psikologi

Yuk, Biasakan Si Kecil Minta Maaf Seperti Dilakukan Kaesang

Yuni Ayu Amida Rabu, 06 Mar 2019 - 07.00 WIB
Foto: Instagram Foto: Instagram
Jakarta - 'Pertengkaran' Kaesang Pangarep dan sang kakak, Gibran Rakabuming, bermula dari unggahan gambar yang mempromosikan Sang Pisang. Dalam gambar tersebut, Kaesang menyertakan tulisan 'NO' pada narkoba, dan 'YES' untuk Sang Pisang.

Ia juga memberi tagar #SayNoToNarkoba #SayNoToMarkobar dan #SayYesToSangPisang. Bunda tahu dong, Markobar tak lain bisnis martabak milik Gibran. Usai mengunggah cuitan itu, Kaesang ditegur sang ayah. Jokowi pun meminta kedua anaknya tetap rukun.


"Aduh .... @kaesangp dan @Chilli_Pari kalian nih jauh dari orang tua, sudah punya usaha sendiri, masih suka berantem. Yang rukun dong," tulis Jokowi.

Mendapat teguran tersebut, Kaesang kemudian meretweet cuitan Jokowi sambil minta maaf, "ampun pak ampun saya akan mengulanginya lagi," tulis Kaesang.

Berkaca dari kasus tersebut, meminta maaf merupakan respons yang seharusnya dilakukan seseorang saat melakukan kesalahan. Itu sebabnya, sikap meminta maaf sudah harus dibiasakan sejak anak-anak ya, Bun.

Studi yang dilakukan University of Virginia di AS memaparkan, anak-anak yang mendapat permintaan maaf dari orang yang melakukan kesalahan pada mereka, di kemudian hari akan membuat mereka bisa berbagi lagi dengan orang-orang tersebut.

"Permintaan maaf bisa memperbaiki hubungan meskipun tidak mengurangi sakit hati mereka," ucap salah satu peneliti, Marissa Drell, dikutip dari detikcom.

Selain itu, saat anak-anak terbiasa untuk minta maaf atas kesalahan yang dilakukan, mereka pun akan belajar memaafkan kesalahan orang lain. Apalagi jika anak-anak mendengar komitmen ataupun tindakan nyata orang yang berbuat salah lalu memperbaiki keadaan, maka anak-anak akan jauh merasa lebih baik.

"Meskipun permintaan maaf tidak membuat anak-anak merasa lebih baik, namun itu membantu mereka untuk belajar memaafkan," kata Drell.


Ia menambahkan, meminta maaf juga mengajari anak untuk berprilaku baik dan saling menghargai. Penting juga digarisbawahi bahwa permintaan maaf bukanlah sekadar kata, tapi benar-benar tulus dari hati. Sehingga, kesalahan yang sama tidak akan diulangi dan anak akan membantu mengatasi kesalahan yang telah diperbuatnya.

Ayo, sudahkah Bunda membiasakan minta maaf pada si kecil jika berbuat salah? (yun/muf)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi