trending
33 Negara Minta Warganya Siaga Siapkan Stok Makanan dan Air di Rumah, Ada Apa?
HaiBunda
Jumat, 06 Nov 2026 15:25 WIB
Daftar Isi
Sejumlah negara di dunia mulai mengimbau masyarakat untuk menyiapkan persediaan makanan, air minum, dan kebutuhan darurat di rumah. Berdasarkan peta yang dihimpun Newsweek, sedikitnya 33 negara di enam benua telah mengeluarkan panduan kesiapsiagaan untuk menghadapi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
Imbauan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap risiko bencana alam, serangan siber, gangguan infrastruktur, hingga ketegangan geopolitik. Meski begitu, anjuran Negara siaga ini bukan berarti masyarakat harus panik atau melakukan penimbunan barang secara berlebihan.
Lantas, apa alasan di balik imbauan tersebut dan negara mana saja yang masuk dalam daftar? Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini, Bunda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
33 Negara mengimbau warganya menyiapkan stok makanan dan kebutuhan darurat
Mengutip laman Newsner, peta yang disusun Newsweek menunjukkan sedikitnya 33 negara telah memberikan panduan kepada masyarakat untuk menyimpan persediaan makanan, air, dan perlengkapan darurat di rumah.
Imbauan ini tersebar di enam benua, dengan alasan dan ketentuan yang berbeda-beda di setiap negara.
Berikut daftar 33 negara yang telah mengeluarkan panduan kesiapsiagaan tersebut:
- Inggris
- Irlandia
- Prancis
- Jerman
- Belanda
- Denmark
- Norwegia
- Swedia
- Finlandia
- Estonia
- Latvia
- Lithuania
- Polandia
- Republik Ceko
- Austria
- Swiss
- Kroasia
- Kanada
- Meksiko
- Amerika Serikat
- Cile
- Kolombia
- Argentina
- Brasil
- Afrika Selatan
- Jepang
- Taiwan
- Israel
- India
- Filipina
- Singapura
- Australia
- Selandia Baru
Mengapa semakin banyak negara mengeluarkan imbauan tersebut?
Alasan setiap negara tidak sepenuhnya sama. Jepang, misalnya, mendorong masyarakat menyiapkan persediaan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa bumi besar. Sementara itu, negara-negara Baltik dan Nordik memperhatikan risiko ketegangan geopolitik serta gangguan infrastruktur, termasuk jaringan listrik.
Inggris juga menyoroti potensi cuaca ekstrem, serangan siber, dan kemungkinan terganggunya layanan penting. Adapun Amerika Serikat turut mempertimbangkan risiko konflik internasional.
Di sisi lain, imbauan menyiapkan kebutuhan darurat sebenarnya bukan hal baru bagi sejumlah negara. Finlandia dan Swedia, misalnya, telah lama mendorong warganya agar mampu memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri ketika terjadi keadaan darurat.
Berapa lama persediaan yang perlu disiapkan?
Ketentuan persediaan berbeda di setiap negara. Namun, sebagian besar panduan mendorong masyarakat untuk memiliki kebutuhan dasar yang cukup selama setidaknya 72 jam atau tiga hari.
Beberapa negara bahkan menyarankan persediaan untuk jangka waktu lebih lama, yakni sekitar satu minggu hingga 10 hari.
Di Amerika Serikat, FEMA merekomendasikan masyarakat menyiapkan kebutuhan darurat untuk minimal tiga hari, dan idealnya hingga dua minggu.
Sementara itu, Jepang menganjurkan warganya memiliki persediaan makanan, air, dan perlengkapan kebersihan untuk setidaknya tiga hari, atau satu minggu jika memungkinkan.
Mengutip Thairath Online, strategi kesiapsiagaan Uni Eropa atau EU Preparedness Union Strategy yang disahkan pada 26 Maret 2025 juga mendorong masyarakat agar mampu memenuhi kebutuhan sendiri setidaknya selama 72 jam ketika terjadi krisis.
Apa saja kebutuhan yang sebaiknya disiapkan di rumah?
Meski rinciannya dapat berbeda, beberapa perlengkapan dasar yang umumnya disarankan untuk menghadapi keadaan darurat antara lain:
- Air minum yang cukup untuk kebutuhan setiap anggota keluarga.
- Makanan tahan lama yang tidak memerlukan proses memasak.
- Radio bertenaga baterai atau radio engkol tangan untuk memperoleh informasi darurat.
- Senter dan baterai cadangan.
- Kotak pertolongan pertama.
- Power bank dan perlengkapan pengisi daya ponsel.
- Persediaan obat-obatan yang biasa dikonsumsi sesuai kebutuhan.
- Perlengkapan kebersihan dan sanitasi.
Di tengah perhatian dunia terhadap kesiapsiagaan bencana, pemerintah Indonesia juga menekankan pentingnya masyarakat tetap waspada tanpa perlu panik.
Sekretaris Jenderal Dewan Keamanan Nasional (NSC) Thailand menyampaikan bahwa imbauan persediaan selama 72 jam di berbagai negara berkaitan dengan kesiapan menghadapi bencana dan keadaan darurat secara umum, bukan semata-mata ancaman perang.
Dalam pemberitaan yang sama, Perdana Menteri Thailand mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, tetapi tidak sampai menimbulkan kepanikan. Masyarakat juga disarankan menyiapkan kebutuhan secara wajar untuk menghadapi risiko yang lebih dekat, seperti banjir bandang dan pemadaman listrik.
Pakar hubungan internasional dan keamanan, Associate Professor Dr. Panithan Wattanayakorn, menjelaskan bahwa peningkatan kesiapsiagaan di berbagai negara berkaitan dengan tiga kelompok risiko utama, yaitu bencana alam yang semakin berat, ancaman siber, serta meningkatnya potensi konflik berskala besar.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
11 Isi Tas Siaga Bencana, Catat ya Bunda
Atalia Praratya Ajak Warga Siapkan Tas Siaga Bencana, Intip Isinya yang Wajib Ada
Sejumlah Negara Imbau Warga Siapkan Stok Makanan, Ini 5 Pilihan yang Awet & Enak