psikologi

Saat Jokowi Tegur Gibran dan Kaesang karena Perang Jualan

Asri Ediyati Selasa, 05 Mar 2019 - 18.59 WIB
Saat Jokowi Tegur Gibran dan Kaesang karena Perang Jualan/ Foto: dok. Mata Najwa Saat Jokowi Tegur Gibran dan Kaesang karena Perang Jualan/ Foto: dok. Mata Najwa
Jakarta - Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep kembali menjadi sorotan netizen dan media. Baru-baru ini, Kaesang mengunggah foto promosi bisnisnya Sang Pisang di Twitter. Agar lebih greget dan menarik perhatian, Kaesang menyertakan tagar #SayNoToMarkobar, untuk menyindir usaha kuliner sang kakak, Gibran.

Gara-gara itu, ia ditegur oleh ayahnya, Joko Widodo. Enggak kalah menarik, Presiden menegur kedua anak laki-lakinya itu melalui Twitter lho, Bun.

"Aduh .... @kaesangp dan @Chilli_Pari kalian nih jauh dari orang tua, sudah punya usaha sendiri, masih suka berantem. Yang rukun dong," balas Jokowi di Twitter.

Dengan nada bercada, Jokowi turun tangan agar kedua putranya bisa bersaing secara sehat. Meski bercanda, jika terjadi sungguhan sibling rivalry malah merugikan, lho, Bun.



Menurut psikolog Aurora Lumban Toruan, sibling rivalry bisa berlangsung sampai dewasa kalau orang tua nggak berupaya menyelesaikan dan mengantisipasi.

Aurora bilang sibling rivalry bisa berlangsung sampai anak dewasa kalau orang tua terus-menerus tidak menerapkan struktur yang jelas. Mulai dari kegiatan rutin yang dibentuk dalam keseharian, dan ketiadaan aturan yang jelas.

"Termasuk juga ekspektasi dari perilaku seperti apa yang bisa diterima, juga konsekuensi dari sikap melawan atau melanggar aturan yang diterapkan yang nggak jelas," tutur Aurora kepada HaiBunda.

Selain itu, kita juga perlu menerapkan hierarki yang jelas di antara anak-anak. Misalnya nih, berkaitan dengan perbedaan usia dan kematangan mereka masing-masing. Jadi anak perlu memahami bahwa semakin mereka dewasa atau semakin besar, maka akan ada benefit atau kepercayaan lebih yang mereka dapatkan.



[Gambas:Video 20detik]

(aci/rap)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi