sign up SIGN UP search


parenting

Duh! Remaja asal Bogor Rekayasa Penculikan Dirinya Sendiri, Alasannya Tak Terduga

Asri Ediyati   |   Haibunda Kamis, 06 Jan 2022 13:50 WIB
Stop Child Violence and Trafficking. Stop Violence Against Children, child bondage in angle image blur , Human Rights Day concept. Ilustrasi/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tinnakorn Jorruang
Jakarta -

Bunda masih ingat dengan kasus siswi SMP di Sulawesi Selatan yang melakukan rekayasa penculikan karena terinspirasi cerita sinetron? Hal serupa berulang kembali, Bunda. Kali ini kejadiannya dilakukan remaja di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bagi Bunda yang belum tahu berita siswi di Sulsel, singkat cerita pelaku berinisial SR (12) melakukan prank penculikan dirinya. Rekayasa penculikan itu bermula saat SR diberi tahu oleh adik bungsu laki-lakinya bahwa dia akan dimarahi orang tua karena menghilangkan sandal milik ibunya.

Polisi menyebut siswi tersebut terinspirasi cerita sinetron hingga berani melakukannya.


"Iya, semua cerita yang dibangun oleh SR itu katanya terinspirasi cerita sinetron, sinetron yang ada cerita penculikan. Dari situ dia (SR terinspirasi)," ujar Kapolres Pangkep AKBP Ibrahim Aji kepada wartawan di Mapolda Sulsel, di 2020 silam.

Tidak hanya itu. Ibrahim mengungkapkan bahwa SR sempat menenggak sejumlah obat sebelum datang kepada keluarganya dan mengaku diculik.

"Dia juga mengingat salah satu film kisah nyata di salah satu stasiun televisi, kemudian meminum obat paracetamol 2 biji, asam mafenamat 1 biji, antalgin 1 biji," katanya.

Banner Blak-Blakan Mommy ASF Layangan Putus

Bagaimana dengan kasus serupa di Bogor? Jadi, seorang remaja putri berinisial T (14) di Jonggol, Kabupaten Bogor melakukan hal serupa. T membuat skenario seolah-olah dirinya diculik setelah meninggalkan rumah.

Kabar hilangnya gadis tersebut juga sempat viral di Facebook. Informasi yang tersebar di Facebook menyebutkan bahwa korban hilang diculik pria bermotor, Bunda.

Peristiwa ini bermula ketika T pamit dari rumahnya pada Senin (3/1/2022). T meminta izin orang tuanya untuk membeli bedak di minimarket saat itu.

"Sekitar pukul 21.00 WIB, orang tua mendapat kabar dari teman T bahwa anaknya dibawa oleh pria tidak dikenal menggunakan sepeda motor," ujar Kapolsek Jonggol, Kompol Sularso dalam keterangan tertulis, Kamis (6/1/2022).

Polsek Jonggol kemudian melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Hingga pada Selasa (4/1/2022) sekitar pukul 02.00 WIB, polisi mendapatkan informasi bahwa T terlihat berada di sebuah warung kopi di kawasan Citra Indah.

Polisi kemudian bergerak ke lokasi. Benar saja, polisi saat itu menemukan T di sebuah warung kopi.

"Ternyata benar T tertidur di warkop dan langsung dibawa ke Polsek Jonggol," kata Sularso.

Kepada polisi, T akhirnya mengaku bahwa ia merekayasa bahwa dirinya telah diculik. Apa alasan ia melakukan rekayasa penculikan? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(aci/som)
Share yuk, Bun!

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!