sign up SIGN UP search


trending

5 Fakta tentang Keluarga Bos Restoran di Bogor yang Positif Corona

Annisa Afani Senin, 03 Aug 2020 17:46 WIB
Infected patient on takecare of Doctor and nurse with x-ray Lung in quarantine lying on bed in hospital from coronavirus covid 19 disease. Covid19 or corona virus is world global social issue concept. caption
Jakarta -

Bunda sudah mendengar berita soal delapan orang yang berasal dari satu keluarga di Bantarjati, Kota Bogor, yang terinfeksi COVID-19? Salah satunya yang merupakan pemilik restoran diketahui telah meninggal dunia.

"(Keluarga yang terinfeksi COVID-19 itu) 6 (orang domisili) Kota (Bogor), 2 (warga) Kabupaten (Bogor)," kata Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim, Minggu (2/8/2020).

Berikut fakta lainnya soal keluarga pemilik restoran:Dedie menuturkan, anggota keluarga yang positif terinfeksi virus Corona menjalani perawatan di rumah sakit (RS). Sementara sebagian anggota keluarga lainnya juga menjalani isolasi mandiri di rumah. Dia pun mengatakan Rumah Makan Pondok Bahrein, di Jalan Pandawa Raya, Bogor Utara, yang merupakan usaha yang dikelola sang pemilik restoran, menjadi klaster penyebaran COVID-19.


1. Pemilik restoran meninggal

Seperti yang diketahui, 6 orang dari anggota keluarga berdomisili Bantarjati, dan dua orang lainnya dari Kabupaten Bogor. Sementara pemilik restoran, yakni sang ayah dinyatakan telah meninggal dunia.

"Pemilik restoran hari ini (2/8/2020) meninggal di RSUD Kota Bogor," kata Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, dikutip dari detikcom

2. Penutupan restoran

Restoran tersebut kini harus ditutup selama 14 hari, Bunda. Dan dalam waktu yang bersamaan pula, beberapa anggota keluarga harus menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi secara mandiri

"Yang pasti restoran tutup 14 hari, sudah dilakukan disinfektan juga 2 hari yang lalu. Selanjutnya akan ada pengecekan setelah melihat perkembangannya seperti apa, mengingat yang terjangkit cukup banyak," katanya

3. Tes swab

Sebanyak 17 orang yang melakukan kontak erat dengan keluarga tersebut telah ditelusuri, hingga para pegawai restoran pun harus ikut menjalani tes swab. Menurut Didie, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor masih menunggu hasil tes para pegawai tersebut.

Ribuan warga Solo menjalani tes swab di Balai Kota  pada akhir pekan. Tes swab tersebut digelar sebagai upaya untuk atasi penyebaran virus Corona.Ilustrasi tes swab/ Foto: Agung Mardika

4. Sempat adakan resepsi

Ternyata, keluarga ini sebelumnya sempat menggelar resepsi atau hajat pernikahan di restoran, Bunda.

"Kan gini, ini juga ternyata beberapa waktu lalu mereka (1 keluarga bos restoran) mengadakan kegiatan ngunduh mantu. Kawinan, kawinan, ngunduh mantu. Di restoran itu (saat melaksanakan ngunduh mantu)," kata Dedie.

Dedie mengungkapkan kegiatan resepsi pernikahan ini digelar sebelum sang ayah dinyatakan positif COVID-19. "Sebelum, sebelum (acara digelar sebelum ayah dinyatakan positif COVID-19)," lanjutnya.

5. Penelurusan yang sudah kontak erat

Resepsi pernikahan tersebut digelar sebelum mengetahui sang ayah positif COVID-19. Didie mengungkapkan bahwa kini timnya sedang melakukan pengumpulan nama-nama yang memiliki kontak erat dengan keluarga tersebut.

Bunda, simak juga tips ngantor aman di masa new normal dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(AFN/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi