sign up SIGN UP search


trending

Mengenal Joshua Wong, Aktivis yang Serukan Boikot Film Mulan

Annisa Karnesyia Kamis, 10 Sep 2020 10:19 WIB
Joshua Wong caption
Jakarta -

Film Mulan yang rilis 4 September 2020 di Disney Plus, menuai kritik dan boikot di Twitter. Salah satu yang begitu vokal memboikot film ini adalah aktivis Hong Kong, Joshua Wong.

Joshua Wong menyerukan pemboikotan dengan mengkritik Disney dan pemeran Mulan, Liu Yifei. Pria 23 tahun ini juga ikut mempopulerkan tagar #BoycottMulan, Bunda.

"Film ini dirilis hari ini. Tapi karena Disney tunduk pada Beijing dan Liu Yifei secara terbuka dan bangga mendukung kebrutalan di Hong Kong, saya mendorong semua orang yang percaya hak asasi manusia untuk #BoycottMulan," tulis Wong, dikutip Rabu (9/9/2020).


Pemboikotan film Mulan ini adalah buntut dari komentar Liu Yifei di akun Weibo miliknya beberapa waktu lalu. Artis 33 tahun itu memposting dukungan untuk polisi Hong Kong, yang dikritik karena melakukan aksi brutal pada pendemo.

Sosok Joshua Wong begitu terkenal di Hong Kong. Ia adalah aktivis pro-demokrasi dan politikus. Wong pernah menjabat sekretaris jenderal partai pro-demokrasi Demosisto, sebelum dibubarkan karena penerapan undang-undang keamanan nasional Hong Kong pada 30 Juni 2020.

Dilansir BBC, Joshua Wong terlahir mengidap disleksia yang mengalami kesulitan membaca dan menulis. Ia kemudian mendaftar untuk jurusan Ilmu Politik dan Administrasi Publik di Universitas Terbuka dengan bantuan sang ibu.

Wong mulai berani menjadi aktivis saat berusia 14 tahun. Ia ikut demonstrasi menentang rencana pembangunan jalur kereta api berkecepatan tinggi di Hong Kong.

Dua tahun kemudian, Wong mendirikan kelompok aktivis mahasiswa pro-demokrasi Scholarism. Kelompoknya ini berhasil menantang pemerintah dan menjadi pusat perhatian.

Joshua WongJoshua Wong/ Foto: Instagram @joshua1013

Pada tahun 2012, Wong mengumpulkan lebih dari 100.000 orang untuk memprotes rencana Hong Kong menerapkan pendidikan patriotik yang wajib di sekolah. Di tahun 2014, Wong pernah mengadakan konferensi pers untuk mengumumkan hasil ujian masuk universitasnya, Bunda.

Pada bulan September 2014, pria kelahiran 1996 ini memimpin unjuk rasa dan menduduki halaman depan markas pemerintahan. Keesokan harinya, 60 orang termasuk dirinya, ditangkap dan ditahan selama 40 jam.

Penangkapan Wong ini memicu kemarahan publik. Pengunjuk rasa lain datang ke daerah itu untuk bergabung. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan Umbrella Movement.

Joshua Wong dianggap sebagai pemimpin aksi protes. Untuk urusan yang satu ini, dia mengaku tak setuju dan merasa tak nyaman, Bunda.

"Saya merasa tidak nyaman dan bahkan kesal ketika mendengar pujian ini. Ketika Anda terkena gas air mata namun memutuskan untuk tetap protes meski ada penindasan dari pemerintah, saya tidak bisa melakukan apa pun selain menatap kotak makan dan dinding kosong ruang tahanan, dan merasa tak berdaya," kata Wong.

Wong akhirnya dipenjara karena Umbrella Movement. Ia menjalani hukuman singkat dan dibebaskan Juni 2019 karena melakukan upaya banding. Dikutip dari The Guardian, di tahun yang sama, Wong dilarang pengadilan Hong Kong untuk bepergian ke luar negeri.

Padahal, kala itu dia akan ke London, Inggris, untuk menerima penghargaan terkait hak asasi manusia dan kebebasan berpendapat dari parlemen Inggris. Wong adalah orang Hong Kong kedua yang menerima hadiah tersebut setelah aktivis Chen Guangcheng pada tahun 2013.

Bulan Juli 2020, Joshua Wong mendaftarkan diri sebagai kandidat pemilihan dewan legislatif Hong Kong yang berlangsung bulan September. Namun, pemerintah mendiskualifikasi Wong, Bunda.

Ia adalah salah satu dari 12 calon oposisi dewan legislatif yang didiskualifikasi dari pencalonan. Pemerintah Hong Kong membantah keputusan ini disebut melanggar hak sipil.

Simak juga cara mendidik anak agar tak jadi korban bullying, di video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/kuy)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi