sign up SIGN UP search


trending

Kronologi Irfan Hakim Dilarikan ke IGD Usai Makan Keripik Pedas, Langsung Tumbang

Annisa A   |   Haibunda Rabu, 08 Jun 2022 14:10 WIB
BAHAYA MAKAN PEDAS
Sakit Perut caption

Setiap orang memiliki toleransi terhadap rasa pedas yang berbeda-beda, Bunda. Tapi, bukan berarti benar-benar tidak ada efek samping pedas bagi yang makannya terlalu pedas dan banyak. Seperti Irfan Hakim, Bunda bisa saja dilarikan ke IGD karena memakan keripik pedas.

Kepedasan lada diukur dengan unit satuan yang disebut SHU. Apapun di atas 1 juta SHU itu sangat pedas. Beberapa orang, ketika makan pedas dapat mengalami gangguan pencernaan yang parah, mual, muntah, sakit perut, diare, bahkan pingsan.

Ada penelitian yang menunjukkan, mengonsumsi makanan pedas dalam jangka panjang dan banyak dapat meningkatkan risiko kanker perut dan tenggorokan, Bunda. Terlebih lagi, jangan coba-coba berikan makanan pedas kepada balita karena ini akan menyebabkan kejang dan kematian.


Namun, Bunda tetap boleh kok mengonsumsi pedas. Asalkan tidak berlebihan. Kalau terlalu sering makan pedas, berikut dampak buruknya:

1. Diare

Terlalu banyak makan pedas dapat menyebabkan diare. Dilansir Insider, bumbu pedas paling sering menyebabkan diare.

Capsaicin yang terkandung dalam beberapa makanan pedas dapat mengiritasi lapisan lambung atau usus. Ini mungkin memiliki efek pencahar bagi beberapa orang.

2. Gastritis

Gastritis atau juga dapat terjadi ketika lapisan kulit lambung terinflamasi dan bisa disebabkan oleh makanan pedas. Sebagian besar orang mengalami gastritis akut yang gejalanya muncul tiba-tiba.

Gejala gastritis mencakup mual, muntah, dan merasa penuh di perut bagian atas setelah makan. Untuk mencegah membahayakan perut, cobalah mengurangi makanan pedas ya, Bunda.

3. Heartburn

Heartburn terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. Inilah yang menyebabkan rasa seperti terbakar di bagian dada.

"Cabai pedas, kari pedas, dan makanan pedas lainnya memicu refluks cairan lambung ke kerongkongan yang menyebabkan mulas," kata Dr Janette Nesheiwat.

(anm/som)
HALAMAN :
ARTIKEL SELANJUTNYA
Share yuk, Bun!
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!
Rekomendasi

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!