psikologi

Orang Tua Tersangkut Kasus Hukum? Cegah Anak Jadi Depresi

Ratih Wulan Pinandu Kamis, 22 Nov 2018 - 18.29 WIB
Depresi pada anak/ Foto: Thinkstock Depresi pada anak/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Belakangan, marak perundungan yang menyerang anak-anak. Saat jadi sasaran bully, anak-anak jadi mudah tertekan. Ujungnya, akan berakibat buruk pada kondisi psikologis mereka.

Kasus perundungan biasanya disebabkan banyak faktor. Tanpa Bunda sadari, ada beberapa kasus yang disepelekan justru mengundang anak jadi sasaran bully nih.

Sekolah dan lingkungan bermain, jadi tempat yang paling berpeluang untuk menyudutkan anak-anak. Anak bisa saja diserang karena prestasi mereka di sekolah, hingga kondisi keluarganya di rumah.

Tak bisa kita pungkiri ya, Bun, saat orang tua bermasalah maka anak rentan menerima ejekan teman-temannya. Apalagi saat orang tuanya tersangkut kasus hukum. Mereka sering jadi sasaran bully, saat Ibu atau Ayahnya harus menjalani hukuman penjara.

Seperti kasus yang dialami Gubernur Jambi non aktif, Zumi Zola, yang ditangkap karena kasus suap dan gratifikasi. Melansir detikcom, Zumi menangis saat membacakan nota yang menyinggung anak dan keluarganya. Pria 38 tahun itu mengaku sedih selama berada di tahanan karena terpisah dengan anak dan keluarga.


Sebenarnya, bukan hanya ayah saja yang sedih karena terpisah dari keluarga. Diam-diam anak juga sedih lho, melihat masalah orang tuanya. Sebelum anak menjadi trauma, sebaiknya segera cari jalan keluarnya yuk, Bun.

Menurut Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, MPsi, anak yang beranjak dewasa sudah bisa diajak bicara mengenai hal itu. Anak berusia di atas tujuh tahun, memiliki pola pikir yang lebih kompleks.
Foto: iStock

"Jadi kita bisa jelaskan lebih banyak pada mereka tentang kondisi yang tidak menguntungkan bagi keluarga. Contohnya saat salah satu anggota keluarga dibui, biasanya anak usia ini sudah cukup paham bahwa penjara tempatnya orang jahat," ungkap Nina dikutip dari detikcom.

Dikutip dari Psychology Today, anak-anak biasanya akan menunjukan respon emosional ketika orang tua masuk penjara. Muncul kesedihan, ketakutan, rasa bersalah sebagai reaksi atas penahanan orang tua.

Robert T. Muller, PhD menyebutkan, reaksi emosional bisa menjadi masalah prilaku membahayakan. Seperti misalnya anak-anak mudah marah, dan menyebabkan gagal bersosialisasi di sekolah. Bahkan, beberapa diantaranya dapat mengakibatkan depresi dan kecemasan. Berakhir dengan kesulitan menghadapi masalah akademik dan sosial.

Lanjut Robert, segera beri penjelasan dengan bahasa yang mudah dimengerti. Berikan dukungan pada mereka, lalu jelaskan bukan mereka satu-satunya yang mengalami hal itu. Setelah anak memahami, coba mulai ajak untuk mengunjungi orang tuanya di tahanan. Setelah bertemu dengan orang tuanya, anak akan lebih mampu bertahan menerima ejekan. Cara itu bisa mengurangi tekanan, serta mengembalikan harga diri anak saat di-bully.

Meskipun orang tua di penjara, tapi jangan biarkan anak menanggung dampak buruknya juga ya!

(rap/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi