sign up SIGN UP search


trending

5 Fakta Penusukan Syekh Ali Jaber di Lampung, Pelaku akan Dites Kejiwaan

Annisa Karnesyia Senin, 14 Sep 2020 11:45 WIB
Syekh Ali Jaber caption
Jakarta -

Pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk orang tak dikenal saat sedang ceramah. Peristiwa itu terjadi pada Minggu (13/9/2020) di Masjid Falahuddin, Bandar Lampung.

Kejadian ini langsung menarik perhatian publik. Video penusukan pelaku pada Syekh Ali Jaber juga tersebar di media sosial. Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan peristiwa ini, Bunda.

"Jadi benar ada kejadian penusukan dari seorang pelaku di tengah kegiatan masyarakat yang bersifat keagamaan dengan mengundang Syekh. Pas kegiatan itu, terjadi penusukan yang dilakukan seseorang yang tidak dikenal," kata pria yang akrab disapa Pandra itu.


Terkait peristiwa tersebut, berikut 5 fakta-fakta yang telah HaiBunda rangkum dari berbagai sumber:

1. Ditusuk saat ingin foto bersama jemaah

Penusukan terjadi pada ketika Syekh Ali Jaber ingin berfoto bersama jamaah. Saat itu, Syekh Ali Jaber memanggil ibu dan anaknya dan mencari pinjaman handphone untuk foto.

Pandra mengatakan bahwa Syekh Ali Jaber mengira pelaku akan meminjamkan handphone. Namun, pelaku justru menusuk Syekh Ali Jaber.

"Pada saat diberikan kesempatan siapa yang punya foto, datanglah 1 orang tersangka ini dikira Syekh Ali Jaber itu dia mau meminjamkan handphone-nya," ujar Pandra.

2. Syekh Ali Jaber sempat memberikan perlawanan

Polisi menyebut Syekh Ali Jaber sempat menangkis pisau pelaku penusukan. Akibatnya, lengan bagian atas dan bahu Syekh Ali Jaber mengalami luka robek.

"Rupanya dengan kewaspadaan yang tinggi, Syekh Ali Jaber itu sempat melakukan perlawanan dengan menangkis," ujar Pandra, dikutip dari detikcom, Senin (14/9/2020).

3. Syekh Ali Jaber mencabut sendiri pisau dari lengan

Syekh Ali Jaber bersyukur bisa selamat dari insiden ini. Ia bahkan mencabut pisau yang tertancap di lengannya hingga patah. Patahan pisau itu lalu diambil olehnya.

"Saya bisa selamat karena Allah takdirkan. Saya angkat tangan di posisi ke depan leher dan dada, dan tusukan cukup keras, cukup kuat, sampai separuh pisau masuk ke dalam, cukup dalam," ucap Syekh Ali Jaber, salam video yang diunggah di YouTube miliknya, Minggu (13/9/2020).

"Alhamdulillah di tangan, bukan di leher, sampai patah pisaunya. Saya sendiri yang lepaskan pisaunya, yang sudah patah di dalam. Saya keluarkan, alhamdulillah, alhamdulillah, inalillahi wainailaihi rojiun," sambungnya.

4. Pelaku penusukan Syekh Ali Jaber

Pelaku penusukan berinisial AA langsung diamankan polisi usai kejadian. AA diketahui tinggal tak jauh dari lokasi terjadinya penusukan.

"Untuk tersangka ini atas nama inisialnya adalah AA, berusia 24 tahun. Beralamat tidak jauh dari lokasi tempat kejadian perkara," kata Pandra.

Sebelumnya, AA diamankan oleh para jamaah dan petugas. Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan mendalam dan akan diperiksa kondisi kejiwaannya. Menurut Pandra, pelaku memberikan keterangan yang berubah-ubah.

"Tim penyidik berkeinginan untuk meminta keterangan dari pada saksi ahli, dalam hal ini mungkin rumah sakit jiwa di Provinsi Lampung di daerah Pesawaran," ucapnya.

5. Kondisi Syekh Ali Jaber

Setelah peristiwa penusukan, Syekh Ali Jaber langsung dilarikan ke Puskesmas Gedong Air, Bandar Lampung. Kini, kondisi pria 44 tahun itu dalam kondisi baik. Dalam unggahan Ustaz Yusuf Mansur di Instagram, Syekh Ali Jaber terlihat sudah mengajar lagi di sebuah masjid.

"Ga ngaruh apa2 ke Syeikh Ali. Alhamdulillaah. Ini malam ini lsg ngisi lagi. lsg ngajar lagi. Syukur alhamdulillaah...," tulis Yusuf Mansur, dikutip Senin (14/9/2020).

Meski begitu, banyak pihak meminta kasus ini segera ditangani, Bunda. Menko Polhukam Mahfud MD meminta aparat keamanan segara mengungkapkan identitas dan motif pelaku penusukan.

Ia mengatakan bahwa Syekh Ali Jaber adalah sosok yang kerap membantu pemerintah, terutama dalam mengingatkan masyarakat tentang virus Corona. Ia meminta pelaku penusukan ditangani secara terbuka dan adil.

"Aparat keamanan Lampung supaya segera mengumumkan identitas pelaku, dugaan motif tindakan, dan menjamin bahwa proses hukum akan dilaksanakan secara adil dan terbuka," kata Mahfud, dalam keterangannya pada media.

Simak juga cerita Feby Febiola tentang kanker ovarium yang diidapnya, dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(ank/som)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi