HaiBunda

TRENDING

Saleha Jabeen, Sang Muslimah Pertama di Angkatan Udara Amerika Serikat

Kurnia Yustiana   |   HaiBunda

Sabtu, 23 May 2020 06:30 WIB
Saleha Jabeen/ Foto: Foto Angkatan Udara AS oleh Sersan. Armando A. Schwier-Morales
Jakarta -

Saleha Jabeen tak menyangka bisa bergabung dalam Angkatan Udara Amerika Serikat. Perjuangan hidupnya di AS sendiri sudah dimulai sejak belasan tahun lalu.

Saleha Jabeen adalah wanita dari India yang datang ke AS untuk kuliah 14 tahun silam. Awalnya, wanita Muslim kelahiran 1986 itu semangat menyelesaikan kuliah di bidang bisnis agar bisa segera bekerja di perusahaan bonafid.

Namun setelah saudara laki-lakinya bergabung dengan militer, Saleha Jabeen justru tertarik mengikuti jejaknya. Bersama tenaga medis dan pendeta, ia ikut membantu para tentara.


"Kakaklah yang menjadi inspirasi saya," ujar Saleha Jabeen, dikutip dari Air Force Times, Sabtu (23/5/2020).

Di sinilah Jabeen banyak bersinggungan dengan korps chaplain hingga tertarik menjadi anggotanya. Kariernya juga bisa terus berkembang.

Lalu Saleha Jabeen mendapat dukungan dari Islamic Society of North America untuk menjadi chaplain muslimah pertama. Nah, chaplain ini adalah yang bertanggung jawab atas kebutuhan religius anggota militer.

Saleha Jabeen/ Foto: Foto Angkatan Udara AS oleh Sersan. Armando A. Schwier-Morales

Dia diajak bergabung dengan Air Force Chaplain, Department of Defence. Wanita berhijab yang berusia 33 tahun ini resmi menjadi chaplain berpangkat letnan dua pada 18 Desember 2019.

"Tuhan tolong saya," ujar Jabeen saat penunjukkannya sebagai letnan dua disaksikan keluarga, teman, dan mentornya. Penunjukan Saleha Jabeen dilakukan di Catholic Theological Union (CTU), Chicago, dikutip dari Sofmag.

Pimpinan Air Force Chaplain Maj. Gen. Steven Schaick memimpin langsung penunjukan Jabeen. Kehadiran Saleha Jabeen disambut gembira korps chaplain, yang menganggap kebebasan beragama adalah kemenangan bagi semua orang.

"Korps chaplain ada untuk membantu tiap penerbang mendapat kebebasan menjalankan agamanya. Adanya Jabeen tidak hanya kemenangan bagi Islam tapi semua agama dan kepercayaan. Saya sangat bangga dengan adanya Jabeen di korps chaplain," kata Schaick.

Simak juga video dr. Sumy Hastry, ahli forensik wanita pertama di Indonesia, yang sangat inspiratif:



(kuy/som)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia

Mom's Life Amira Salsabila

Terpopuler: Transformasi Tissa Biani Turun Hampir 10 Kg

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Bahaya Tersembunyi Menempatkan Cermin di Kamar Tidur Menurut Feng Shui

Mom's Life Nadhifa Fitrina

Momen Anak Artis Jago Main Ice Skating hingga Ikut Kompetisi, Ada Putri Fitri Tropica

Parenting Nadhifa Fitrina

12 Kalimat yang Tanpa Disadari Bikin Pekerja Hebat Terlihat Tidak Profesional

Mom's Life Arina Yulistara

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Kisah Ratu Wilhelmina dan Penolakannya terhadap Kemerdekaan Indonesia

Terpopuler: Transformasi Tissa Biani Turun Hampir 10 Kg

Bahaya Tersembunyi Menempatkan Cermin di Kamar Tidur Menurut Feng Shui

Momen Anak Artis Jago Main Ice Skating hingga Ikut Kompetisi, Ada Putri Fitri Tropica

12 Kalimat yang Tanpa Disadari Bikin Pekerja Hebat Terlihat Tidak Profesional

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK