HaiBunda

TRENDING

Menkes Sebut Lebih dari Setengah Pasien Omicron Tanpa Gejala

Mutiara Putri   |   HaiBunda

Senin, 03 Jan 2022 19:40 WIB
Ilustrasi Varian Omicron/Foto: Getty Images/iStockphoto/Thomas Faull
Jakarta -

Angka penularan COVID-19 di Indonesia semakin hari semakin menurun, Bunda. Namun, ada berbagai macam faktor yang dipercaya bisa membuat Indonesia kembali berada dalam gelombang lanjutan atau gelombang tiga.

Menurut Ahli Epidemologi Universitas Indonesia Dr. dr. Tri Yunis Miko Wahyono, M.Sc, setidaknya ada tiga hal yang menjadi peluang Indonesia masuk dalam gelombang tiga COVID-19. Salah satunya adalah adanya varian baru yakni Omicron.

Varian Omicron pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, Bunda. Dikabarkan, Omicron memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada varian Delta sehingga membuat banyak negara yang menutup pintu masuk bagi siapa saja yang baru datang dari Afrika.


Dr. Miko mengungkapkan bisa jadi varian baru ini membuat Indonesia dilanda gelombang ketiga.

"Nah ada varian baru lebih parah. Pada waktu diberitakan Omicron ini, Belanda sudah kemasukan. Berarti ada kemungkinan Indonesia sudah kemasukan. Satgas sudah mengabarkan untuk menutup pintu (kedatangan dari Afrika Selatan)," paparnya beberapa waktu lalu.

Baru-baru ini, beberapa orang di Indonesia dikabarkan telah tertular varian Omicron ini, Bunda. Namun, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebutkan kalau sekitar setengah dari total pasien yang terkonfirmasi tidak memiliki gejala sama sekali.

Sementara itu, setengah lainnya yang terkonfirmasi memiliki gejala hanya menunjukkan gejala-gejala yang ringan.

"Dari 152 kasus Indonesia, itu lebih dari setengahnya adalah tanpa gejala. Setengahnya lagi adalah sakit ringan. Artinya tidak membutuhkan oksigen, saturasi masih di atas 95 persen," ujar Menkes dalam konferensi pers virtual terkait evaluasi Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Ringannya gejala yang diperlihatkan oleh pasien Omicron juga diungkapkan langsung oleh Direktur Badan Kesehatan Amerika Serikat (CDC), Rochelle Walensky, Bunda. Gejala umum yang terlihat paling sering adalah batuk dan kelelahan.

"Penyakitnya ringan di hampir semua kasus yang terlihat sejauh ini, dengan gejala yang dilaporkan terutama batuk dan kelelahan," ujarnya.

"Satu orang dirawat di rumah sakit, tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan," sambungnya kemudian.

Wallensky pun menambahkan, bahwa pihaknya masih terus melakukan penelitian tentang varian ini, Bunda. Mereka juga masih terus mengumpulkan data-data yang diperlukan.

Ada banyak hal yang masih menjadi tanda tanya bagi CDC. Salah satunya adalah kemampuan vaksin dalam melawan infeksi Omicron.

Sementara itu, Menkes RI mengungkapkan kalau ada sejumlah peningkatan pada pasien COVID-19 varian Omicron. Namun, tidak ada pasien yang membutuhkan perawatan intensif di rumah sakit.

Pasien yang terkonfirmasi Omicron hanya mengonsumsi beberapa obat dan vitamin. Setelahnya, pasien akan sembuh dan diperbolehkan pulang,

Lantas ada berapa persen pasien Omicron RI yang sudah sembuh dan dikembalikan ke rumah ya, Bunda? TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

(mua/mua)

Simak video di bawah ini, Bun:

Varian JN.1 Picu Kenaikan COVID-19 di Indonesia, ini Gejalanya, Bun

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Mom's Life Annisa Karnesyia

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Parenting Nadhifa Fitrina

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

Mom's Life Amira Salsabila

Cerita Larissa Chou Besarkan Anak ADHD, Lakukan Hal Ini saat Tahan Emosi

Parenting Nadhifa Fitrina

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Kehamilan Dwi Indah Nurcahyani

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

5 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Overthinking di Malam Hari

Potret Nabila Syakieb Bareng Sang Ponakan Guzel, Sering Disebut Kembar

Lebih Hemat AC Nyala Terus atau Mati Hidup? Ini Kata Pakar

7 Surat yang Dibaca saat Hamil 4 Bulan

Hati-hati! 7 Karakteristik yang Dianggap Lembut Ini Bikin Orang Terlihat Kurang Bijaksana

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK