psikologi

Menjawab Pertanyaan Anak yang Kena Leukemia 'Aku Sakit Apa?'

Radian Nyi Sukmasari 18 Jul 2018
Ilustrasi anak sakit leukemia seperti anak Denada/ Foto: thinkstock Ilustrasi anak sakit leukemia seperti anak Denada/ Foto: thinkstock
Jakarta - Saat sakit anak-anak bukan nggak mungkin akan menanyakan keadaannya, misalnya tentang penyakit apa yang dia alami. Bisa jadi kalau anak sakit ringan kayak flu atau batuk orang tua lebih mudah menyebut nama penyakitnya ya, Bun. Tapi gimana ketika anak sakit serius misalnya leukemia seperti yang dialami putri Denada, Shakira?

Dalam wawancara eksklusif dengan Rumpi No Secret, Denada bilang si kecil Shakira memang belum tahu dirinya sakit leukemia. Sebagai ibu, Denada sendiri rasanya nggak mampu mengucapkan ke si kecil Shakira bahwa penyakit yang dia alami adalah leukemia.

"Ngomong ke orang kalau Shakira sakitnya leukemia aja aku nggak nyampe, apalagi ngomong ke dia," kata Denada.

Hmm memang ya, Bun, bukan hal yang mudah menjawab pertanyaan anak dirinya sakit apa. Ketika si kecil bertanya soal kondisinya yang nyatanya cukup serius, psikolog anak dari Tiga Generasi, Marcelina Melisa yang akrab disapa Lina, bilang untuk anak seperti Shakira yang umurnya masih 5 tahun, kita bisa pakai analogi, Bun.



Tapi, sebelum pakai analogi sudah pasti orang tua mesti tahu penyakit anak secara medis dan bagaimana kondisinya. Sehingga, ketika menjelaskan ke anak bisa pakai analogi yang tepat, Bun. Lina menyarankan, supaya mendapat pemahaman yang lebih mudah nggak ada salahnya lho kita bertanya ke dokter yang menangani anak kondisi penyakit si kecil seperti apa. Pada leukemia, seperti kita tahu leukemia atau kanker darah terkait dengan sel darah putih.

"Ini kaitannya dengan imunitas jadi kita bisa pakai analogi sel darah putih itu sebagai pejuang atau soldier yang jaga di garis depan. Soldier ini nanti berjuang kalau ada musuh yang kita ibaratkan kuman atau penyakit. Jelasin ke anak soldiernya lagi sakit tapi kita bisa kok bantu istananya (tubuh anak) tetap kokoh," kata Lina waktu ngobrol sama HaiBunda.

Untuk menguatkan anak, nggak masalah kalau kita bilang ke mereka memang keadaannya lagi nggak oke. Tapi, tekankan ke anak ada yang bisa kita lakukan supaya si soldier dalam tubuh mereka tetap bisa berjuang.

"Kalau bilang kanker terlalu abstrak ya untuk anak seusia Shakira. Di usia early childhood kan anak konkret banget. Konkret itu buat anak ya yang bisa dia lihat, dia rasa dan dia alami sendiri," tambah Lina.

Jangan lupa, Bun, Lina menekankan kita harus beri klarifikasi ke anak bahwa saat sakit dia nggak dalam kondisi seperti biasa supaya ekspektasi anak terhadap dirinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari nggak setinggi biasanya. Dengan kata lain, anak jadi tahu batasan dirinya.

"Orang tua boleh memilih untuk nggak menyampaikan term nama penyakit terutama kalau si anak masih kecil, tapi memang sebaiknya dijelaskan keluhannya sepeti apa, apa yang akan dialami anak supaya mereka nggak kaget pas mengalami keluhan itu. Jadi anak udah dikasih intro dulu. Soal diagnosis yang lebih detail dan penyebabnya apa belum perlu ya dijelaskan," tutur Lina.


Bunda bisa simak di sini videocurahanhatiDenada tentang sakit anaknya ya.

[Gambas:Video 20detik]

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi