Sign Up search


trending

Kisah Sayyida Salme, Putri Selir Kerajaan Zanzibar yang Terusir dari Istana

Annisa Afani Minggu, 22 Mar 2020 16:18 WIB
Kisah Sayyida Salme, Putri Selir Kerajaan Zanzibar yang Terusir dari Istana caption
Jakarta - Sayyida Salme lahir pada 1844 di Zanzibar, sebuah kepulauan di Samudera Hindia yang saat ini telah menjadi bagian dari Tanzania.

Bungsu dari 36 saudara ini lahir dari ibu bernama Jilfidan, yang merupakan seorang selir Sultan Seyyid Said. Meski anak dari seorang selir, dia dapat menikmati hak istimewa untuk tinggal bersama ibunya di sebuah istana terbesar milik sang ayah.


Istana tersebut terletak di Bet il Mtoni, sebuah daerah yang tidak jauh dari Stone Town. Namun pada usia 7 tahun, dia bersama ibunya pindah ke istana salah seorang saudaranya, Majid bin Said.


Pada 1856, ayahnya meninggal, sehingga saudara laki-lakinya, Majid mewarisi tahta yang ditinggalkan. Namun, tiga tahun setelah kematian ayahnya, ibunya menyusul karena wabah kolera.

Setelah kematian ibunya, keluarga Salme terpecah menjadi dua faksi karena meningkatnya korupsi di tahta Madjid. Untuk menghindari perselisihan saudara, Salme berusaha tetap netral, termasuk kepada saudara perempuannya Chole, yang memusuhi Majid.

Hal tersebut akhirnya menyeret dia dalam sebuah konspirasi untuk mengusir Majid dari kursi kekuasaan, demi mengangkat Bargasch sebagai sultan. Salme yang dapat menulis diangkat sebagai sekretaris jenderal di usia 15 tahun oleh Bargasch.

Namun terlepas dari upaya para konspirator, Madjid berhasil menghentikan pemberontakan, dan ketika Bargasch diasingkan di Bombay, Salme mundur dari Istana. Dia pun memulai hidup barunya untuk keluar Istana dan kembali ke kota tempat dia besar bersama ibunya dahulu. Meskipun dia berdamai dengan Majid, upaya perdamaian mereka menyebabkan keretakan yang tidak dapat diperbaiki dengan Chole.

Di Stone Town, seperti dikutip dari BBC, Salme tinggal bersebelahan dengan seorang pedagang asal Jerman bernama Rudolph Heinrich Ruete. Tak lama bertetangga, Salme dan Rudolph pun menjalin hubungan asmara.

{Minggu} Kisah Sayyida Salme, Putri Zanzibar yang Terusir dari Istana karena KonspirasiSayyida Salme dan keluarga/Foto: wikipedia

Kabar tersebut akhirnya sampai ke telinga keluarga kerajaan di Zanzibar, sehingga lingkungan tempat mereka tinggal tidak lagi kondusif. Dan Salme yang saat itu tengah mengandung, bersama Rudolph memilih untuk berpindah-pindah tempat demi menghindari sorotan.

Namun keberadaan mereka selalu diketahui. Bahkan sebuah rumor lain pun mulai tersebar bahwa Rudolph telah memberikan pengaruh buruk pada putri kerajaan tersebut.

Akhirnya, Salme dan Rudolph memilih kembali pindah, namun dalam kondisi terpisah. Salme melarikan diri ke Aden, kota pelabuhan di Yaman untuk melahirkan. Tragis, anaknya meninggal saat persalinan.

Beberapa bulan kemudian, Rudolph menyusul Salme. Kehidupan mereka pun memutuskan pergi ke tanah kelahiran Rudolph di Jerman.

Setiba di sana, Salme mengubah namanya menjadi Emily Ruete. Kehidupannya menjadi lebih baik. Namun tak lama setelah Salme melahirkan anak bungsunya, Rudolph meninggal dalam sebuah kecelakaan kereta.


Sejak itu, Salme merasa terasingkan karena berada di tempat asing, dengan tiga orang anak kecil, sendirian, tanpa teman, dan tanpa uang. Dengan nasib malang yang dialaminya, dia terdorong menulis sebuah buku mengenai kehidupan tragisnya.

Dan meski pergi jauh dari tanah kelahirannya, Salme tampaknya benar-benar mencintai tanah kelahirannya, Zanzibar. Sebab selama dia berpergian dari satu tempat ke tempat lainnya, Salme selalu membawa sekantong pasir dari Zanzibar. Dalam pemakamannya pada 1924, kantong tersebut pun ikut dikubur bersamanya.
Bunda, simak juga apa saja yang dapat memicu keguguran pada ibu hamil, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]




(AFN/jue)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait

Rekomendasi