aktivitas

Informasi Penting tentang Perawatan Bayi Baru Lahir

Melly Febrida Rabu, 27 Des 2017 - 14.03 WIB
Merawat bayi baru lahir/ Foto: thinkstock Merawat bayi baru lahir/ Foto: thinkstock
Jakarta - Menjadi orang tua itu memang perlu disiapkan dengan baik ya, Bun, biar nantinya kita nggak 'jet lag'. Maklum, biasanya kan cuma hidup berdua dengan suami, nah ketika si kecil lahir tentu banyak hal yang berubah.

Kalau sebelumnya belum pernah punya pengalaman mengurus bayi baru lahir, kegiatan ini bisa jadi punya tantangan tersendiri. Karena itu yuk kumpulkan informasi sebanyak-banyaknya, Bun. Biar nanti nggak kagok-kagok banget saat mengurus si kecil dengan tangan sendiri.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini beberapa infomasi penting yang perlu disimak calon orang tua atau orang tua baru tentang perawatan bayi baru lahir.

1. Soal Memandikan Bayi Baru Lahir

Perawatan bayi baru lahir/Perawatan bayi baru lahir/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Sebelum memandikan bayi, ada informasi yang perlu Bunda pahami soal bayi baru lahir nih. Pertama, bahwa tali pusar baru akan puput atau lepas dalam waktu 1-4 minggu setelah lahir. Kalau bayi disunat, biasanya akan membaik 1-2 minggu kemudian. Selain itu nggak perlu sering-sering mandi agar kulit bayi nggak kering.

Sebelum memandikan bayi, siapkan dulu barang-barang ini, Bun:
Lap yang lembut dan bersih
Sabun bayi yang tidak diberi wewangian dan sampo
Sikat lembut untuk merangsang kulit kepala bayi
Handuk atau selimut
Popok bersih
Pakaian bersih



Saat memandikan bayi, baiknya menggunakan air yang hangat. Taruh bayi di pangkuan kita menggunakan handuk, lalu usap mata bayi dengan lap basah. Lalu beralih ke hidung dan telinga bayi ya, Bun. Selanjutnya gunakan sedikit sabun untuk badan dan sampo untuk kepalanya, serta jangan lupa untuk membilasnya dengan lembut.

Kita perlu perhatikan lipatan di bawah lengan, di belakang telinga, di sekitar leher, dan di area genital. Setelah kita mencuci area itu, pastikan semuanya benar-benar kering. Selanjutnya kita bisa memberikan popok dan pakaian untuk bayi.

Kalau sudah siap menggunakan bak mandi, pastikan air di bak mandi tidak lebih dari 2 sampai 3 inci dalamnya ya, Bun. Gunakan salah satu tangan untuk mendukung kepala dan tangan lainnya di kaki bayi. Sambil memandikan bayi, jangan lupa kita ajak mereka bicara.

Yang nggak kalah penting, ketika memandikan bayi, jangan pernah meninggalkan bayi sendiri. Jika Bunda perlu meninggalkan kamar mandi, bungkus bayi dengan handuk dan bawalah dia bersama.

2. Sunat dan Perawatan Tali Pusar

Perawatan bayi baru lahir/Perawatan bayi baru lahir/ Foto: Thinkstock


Segera setelah disunat, ujung penis biasanya ditutup dengan kain kasa yang dilapisi dengan petroleum jelly. Lap dengan lembut bagian ujung penis menggunakan air hangat yang bersih setelah mengganti popok, lalu oleskan petroleum jelly ke ujungnya sehingga tidak menempel pada popok.

Kemerahan atau iritasi pada penis biasanya sembuh dalam beberapa hari, tapi jika kemerahan atau pembengkakan meningkat atau jika lepuh berisi nanah, mungkin terjadi infeksi. Kalau kondisinya begini, jangan tunda menghubungi dokter ya, Bun.

Perawatan tali pusar pada bayi baru lahir juga penting, Bun. Beberapa dokter menyarankan untuk mengolesi daerah tersebut dengan alkohol sampai tali pusat mengering dan lepas. BIasanya butuh waktu seminggu sampai 4 minggu sampai tali pusar benar-benar lepas.

Kalau tali pusar belum puput, jangan sampai terendam air ya. Kita perlu konsultasikan dengan dokter jika daerah pusar menjadi memerah atau jika terjadi bau atau cairan busuk.

3. Kapan Menyusui Bayi?

Perawatan bayi baru lahir/Perawatan bayi baru lahir/ Foto: Thinkstock

Kapan nih kita harus menyusui bayi? Baiknya sih bayi disusui sesuai permintaan. Jadi kapanpun bayi tampak lapar, sebaiknya segeralah kita susui. Saat lapar, bayi mungkin memberikan isyarat dengan menangis, memasukkan jari ke mulutnya, atau membuat suara seperti mengisap.

Umumnya bayi baru lahir akan minta menyusu 2-3 jam sekali. Tapi kalau belum 2-3 jam tapi bayi sudah lapar ya nggak masalah juga sih kita susuin. Atau juga saat bayi sedang tidur, nggak perlu diganggu tidurnya untuk disusui. Umumnya bayi lebih nyenyak tidur karena kenyang. Tapi, Bun, kita perlu menghubungi dokter anak kalau si kecil sepertinya tidak tertarik untuk menyusu.

Cara lain yang baik untuk mengetahui apakah si kecil perlu disusui adalah dengan memperhatikan payudara kita sendiri. Kalau terasa kencang dan penuh, cobalah untuk memberikannya pada bayi. Tapi kalau bayi masih kenyang, kita bisa memerah air susu ibu (ASI) sampai payudara kosong.



Oh iya, saat menyusui bayi jangan mudah berganti-ganti payudara ya, Bun. Usahakan menyusui sampai satu sisi payudara kosong lebih dulu sebelum berganti ke payudara lainnya. Soalnya kalau nggak sampai kosong, dikhawatirkan muncul keluhan menyusui seperti penyumbatan saluran ASI dan mastitis.

4. Menyendawakan Bayi

Perawatan bayi baru lahir/Perawatan bayi baru lahir/ Foto: ilustrasi/thinkstock


Bayi sering menelan udara saat menyusu. Nah, ini bisa membuat mereka rewel karena perutnya nggak nyaman.

Untuk itu, penting banget nih untuk menyendawakan bayi. Kalau kita menyusui langsung, bisa diupayakan menyendawakan bayi saat selesai menyusu di satu payudara. Tapi kalau bayi minum dari botol dot, bisa disendawakan setelah meminum 60-90 ml susu.

Cobalah strategi menyendawakan bayi ini, Bun:

a. Tegakkan bayi, di mana posisi kepalanya berada di bahu kita. Topang kepala dan punggung bayi sambil ditepuk lembut punggungnya dengan lembut.
b. Dudukkan bayi di pangkuan. Topang dada dan kepala bayi dengan satu tangan, lalu gunakan tangan yang lain untuk menepuk punggung bayi dengan lembut.
c. Letakkan bayi menghadap ke bawah di pangkuan. Dukung kepala bayi, dan pastikan posisinya lebih tinggi dari dadanya, dan tepuk atau gosok punggung dengan lembut.

Jika bayi tidak bersendawa setelah beberapa menit, ubah posisi bayi dan cobalah sendawakan lagi dalam beberapa menit sebelum menyusuinya lagi. Dengan menyedawakan bayi, kita bisa menghindarkan bayi dari muntah.

5. Tidur Bayi

perawatan bayi baru lahir/perawatan bayi baru lahir/ Foto: dok.HaiBunda


Sebagai orang tua baru, kita mungkin kaget mendapati bayi yang baru lahir tampaknya membutuhkan ibunya lebih dari yang kita duga. Soalnya nih, meskipun waktu tidur bayi baru lahir rata-rata 16 jam atau lebih, tapi mereka sering bangun untuk menyusu.

Di malam hari, bayi bisa saja bangun lebih sering karena lapar. Bahkan bisa jadi nih, mereka justru lebih banyak bangun di malam hari ketimbang di siang hari.

Nah, bayi umumnya akan lebih banyak tidur di malam hari setelah usianya 3 bulan. Tapi jika polanya belum terbentuk, bukan masalah juga sih, Bun. Seperti orang dewasa, bayi harus mengembangkan pola dan siklus tidur mereka sendiri, jadi jika si kecil bertambah berat badan dan tampak sehat, jangan putus asa jika ia belum bisa tidur lebih lama di malam hari.

Memang banyak bayi baru lahir cenderung lebih awas dan waspada di malam hari, dan lebih mengantuk di siang hari. Salah satu cara untuk membantu bayi nggak banyak melek di malam hari adalah dengan menggunakan lampu malam. Saat bayi terbangun di siang hari cobalah untuk membuatnya tetap terjaga sedikit lebih lama dengan berbicara dan bermain.

Penting juga untuk menidurkan bayi dengan posisi telentang untuk tidak mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak. Selain itu, penting juga untuk tidak menaruh banyak barang di tempat tidur seperti bantal, boneka, dan banyak selimut, untuk memastikan si kecil tidak tertimpa benda-benda tersebut saat tidur.

Pastikan juga untuk mengganti-ganti posisi kepala bayi saat tidur dari waktu ke waktu untuk mencegah kepala peyang atau datar ya, Bun. (vit/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi