dan menghafal sesuatu sebenarnya bukan tugas perkembangannya. Yang perlu diingat kita juga perlu perhatikan juga aspek perkembangan anak yang lain sesuai usianya apa nggak," kata Anas waktu ngobrol sama HaiBunda.


Kata Anas, kayak pada anak teman saya nih, Bun. Pasti kita bangga banget dong si kecil bisa hafal banyak lagu. Tapi, kita juga perlu lihat gimana nih kemandirian anak misalkan kemampuannya menyuap makanan sendiri. Terus untuk toilet trainingnya gimana, udah beres apa belum.

Selain itu, kita juga perlu lihat gimana perkembangan emosi anak apakah dia udah bisa mengenal emosinya dan mengungkapkannya dengan kata-kata, terutama kalau si keci udah bisa ngomong.

"Terus dia kalau sama orang baru gimana adaptasinya. Jadi kita melihat perkembangan anak nggak cuma lihat keren dari satu sisi aja tapi juga lihat sisi perkembangan yang lain," kata Anas.

Otak batita ibarat spons, Bun. Anak akan menyerap informasi yang dia dapatkan. Jadi, sebagai orang tua kita juga perlu pintar-pintar memilih konten yang 'dikonsumsi' anak ya.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi