HaiBunda

TRENDING

Apa itu Herd Immunity dan Kaitannya dengan Penyembuhan Corona?

Siti Hafadzoh   |   HaiBunda

Jumat, 22 May 2020 12:04 WIB
Apa itu Herd Immunity dan Kaitannya dengan Penyembuhan Corona? Foto: Getty Images/iStockphoto/ChesiireCat
Jakarta -

Akhir-akhir ini konsep herd immunity sedang ramai dibicarakan. Herd immunity disebut sebagai salah satu cara yang dapat membantu melawan virus COVID-19.

Herd immunity adalah istilah epidemiologis yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana populasi secara keseluruhan dilindungi dari penyakit. Tergantung pada tingkat orang yang divaksinasi.

Dengan kata lain, herd immunity merupakan kondisi sebagian kelompok manusia yang telah memiliki kekebalan tertentu terhadap sebuah sebuah penyakit. Sehingga diyakini jika dalam sebuah negara herd immunity sudah terbentuk, maka virus Covid-19 akan sembuh dengan sendirinya.


Namun sayangnya, menurut para ahli, konsep ini sangat berbahaya, Bunda. Pada kondisi ini banyak orang yang sudah memiliki kekebalan terhadap penyakit. Kekebalan seseorang dapat muncul kalau dia sudah pulih dari infeksi penyakit atau lewat vaksinasi.

World Health Organization (WHO) mengatakan, tidak ada yang aman sampai semua orang selamat dari virus ini. Akan berbahaya jika sebuah negara mencapai herd immunity.

"Ini adalah penyakit serius, ini adalah musuh publik nomor satu, kami telah mengatakannya berulang-ulang," kata Dr Mike Ryan, direktur eksekutif program kedaruratan kesehatan WHO dikutip dari Telegraph.

Menurut Sugiyono peneliti mikrobiologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), herd immunity adalah solusi terakhir. Ini adalah skenario terburuk dalam menangani Corona.

"Herd immunity adalah skenario terburuk sebetulnya, jangan sampai kita terinfeksi semua karena biaya perawatan bisa menjadi lebih mahal," kata Sugiyono dikutip dari Antara News.

Herd immunity membutuhkan jumlah orang yang terinfeksi dan sembuh dalam jumlah besar. Untuk kasus Corona yang belum ditemukan vaksinnya, ini akan menimbulkan risiko besar, Bunda.

Jadi, lebih baik mendorong pencegahan, jangan sampai tertular. Jangan sampai menunggu sakit dulu lalu kebal.

Saat ini, ada dua jenis pencegahan, yaitu farmasi dan non farmasi. Pencegahan farmasi berupa penelitian vaksin dan obat untuk corona. Sedangkan, pencegahan non farmasi berupa menjaga jarak demi menekan angka penularan.

Lihat juga fakta social distancing untuk mencegah penyebaran corona berikut ini:

(sih/rap)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh Lengkap: Arab, Latin & Artinya

Mom's Life Natasha Ardiah

Momen Melly Goeslaw & Anto Hoed Dampingi Anak Wisuda di UI, Begini Ungkapan Bahagianya

Mom's Life Annisa Karnesyia

8 Tanaman yang Mengeluarkan Oksigen saat Malam

Mom's Life Arina Yulistara

100 Ucapan Ramadhan 2026 dari Kata Selamat Buka Puasa hingga Kartu Hampers

Mom's Life Natasha Ardiah

Dalil tentang Hukum Puasa bagi Pekerja Berat: Bolehkah Tidak Berpuasa karena Pekerjaan?

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Momen Melly Goeslaw & Anto Hoed Dampingi Anak Wisuda di UI, Begini Ungkapan Bahagianya

5 Rekomendasi Film Action untuk Ditonton saat Sahur, Tayang di BLOCKBUSTER SAHUR MOVIES TRANS TV

8 Tanaman yang Mengeluarkan Oksigen saat Malam

100 Ucapan Ramadhan 2026 dari Kata Selamat Buka Puasa hingga Kartu Hampers

Gemas, Putri Greysia Polii Menangis Larang Sang Bunda Berhenti Main Bulu Tangkis

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK