sign up SIGN UP search


trending

Dianiaya & Anak Diambil Paksa, Mantan Istri Syekh Dubai Minta Tolong di Medsos

Yuni Ayu Amida Senin, 14 Sep 2020 20:34 WIB
Sheikha Zeynab Javadli caption
Jakarta -

Mantan istri seorang Syekh terkemuka dari keluarga kerajaan Dubai membuat heboh dunia maya. Ia mengunggah sebuah video permintaan bantuan lantaran ketiga anaknya direbut paksa.

Melansir Daily Mail, Sheikha Zeynab Javadli mengunggah serangkaian video yang mengejutkan 15 ribu lebih pengikutnya di Instagram pada Kamis (10/9/2020). Dalam video tersebut tampak sekelompok pria yang ingin memasuki rumahnya.

Pria-pria tersebut diduga terkait dengan mantan suaminya, Sheikh Saeed bin Maktoum bin Rashid Al Maktoum, miliuner Dubai yang juga keponakan penguasa Dubai saat ini.


Zeynab sendiri merupakan mantan pesenam Azerbaijan dan peraih medali Kejuaraan Dunia dan Eropa. Dia menikahi Syekh Al Maktoum (43) pada 2015. Tetapi pernikahan mereka kandas sembilan bulan lalu.

Dulunya, ia sempat tinggal di istana kerajaan, namun setelah pisah, Zeynab keluar dan membawa tiga putrinya, Sana (4), Asiya (3), Salama (1). Zeynab kini tinggal bersama orang tuanya di sebuah vila pribadi.

Dalam video yang diunggahnya, wanita 29 tahun tersebut nampak sangat tertekan. Ia juga terdengar berbicara tentang orang-orang yang dia duga terkait dengan mantan suaminya tersebut.

"Aku tidak bisa menyerahkan anak-anakku kepada orang asing. Ini cara mereka memperlakukanku. Tidak ada hukum di sini," kata Zeynab dalam videonya.

Sheikha Zeynab JavadliSheikha Zeynab Javadli/ Foto: instagram

Zeynab juga mengklaim bahwa dia telah mengalami penganiayaan selama sembilan bulan terakhir yang melibatkan penganiayaan fisik dan emosional.

"Manajer dari Syekh melakukan semua ini padaku. Tidak ada yang mencoba membantuku, mereka berkata, 'ini adalah masalah Syekh, kami tidak bisa melakukan apa-apa'," katanya.

Dalam video tersebut juga terdengar suara salah satu anak Zeynab yang masih kecil yang sangat memilukan hati.

"Anda tidak dapat membawa kami ke mana pun," kata anak kecil tersebut.

Zeynab yang putus asa juga mengatakan bahwa selama ini dirinya seperti terkurung, tanpa makanan, air, atau barang-barang lainnya. Dia juga mengeluh bahwa ponselnya yang berisi bukti penganiayaan yang selama ini ia alami juga diambil darinya.

Lebih lanjut, teman-teman Zeynab pun merasa khawatir dengan kemungkinan Zeynab telah 'ditahan' karena tidak ada komunikasi darinya sejak postingan Instagram-nya tersebut. Meskipun teman-temannya berulang kali mencoba menghubunginya. Keberadaan anak-anaknya juga tidak diketahui, dan sumber juga menduga bahwa orang tuanya mungkin telah ditangkap.

Seorang teman mengatakan kepada Mail Online, Zeynab harus mengunci dirinya di sebuah ruangan karena orang-orang tersebut mencoba mengambil anak-anaknya darinya dan mengembalikan mereka ke istana.

"Kami semua sangat khawatir karena kami belum mendengar kabar dari Zeynab selama beberapa jam. Dia sangat menderita selama sembilan bulan terakhir. Dia ingin meninggalkan Dubai bersama anak-anaknya dan menjalani kehidupan yang lebih bebas," kata temannya tersebut.

"Saya sangat berharap dia aman tetapi tidak ada yang bisa membantunya. Zeynab bahkan menghubungi kedutaan Azerbaijan untuk meminta bantuan tetapi mereka mengatakan tidak ada yang dapat mereka lakukan," sambunganya.

Sementara itu, seorang pengacara hak asasi manusia dari Detained International, David Haigh yang kerap kampanye terkait mereka yang menderita pelanggaran hak asasi manusia di Dubai dan negara-negara lain mengatakan bahwa mereka sudah mengetahui kasus Zeynab. Beberapa wanita dalam situasi seperti dialami Zeynab ini telah berhasil melarikan diri tetapi sayangnya, mayoritas tidak.

"Di Dubai, wanita kerajaan dan wanita pada umumnya diperlakukan sangat buruk. Hak asasi mereka ditolak dan tidak diizinkan untuk hidup semaunya. Zeynab adalah anggota keluarga kerajaan yang dianiaya. Dia menghadapi intimidasi dan isolasi dan aku khawatir itu tidak akan berakhir baik untuknya," kata Haigh menjelaskan.

Simak juga perasaan khawatir ibunda atas pilihan Oscar Lawalata dalam video ini:

[Gambas:Video Haibunda]



(yun/jue)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi