sign up SIGN UP search


trending

Kisah Feby Febiola Didiagnosis Kanker Ovarium, Awalnya Perut Kembung & Ingin Muntah

Yuni Ayu Amida   |   Haibunda Rabu, 05 Aug 2020 08:14 WIB
Feby Febiola caption
Jakarta -

Artis Feby Febiola tengah berjuang menghadapi kanker ovarium yang diidapnya, Bunda. Ia pun kini berani terbuka soal kondisinya.

Diakui Feby saat ini kondisinya baik-baik saja. Dia tidak merasakan sakit ataupun lemas, hanya saja aktivitasnya terbatas karena harus mendapatkan banyak istirahat.

"Overall kondisi gue oke, gue bisa olahraga, treadmill sedikit - sedikit, berenang, jadi everything fine, dan gue normal, jadi gue baik-baik saja," kata Feby Febiola, dilansir YouTube Maia Estianty, Selasa (4/8/2020).


Feby pun menceritakan awal mula ia didiagnosis kanker ovarium stadium 1 c. Hal tersebut diketahui saat Feby menjalani USG sekitar dua bulan lalu. Saat di USG dokter menemukan bahwa ada massa di indung telur sebelah kanan Feby.

"Habis itu disuruh tumor marker dan ct scan, karena tumor marker itu harus ke Jakarta dan waktu itu lagi PSBB, jadi hasilnya baru 2 minggu lagi. Cek darah, hasil darah gue baik-baik saja, gue sudah mulai lega dong, fungsi hati oke. Tumor marker masih 2 minggu. Ct scan keliatan, jadi massanya udah besar banget, sekitar 16 cm tumornya," papar Feby.

Istri Franky Sihombing ini akui sebelum ia tahu ada tumor tubuhnya, ia tidak merasakan gejala apapun. Menstruasinya juga normal. Hanya saja ia sedikit merasa kembung di waktu-waktu tersebut. Makan pun rasanya mulai tidak enak dan seperti ingin muntah.

Feby FebiolaFeby Febiola/ Foto: Instagram Feby Febiola

Ia kemudian dirujuk ke dokter onkologi. Dokter tersebut pun memutuskan agar tumor Feby segera diangkat. Dan sehari setelah operasi tersebut, Feby baru mengetahui bahwa tumor yang menyerang tubuhnya adalah tumor ganas.

"Gue enggak tahu kenapa waktu dengar kanker ganas santai saja, entah pasrah atau pengaruh obat bius," ujar Feby.

Lebih lanjut, wanita 42 tahun ini menuturkan bahwa hal yang membuatnya cemas kala itu adalah terkait apakah kankernya tersebut sudah menyebar atau tidak dalam tubuhnya.

"Yang paling serem pas dokter bilang, kita sudah angkat semua tumornya, tapi untuk tahu sampai mana penyebarannya kita harus tunggu seminggu lagi, itu muka gue langsung pucet," tuturnya.

"Seminggu itu gue tiap hari berdoa biar tenang, ternyata setelah seminggu, ketemu dokter lagi aman belum nyebar, tapi harus kemo 6 kali," sambungnya.

Feby mengatakan, setelah melakukan kemo pertama, badannya terasa lebih sehat. Berat badannya bahkan naik 3 kilogram. Hanya saja, ia juga mengalami efek samping kemo.

"Kemo efeknya ada, sekitar dua tiga hari, gue ngerasa badmood, pegel-pegel, terus kayak ada semut, disetrum setrum, mual dikit, tapi nafsu makan gue banyak banget, makan mulu," paparnya.

Sementara itu, Feby akui saat ini ia tetap berusaha untuk berpikir positif dan tenang dalam menjalani pengobatan.

"Jadi ya gue berusaha state of mine gue di posisi yang tenang, gue enggak mau mikir yang enggak-enggak, hidup mati di tangan Tuhan, bukan kita yang menentukan," ujarnya.

Simak juga terkait benarkah deodorant dapat menyebabkan kanker payudara dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/som)
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!