psikologi

Sudahkah Kita Jadi Orang Tua yang Mendengarkan Anak?

Amelia Sewaka 17 Mei 2018
Sudahkah Kita Jadi Orang Tua yang Mendengarkan Anak?/ Foto: thinkstock Sudahkah Kita Jadi Orang Tua yang Mendengarkan Anak?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Bunda pernah nggak ngerasain momen di mana anak sakit, tapi dia diam aja. Lagi marah pun anak nggak kelihatan marah. Lagi sedih pun biasa aja kelihatannya.

Duh, takutnya kalau anak misal dibully atau ada masalah kan kita nggak tahu ya. Jangan sampai karena masalah anak nggak tertangani dia bisa depresi. Duh, jangan sampai ya, Bun.

Kalau kata Anna Surti Ariani, psikolog anak dari Tiga Generasi kuncinya dekati dulu anak. Buat anak nyaman dengan orang tua jadi berikan dia seperti banyak pelukan, belaian lalu diajak ngobrol.

"Orang tua perlu mendengarkan anaknya. Jangan cuma ngasih nasihat mulu karena biasanya orang tua kan gitu, jadi ya anak juga malas mau ngomong apa," kata psikolog yang akrab disapa Nina ini.



Biasanya nih, dari kasus-kasus yang ada, bisa lho sampai ada anak yang bilang, 'Ah, aku malas makan sama ibu', dan ketika ditanya kenapa alasannya, ya karena kita bawel anak harus menghabiskan makannya, harus makan sayur ini dan itu. Memang itu buat kebaikan anak tapi coba yuk dengarkan dulu apa mau anak, Bun.

"Karena itu perlu banget dengerin anak biar dia bisa mengekspresikan emosinya. Maka orang tua perlu bertanya, tapi juga nanya jangan dibombardir dengan begitu anak jadi bebas berekspresi dan sehat mental," ungkap Nina di tengah acara konferensi pers kampanye Lotte Choco Pie #PremiumMomentstogether, di Tugu Kunstring, Menteng beberapa waktu lalu.

Komunikasi orang tua ke anak ngefek banget lho, Bun, ke perilaku mereka. Ketika komunikasi kita Ke mereka efektif, anak nggak hanya cerdas tapi emosinya juga bisa tumbuh dengan baik.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi