sign up SIGN UP search


parenting

Saat Pola Asuh Orang Tua Berbeda dengan Kakek- Nenek, Harus Bagaimana?

Asri Ediyati   |   Haibunda Senin, 28 Sep 2020 19:10 WIB
Portrait of a family with two young children posing together outside caption
Jakarta -

Sebagian orang tua mungkin tak ingin menerapkan pola asuh sama dengan mereka sewaktu kecil. Tentu, ini ada hubungannya dengan perubahan zaman dan beberapa aturan yang dianggap kaku. Lalu, bisa jadi perubahan pola asuh ini atas dasar kesepakatan bersama suami.

Bunda juga seperti itu? Ternyata, ada temuan menarik dari Polling Nasional Rumah Sakit Anak C.S. Mott, Michigan, AS tentang Kesehatan Anak. Mereka menemukan bahwa di antara keluarga di mana anak-anak sering atau kadang-kadang dititipkan kakek-nenek, 43 persen memiliki pola asuh yang berseberangan.

Sarah Clark, seorang ilmuwan peneliti di rumah sakit tersebut, mengatakan tim tidak terkejut menemukan salah satu hal yang nomor satu dipertentangkan adalah kedisiplinan. Bagi Clark, ini menjadi tantangan karena disiplin itu subjektif.


"Ini sangat banyak yang terjadi pada saat ini dan juga menantang bagi seseorang di luar rumah untuk datang dan mengevaluasi," kata Clark, dikutip dari Globalnews.

Nah, bagaimana nih orang tua menghadapi perbedaan pola asuh dengan kakek neneknya si kecil? Tammy Schamuhn, seorang psikolog anak, mengatakan bahwa orang tua wajib menghadapi perbedaan ini dengan bijaksana.

"Ketika Nenek mengasuh si kecil, menurut Anda apakah anak Anda merasa dilihat dan didengar? Apakah mereka (anak-anak) merasa orang ini mencintai mereka dan memperhatikan mereka dan tidak hanya duduk di telepon atau layar?" kata Schamuhn.

"Jika jawabannya ya, karena itu yang paling penting, bahwa anak merasa dicintai," ujarnya.

Seperti yang sudah kita bahas bahwa perbedaan pola asuh ini seringkali muncul karena perbedaan generasi. Untuk menghadapinya dengan bijak, Schamuhn mengatakan penting untuk mengutamakan hubungan dan mengakui pengalaman mereka sebagai seseorang yang telah membesarkan anak sebelumnya.

"Pertama kami selalu ingin memulai dengan, 'Apa yang mereka lakukan dengan benar?'. Mereka ingin tahu bahwa mereka dihargai dalam hubungan itu. Apa yang mereka bawa ke meja? Jika kita ingin melakukan diskusi itu, kita akan mulai dengan itu," ujarnya.

Sementara, psikolog keluarga dari Tiga Generasi, Anna Surti Ariani yang akrab disapa Nina ini pernah mengalami hal serupa, perbedaan pola asuh dengan kakek nenek. Yang pertama perlu orang tua ingat adalah kita memang harus yakin kalau anak pasti akan aman bersama kakek dan neneknya.

Selain itu, ajari anak juga (jika sudah usia SD) bahwa aturan di rumah dan aturan di rumah kakek-nenek berbeda. "Saat di rumah, aturannya adalah aturan kita. Seperti aku dulu juga anakku dititipkan di eyangnya. Nah, ketika di rumah kami, anak paham kalau aturannya udah beda nih," kata Nina.

"Anak sendiri bisa memahami bedanya aturan saat usia 1,5 sampai dua tahun. Termasuk kalau anak di rumah nggak boleh makan permen ternyata pas di rumah eyang makan permen, ya itu termasuk konsekuensinya," ujarnya.

Simak juga cerita pola asuh anak Sophie Navita dan Pongky Barata, menyatukan dua budaya dalam satu keluarga:

[Gambas:Video Haibunda]



(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Pantau terus tumbuh kembang Si Kecil setiap bulannya hanya di Aplikasi HaiBunda!