HaiBunda

TRENDING

Duh! 116 Ribu Dosis Vaksin COVID-19 AstraZeneca Kedaluwarsa di Bengkulu, Kok Bisa?

Tim HaiBunda & Tim HaiBunda   |   HaiBunda

Rabu, 02 Mar 2022 15:23 WIB
ilustrasi vaksin/ Foto: Getty Images/iStockphoto/chayakorn lotongkum
Jakarta -

Vaksinasi COVID-19 hingga kini masih digalakkan untuk menekan kenaikan kasus positif. Ya, meskipun belakangan tren kasus positif menurun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut gelombang ketiga COVID-19 belum tentu sudah dilewati. Seminggu ke depan diprediksi jadi momen penentuan.

Juru bicara program vaksinasi COVID-19 dr Siti Nadia Tarmizi mengatakan ini lantaran liburan panjang di akhir Februari lalu tampak membuat mobilitas masyarakat meningkat. Dampaknya terhadap perkembangan wabah COVID-19 mungkin baru akan terasa dalam beberapa hari ke depan.

"Prediksi kita ini kan pada minggu keempat dan awal Maret ini. Karena kita melihat adanya potensi lonjakan kasus yang bisa saja terjadi akibat libur panjang pada minggu ini," kata Nadia dalam konferensi pers daring yang disiarkan kanal Youtube Kemenkes, baru-baru ini.


Akan tetapi, di tengah kabar penentuan gelombang ketiga COVID-19 Indonesia, sebanyak 116 ribu dosis vaksin jenis AstraZeneca ternyata sudah kedaluwarsa di Bengkulu. Kenapa demikian?

Kondisi ini terjadi karena capaian vaksinasi belum berjalan dengan maksimal dan stok melimpah, Bunda.

Banner Kebiasaan di Eropa/ Foto: Annisa Shofia

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengungkapkan, dari 301.900 dosis vaksin jenis AstraZeneca yang diterima provinsi Bengkulu, ada 116 ribu yang mengalami kedaluwarsa pada Senin (28/2/2022) kemarin.

"Seluruh vaksin yang sudah kedaluwarsa tersebut semuanya adalah jenis AstraZeneca," ujar Herwan dalam siaran pers, Selasa (1/3/2022).

Lebih lanjut, Herwan mengatakan stok vaksin AstraZeneca lebih banyak yang membuat vaksin tersebut kedaluwarsa. Di samping itu, warga yang belum divaksinasi juga masih banyak karena tidak bisa menjangkau.

"Faktor lain juga karena saat akan divaksin banyak warga yang masih berada di kebun, dan ada juga masyarakat yang belum divaksin dosis satu dan dua," kata Herwan menjelaskan alasannya.

Herwan pun mengatakan pihaknya akan mengejar capaian dan menghindari banyaknya dosis vaksin yang kedaluwarsa. TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Simak juga rekomendasi vaksin booster COVID-19 untuk ibu hamil melalui video berikut:



(aci/pri)

TOPIK TERKAIT

ARTIKEL TERKAIT

TERPOPULER

5 Etika Perlu Diajarkan ke Anak saat Silaturahmi Lebaran, Bunda Perlu Tahu

Parenting Nadhifa Fitrina

5 Cara Menghindari Jin Dasim Perusak Rumah Tangga

Mom's Life Arina Yulistara

Selfie Menyusui Kian Populer di Media Sosial, Begini Respons dan Manfaatnya

Menyusui Melly Febrida

Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome, Komplikasi Langka pada Kehamilan Kembar Identik

Kehamilan Melly Febrida

Zendaya Tanggapi Kabar Dinikahi Tom Holland, Sebut Foto yang Beredar AI

Mom's Life Amira Salsabila

REKOMENDASI
PRODUK

TERBARU DARI HAIBUNDA

Potret Inul Mudik ke Kampung Halaman di Sidoarjo, Bagi-bagi 1.500 Hampers

5 Etika Perlu Diajarkan ke Anak saat Silaturahmi Lebaran, Bunda Perlu Tahu

Selfie Menyusui Kian Populer di Media Sosial, Begini Respons dan Manfaatnya

Mengenal Twin to Twin Transfusion Syndrome, Komplikasi Langka pada Kehamilan Kembar Identik

5 Drama Korea tentang Sekolah, Angkat Kisah Cinta hingga Persahabatan

FOTO

VIDEO

DETIK NETWORK