sign up SIGN UP search


trending

Kisah Tragis Putri Diana: Pernah Mau Bunuh Diri hingga Tewas di Paris

Jujuk Ernawati Minggu, 22 Mar 2020 07:00 WIB
Putri Diana dan Charles caption
Jakarta -

Lebih dari dua dekade silam, atau tepatnya September 1997, kabar mengejutkan mengguncang dunia. The People's Princess, Putri Diana meninggal pada usia 36 tahun dalam sebuah kecelakaan mobil.

Dunia berduka. Itu bukti bahwa dia begitu dicintai, tidak cuma publik Inggris tapi juga masyarakat bumi. Kehidupan seorang putri yang dianggap bak dongeng kerajaan, kenyataannya jauh dari kehidupan Diana yang justru tragis.


Sebelum bertemu Pangeran Charles, Diana hanya seorang gadis pemalu yang dilahirkan dalam keluarga aristokrat. Diana lahir pada 1 Juli 1961 di Park House, sebuah rumah yang disewa orang tuanya dari Ratu Elizabeth II.

Dikutip dari biography.com, Diana merupakan putri dari Viscount dan Viscountess Althrop, Edward John Spencer dan Frances Ruth Burke Rosche. Orang tuanya bercerai ketika Diana masih kanak-kanak dan hak asuh dimenangkan ayahnya.

Diana punya dua saudara perempuan, Lady Jane Followes dan Lady Sarah McCorquodale serta seorang kakak laki-laki, Charles Spencer. Dia menjadi Lady Diana Spencer setelah ayahnya mewarisi gelar Earl Spencer pada 1975.

Dia bertemu pertama kalinya dengan Charles pada November 1977 di rumah keluarga Spencer. Saat itu, usia Charles 29 tahun dan Diana 16 tahun. Charles mengunjungi Althrop untuk berburu dan dia dirumorkan memiliki hubungan asmara yang singkat dengan saudari Diana, Sarah.

Jika saudarinya tak tertarik menikah dengan raja masa depan, berbeda dengan Diana. Dia mengatakan kepada teman-temannya bahwa suatu hari nanti akan menikah dengan Charles. Bahkan sambil tertawa, dia bilang, Charles adalah satu-satunya pria di planet ini yang tidak diizinkan menceraikan dirinya.

Pada pertemuan pertamanya, Charles mengingat Diana sebagai gadis yang menyenangkan. "Saya ingat, dia gadis 16 tahun yang sangat ceria, lucu dan menarik," katanya dikutip dari Telegraph.

Dua tahun setelahnya, Charles dan Diana kembali bertemu. Mereka diundang untuk tinggal di rumah Philip de Pass di Sussex. Diana yang kala itu hampir menginjak 19 tahun mulai dekat dengan Charles selama akhir pekan musim panas.

Mereka terlibat dalam percakapan yang intim tentang kesedihan yang dialami Charles karena ditinggal kekasihnya dan kerabatnya, Lord Mountbatten. "Dia ada di sekitarku selama sisa malam itu, mengikutiku berkeliling seperti anak anjing," kata Diana.

Pasangan itu pun akhirnya mulai berkencan meski terpaut usia 12 tahun. Mereka lebih sering berpacaran lewat telepon. Dilaporkan keduanya hanya bertemu secara pribadi sebanyak 13 kali, sebelum akhirnya Charles melamar Diana.

Mereka mengumumkan pertunangan pada Februari 1981. Namun pada hari itu, Diana mengaku trauma karena jawaban Charles yang tak terduga. Saat itu, seorang reporter bertanya kepada mereka, "Apakah kalian saling jatuh cinta?"

Diana menjawab ya dengan tegas. Tetapi Charles justru berbalik dan bilang, "Begitulah, apapun maksudnya jatuh cinta itu."

Meski demikian, akhirnya mereka menikah di St Paul's Cathedral, setelah enam bulan bertunangan. Pernikahan mewah mereka disiarkan di televisi dan disaksikan oleh 750 juta orang di seluruh dunia. Menjadikannya sebagai salah satu pesta pernikahan kerajaan paling berkesan sepanjang masa.

Pada 21 Juni 1982, lahir Pangeran William. Kemudian 15 September 1984, lahir Pangeran Harry. Namun Charles kecewa dengan kelahiran Harry karena dia menginginkan seorang putri. Setelah mendengar reaksi Charles, Diana mengaku sesuatu dalam dirinya mati dan itu menjadi awal menuju akhir pernikahan mereka.

Perselingkuhan Charles

Setelah kelahiran Harry, semakin jelas bahwa Charles dan Diana bukan pasangan yang harmonis. Charles mulai berselingkuh dengan Camilla pada tahun 1986, yang pada akhirnya menciptakan skandal besar di seluruh dunia ketika berita itu ramai dipublikasikan media pada awal tahun 1990-an.

Pada 1992, Charles dan Diana memutuskan berpisah. Dikutip dari Reader's Digest, dalam biografi Diana: Her True Story - In Her Own Words, terungkap Diana menyebut Camilla Parker Bowles sebagai orang ketiga dalam pernikahannya. Namun yang mengejutkan, suaminya sendiri tak berusaha menutupi perasaan cintanya kepada Camilla sejak awal pertunangan hingga sepanjang pernikahan dengan Diana.

Konon, Charles dan Camilla punya nama panggilan sayang, Fred dan Gladys. Dua minggu sebelum menikah dengan Diana, Charles telah memberikan gelang untuk Camilla dengan inisial G dan F. Charles juga tampak mengenakan aksesori emas yang diukir dengan huruf Cs pada jamuan makan malam.

Perasaan Charles yang mencolok kepada Camilla membuat Diana cemburu. Dia bahkan memberitahu kepada saudarinya sempat tidak ingin melanjutkan pernikahan dengan Charles. Namun saat itu, Diana sudah terlambat dan tak punya pilihan selain menikah dengan calon raja Inggris itu.

Setelah menikah, Diana bahkan mengaku pernah mendengar Charles menelpon Camilla ketika suaminya itu sedang mandi. Yang lebih memilukan, dia juga melihat foto Camilla jatuh dari buku harian Charles. Dan Charles baru mengaku selingkuh dengan Camilla untuk pertama kalinya pada 1994.

Sepanjang pernikahannya yang bermasalah, Diana mengaku memiliki kehidupan seks yang buruk, dia sempat mengalami depresi dan gangguan makan (bulimia) selama bertahun-tahun. Belum lagi hubungannya yang tak dekat dengan Ratu Elizabeth II lantaran Diana dianggap sebagai putri pemberontak, yang kerap melanggar protokol kerajaan.

Akumulasi masalah tersebut membuatnya hampir bunuh diri. "Saya sangat tertekan dan mencoba untuk memotong pergelangan tangan saya dengan pisau cukur," ujarnya.

Di tengah kondisinya yang tertekan, Diana sempat dekat dengan beberapa pria, namun pria yang membuatnya benar-benar jatuh cinta adalah seorang ahli bedah jantung asal Pakistan, Hasnat Khan yang dia temui pada 1995.

Karena skandal antara Diana dan Charles kian mencoreng Istana, Ratu Elizabeth II mendesak mereka untuk secara resmi mengakhiri pernikahan. Dan tepat pada Agustus 1996, pernikahan mereka resmi berakhir.

Diana mempertahankan gelarnya sebagai Princess of Wales dan apartemennya di Istana Kensington. Namun dia kehilangan gelarnya sebagai Her Royal Highness atau Yang Mulia serta takhta Inggris.

Usai pernikahannya berakhir, Diana fokus kepada dua putranya. Dia juga tetap aktif dalam kegiatan amal, dengan membantu tunawisma, orang dengan HIV dan AIDS serta anak-anak yang membutuhkan.

Tewas di Paris

Diabaikan selama pernikahan oleh Charles, membuat Diana dekat dengan beberapa pria, tak cuma dengan Khan. Dikutip dari Cheatsheet, pria pertama yang dikabarkan mengisi kekosongan hatinya adalah seorang perwira Kapten James Hewitt.

Setelah Hewitt dipindahtugaskan, Diana dekat dengan Khan dan menyebutnya sebagai pria dalam hidupnya. Bahkan menjulukinya Mr Wonderful. Mereka menjalin asmara selama dua tahun sejak awal 1995. Diana ingin menikah dengannya, namun Khan menolak karena khawatir dengan dampak yang ditimbulkan kelak.

Akhirnya hubungan mereka berakhir. Pada 1997, Diana dekat dengan Dodi Al Fayed yang merupakan putra sulung taipan Harrords Mohamed Al Fayed. Diana bersama kedua putranya pernah diundang liburan ke kapal pesiar keluarga Dodi di selatan Prancis.

Setelah itu, pertemuan mereka lebih intens tanpa ditemani kedua putra Diana. Dan malam sebelum kecelakaan maut yang merengut nyawa Diana, dia bersama Dodi pada tanggal 30 Agustus 1997 berada di Paris. Kabarnya, Dodi telah membeli dua cincin untuk pertunangan mereka. 

Diana dan Dodi meninggalkan Ritz Hotel pada dini hari tanggal 31 Agustus 1997 menuju apartemen Dodi. Mobil Mercedes Benz hitam yang dikemudikan Henri Paul melaju kencang karena banyak dibuntuti paparazzi.

Saat di terowongan Pont de L'Alma, mobil tersebut menabrak pilar hingga rusak parah. Sopir dan Dodi dinyatakan meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan Diana dan pengawalnya Trevor Rees-Jones yang mengalami luka parah dilarikan ke rumah sakit.



Diana meninggal beberapa jam setelah sampai di rumah sakit. Sementara Trevor satu-satunya penumpang yang selamat dalam insiden tragis tersebut.

Mantan suaminya, Pangeran Charles, saudara perempuan Diana serta anggota keluarga kerajaan tiba di Paris pagi itu. Jenazah Diana langsung dibawa kembali ke London.

Duka mendalam menyelimuti keluarga Diana, terutama kedua putranya, William dan Harry yang saat itu masih berusia 15 dan 12 tahun. Pemakamannya dilakukan pada 6 September 1997 dan disiarkan di televisi.

Seperti sebagian besar hidupnya, kematian Diana menjadi sorotan media dan menjadi subjek dari banyak teori konspirasi. Awalnya, paparazzi yang mengikutinya disalahkan atas insiden tersebut, tetapi kemudian terungkap bahwa sopir berada di bawah pengaruh alkohol. Hasil investigasi menyimpulkan penyebab tabrakan itu bukan karena paparazzi.

Bunda bisa simak dampak anak terlalu lama nonton tv di video berikut ini yuk:

[Gambas:Video Haibunda]





(jue/jue)
Share yuk, Bun!

Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!