psikologi

Satu Hal yang Perlu Ortu Lakukan agar Bisa Percaya pada Anak

Amelia Sewaka Rabu, 07 Nov 2018 - 08.03 WIB
Satu Hal yang Perlu Ortu Lakukan agar Bisa Percaya pada Anak/Foto: Istock Satu Hal yang Perlu Ortu Lakukan agar Bisa Percaya pada Anak/Foto: Istock
Jakarta - Ayah atau Bunda pernah mengalami momen di mana anak ngotot ingin melakukan sesuatu? Misal, anak ngotot ingin masuk jurusan A, padahal kita tahu anak sukanya B atau mampunya di bidang B. Kadang, situasi kayak gini bisa memicu perdebatan antara orang tua dengan si kecil.

Tapi sebenarnya, argumen dan perdebatan ini bisa berhenti ketika orang tua percaya atas pilihan anak. Namun, yang namanya kepercayaan nggak mudah tumbuh begitu saja dan butuh satu syarat yaitu bukti.

"Kalau si anak ingin dipercaya sama orang tuanya, termasuk soal pilihan karir, pendidikan dan sebagainya. Katakan pada anak, bahwa kita orang tua butuh bukti. Bantu jelaskan ke anak, 'Pa, Ma, saya layak kok dipercaya'" papar psikoterapis sekaligus psikolog, Sandi Kartasasmita.

Sandi menyarankan, agar orang tua juga bisa menjelaskan ke anak tentang bagaimana cara agar mereka bisa dipercaya. Caranya, beri orang tua bukti bahwa anak memang patut dipercaya, nggak sekadar ingin dipercaya.

Satu Hal yang Perlu Ortu Lakukan agar Bisa Percaya pada AnakFoto: Istock

"Biasanya kalau kita minta dipercaya, justru orang cenderung tidak percaya. Tapi, ketika kita bisa beri bukti, maka kita layak dipercaya. Ini juga berlaku bagi hubungan anak dan orang tua," kata Sandi di tengah diskusi film pada Pekan Proyeksi Jiwa (Projiwa) ke-4 di Unika Atma Jaya Semanggi, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Sandi memberi contoh kasus ketika punya sebuah usaha sebagian orang tua ingin anaknya yang melanjutkan usaha tersebut. Kalau anak setuju, usaha tersebut jatuh ke tangannya, itu tak masalah. Tapi bagaimana kalau anak sudah punya jalan karir sendiri?

"Orang tua manapun pasti ingin anaknya bahagia. Orang tua cari nafkah dari usaha tersebut kan buat anak juga. Coba kita berikan kesempatan, kalau anak punya jalan sendiri, tapi kita bisa bilang ke anak, 'Tolong buktikan pada Papa, kalau kamu bisa sukses di bidang yang kamu mau, jadi Papa bisa tenang'. Fair kan?" imbuh Sandi.

Sandi berkaca dari pengalamannya. Sang kakak bekerja di bidang jurnalistik sedangkan orang tua ingin dia meneruskan usaha keluarga. Namun, karena sang kakak berhasil membuktikan dirinya bisa punya karir yang oke, orang tua Sandi tak memaksa anaknya menjalankan toko tersebut.

"Ya, walaupun sekarang ujungnya jalanin bisnis sendiri tapi setidaknya kakak saya membuktikan pada orang tua saya kalau dia mampu," tambah Sandi.

Pada dasarnya menurut Sandi, tak ada yang namanya profesi buruk. Semua profesi itu bagus dan punya sumbangsih buat bangsa, tinggal dari diri anak sendiri yang buktikan atau tidak buktikan bahwa mereka mampu dan punya hasil karya atau buktinya. Sehingga orang tua juga tenang dalam 'melepas' masa depan anak-anaknya.

(aml/rdn)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi