Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

trending

Kisah Miliarder Bryan Johnson Hadapi Penyakit Autoimun, Suntikkan Plasma Darah dari Anaknya Seumur Hidup

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 09 Jul 2026 16:25 WIB

Miliarder Bryan Johnson
Miliarder Bryan Johnson/ Foto: Instagram @bryanjohnson_
Jakarta -

Bryan Johnson merupakan salah satu miliarder teknologi yang cukup populer di Amerika. Baru-baru ini, kisahnya yang bertekad untuk 'hidup selamanya' alias menolak tua kembali menjadi sorotan publik, Bunda.

Johnson mengungkap bahwa dia kini tengah menghadapi penyakit autoimun. Pria 48 tahun ini mengaku bahwa kondisi autoimun yang diidapnya ini tidak dapat disembuhkan.

Melansir dari Metro, Johnson pernah menjadi berita utama karena mengenalkan teknik anti-penuaan yang tak biasa, di mana dia menghabiskan jutaan dollar untuk memperpanjang hidupnya dan mengurangi usia biologis menjadi usia 18 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Johnson menyebut gaya hidupnya sebagai Project Blueprint. Ia mengonsumsi 54 suplemen dalam satu hari, makan di antara pukul 6 pagi dan 11.30 pagi, dan mengikuti program olahraga yang ketat.

Pada tahun 2023, Johnson menjalani enam kali transfusi plasma satu liter setiap bulannya. Salah satunya disumbangkan oleh sang putra.

Pendiri dan mantan CEO Kernel ini juga menciptakan perangkat untuk memantau dan merekam aktivitas otak. Ia setidaknya menghabiskan sekitar US$2 juta atau setara Rp33 miliar per tahun untuk menjalani protokol anti-penuaannya, termasuk biaya staf medis, tes, perawatan, dan terapi.

Dengan pola makan vegan yang ketat, Johnson diketahui mengonsumsi sekitar 1.977 kalori per hari dalam jangka waktu yang singkat. Ia mengatur asupannya hanya berdasarkan data biomarker, bukan selera atau preferensi.

Johnson tidur pukul 20.30. Selama periode tersebut, dia memantau kualitas tidurnya dan data medis lainnya serta menjalani MRI dan USG secara teratur, yang diawasi oleh sekitar 30 dokter.

Ungkap diagnosis autoimun ke publik

Johnson mengungkap diagnosis autoimun yang diidapnya ini melalui unggahan di media sosial. Pria yang juga dikenal sebagai ahli biohacking ini mengatakan bahwa penyakitnya cukup sulit untuk dideteksi.

"Kabar buruk #1: Saya mengidap penyakit autoimun. Perut saya seperti sedang menggerogoti dirinya sendiri," tulisnya di media sosial.

"Kabar buruk #2: 2-5% orang juga mengidap penyakit ini. Kemungkinan lebih banyak lagi, karena penyakit ini sulit dideteksi."

Johnson tidak menyadari kondisinya. Namun, sekarang dia sedang berusaha untuk mencari obatnya. Pria kelahiran Utah, Amerika Serikat ini juga tengah menjalani pengobatan yang tersedia untuk mengelola gejalanya.

"Saya akan mencoba menyelesaikannya. Akan saya bagikan semuanya," ungkapnya.

Johnson ungkap kondisinya jauh sebelum didiagnosis autoimun

Dalam unggahan panjangnya di X, Johnson menjelaskan bahwa, saat masih kecil, dia memang tidak menjaga pola makannya. Ia melahap makanan cepat saji dan mengonsumsi minuman manis.

Setelah beberapa tahun di usia 20-an menjalani 'hidup yang sehat', dia mendapati bahwa kesehatannya menurun lantaran harus menangani stres dan kesibukan dalam membangun bisnis, serta menjalani peran sebagai ayah. Setelah memeriksakan diri, Johnson baru mengetahui kalau dirinya mengidap penyakit yang disebut gastritis autoimun (AIG).

"Dalam beberapa tahun, saya terjerumus ke dalam depresi kronis yang mendalam," katanya.

"Di suatu titik dalam rentang waktu itu, tubuh saya mulai mengembangkan proses autoimun yang memengaruhi tiroid dan kemudian lapisan lambung."

Johnson juga pernah didiagnosis mengidap hipotiroidisme pada usia 21 tahun. Saat itu, ia mengatasi kondisinya dengan pengobatan umum selama hampir tiga dekade. Johnson mulai memperhatikan tanda-tanda bahwa 'ada sesuatu yang lain sedang terjadi' pada tubuhnya.

Namun, baru pada bulan Mei tahun ini, dia diberitahu tentang AIG yang diidapnya. AIG merupakan suatu kondisi peradangan kronis yang dimediasi oleh sistem kekebalan tubuh.

"Saya tidak yakin sudah berapa lama saya mengidapnya. AIG menyebabkan kerusakan permanen: kekurangan nutrisi, anemia, dan dalam jangka panjang, peningkatan risiko kanker," tulis Johnson.

Jika dilihat ke belakang, dia mengaitkan berbagai hal dengan kondisi tersebut, seperti kadar feritin (protein yang menyimpan zat besi) yang rendah selama 11 tahun. Namun, dia tidak pernah mengalami anemia. Tapi, tidak ada cara yang berhasil meningkatkan kadar zat besinya, bahkan dari makanan atau vitamin.

Johnson mengaku bahwa dia baru saja 'merombak' tim medis pribadinya untuk membuat Immortals Care, terobosan tentang skema umur panjang, yang menghabiskan dana 1 juta dollar AS juta per tahun. Namun, secara tiba-tiba diagnosis autoimun ini muncul, Bunda.

Saat ini, Johnson dan timnya akan memantau kondisinya dengan cermat dan melakukan tes tambahan untuk lebih memahami AIG. Ia percaya bahwa obat itu dapat ditemukan.

Demikian kisah miliarder Bryan Johnson yang dikenal karena upayanya untuk menolak penuaan, dan baru-baru ini mengungkap diagnosis autoimun ke publik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda