psikologi

Anak Usia Awal Remaja 'Sombong' pada Orang Tuanya, Wajar Nggak Ya?

Radian Nyi Sukmasari 14 Jun 2018
Ilustrasi ibu dan anak usia awal remaja/ Foto: Thinkstock Ilustrasi ibu dan anak usia awal remaja/ Foto: Thinkstock
Jakarta -
Saat masih kecil kalau dicium atau dipeluk anak mau-mau aja. Tapi saat beranjak remaja yaitu umurnya udah memasuki 12 sampai 13 tahun anak jadi 'sombong' nih ke orang tuanya.
Ini seperti yang dialami bunda satu anak bernama Neni. Dia bilang selama sebulan anaknya yang berumur 13 tahun liburan di Jakarta sementara dirinya tetap di Surabaya. Neni bilang si anak jadi sombong nih, Bun. Jadi kalau ditelepon atau di-video call si anak kayak malas-malasan gitu.
"Padahal saya sama ayahnya kangen tapi dia kayak males gitu pas saya hubungi. Jawab ala kadarnya aja. Mungkin anak seumuran dia lagi fasenya begitu ya," kata Neni.
Terkait hal ini, saya coba tanyakan aja, Bun, sama psikolog anak dari Tiga Generasi Fathya Artha Utami. Kata Fathya menginjak awal remaja atau memasuki usia 12-13 tahun anak mulai menunjukkan perilaku seperti menjauh dari orang tua, lebih senang dengan teman-teman, atau melakukan kegiatan sendiri. Misalnya dibanding ke acara keluarga, anak lebih memilih mendengarkan musik di kamar atau pergi dengan teman-teman.
"Hal tersebut wajar pada tahap perkembangan ini karena pada tahap ini anak sedang mengembangkan identitasnya di mana dia nggak mau lagi dianggap anak-anak," kata Fathya.
Biasanya, Bun, anak jadi malu kalau ayah dan bundanya. Tapi, kita juga perlu tahu anak memang belum cukup dewasa untuk dianggap sebagai orang dewasa. Maka dari itu, kata Fathya orang tua baiknya memang nggak memaksa anak untuk tetap jadi sama kayak dulu dan lebih membangun budaya diskusi juga komunikasi terbuka dengan anak.
Misalnya kalau anak dirasa agak 'sombong' saat jauh dari orang tuanya, sebelum video call kita bisa tanya ke anak kapan waktu yang pas untuk video call-an dan pembahasan saat video call juga nggak terbatas hanya pada perasaan kangen bunda atau ayah, tapi juga menanyakan hal-hal lain.
"Contohnya, apa yang anak sedang sukai, hal seru apa yang terjadi selama satu minggu itu, dan sebagainya. Dengan begini orang tua tetap menunjukkan bahwa peran mereka akan selalu ada tetapi tidak memaksakan sesuatu," tutur Fathya.
Bunda juga pernah merasa si kecil jadi 'sombong' seiring mereka memasuki usia awal remaja? Yuk bagikan ceritanya di kolom komentar, Bun.




(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi