aktivitas

Umur Masih di Bawah 5 Tahun, Perlu Nggak Anak Disekolahkan?

Melly Febrida Selasa, 17 Apr 2018 - 09.05 WIB
Umur Masih di Bawah 5 Tahun, Perlu Nggak Anak Disekolahkan?/ Foto: thinkstock Umur Masih di Bawah 5 Tahun, Perlu Nggak Anak Disekolahkan?/ Foto: thinkstock
Jakarta - Anak-anak sekarang banyak yang masih kecil, misalnya usia 2 tahun sudah sekolah. Saya sering banget tuh, Bun, melihat di daerah rumah saya pagi-pagi anak balita ini udah rapi dan kalau ditanya mau ke mana, bundanya menjawab 'sekolah'. Saya pun berpikir sebenarnya perlu nggak menyekolahkan anak yang usianya masih balita? Buang-buang waktu dan uang nggak ya?

Seorang ibu bernama Katharine Stahl berbagi cerita, Bun. Sewaktu anak pertamanya berusia 2 tahun, Katharine hanya memasukkan anaknya les renang. Nggak ada kegiatan lain kayak les musik, kelas gymnastik balita atau kelas bahasa. Selang beberapa tahun, Katharine hamil anak kedua. Saat itulah ia merasa bersalah pada anak pertamanya karena nggak bisa mengajarinya belajar bicara di masa balita.

"Sekarang anak perempuan saya berumur 7 tahun dan saudara laki-lakinya berusia 4 tahun. Pandangan saya berubah drastis tentang perlunya mendaftarkan anak-anak ke sekolah jauh sebelum mereka mengucapkan kalimat yang bisa dipahami siapa pun. Sebenarnya, saya berpikir itu pemborosan, bukan hanya uang, tetapi waktu berharga yang bisa kita nikmati dengan anak dan tidak menekankan bagaimana mereka jadi tidak seperti seorang bocah usia 18 bulan," kata Katharine.

Memang, Katharine bilang nggak masalah kalau kita memutuskan akan memasukkan anak ke sekolah tapi menunggu sampai anak cukup perkembangannya secara fisik dan mental agar benar-benar memahami dan memproses apa yang mereka lakukan.



Apalagi sebagai orang tua, kita bisa aja merasakan pengalaman tak terlupakan ketika berusaha mendorong anak mau masuk ke kelas, berkenalan dengan teman lain dan akhirnya bangga ketika anak mau bergabung dengan anak lain di kelas dan mereka happy. Menurut Katharine, sebagian besar ibu nggak memasukkan anak balitanya ke sekolah karena masih ingin menikmati waktu bersama si kecil dan berpikir untuk pelajaran dasar seperti membaca, menulis, dan berhitung bisa kok bunda ajari di rumah.

Kata Katharine, bunda yang memang belum berniat menyekolahkan balitanya nggak usah khawatir karena nggak akan terjadi apa-apa. Seperti dirinya yang memasukkan anaknya belajar berenang di usia 15 bulan, tapi baru dua kali belajar sudah mogok. Padahal Katharine sudah merogoh kocek cukup dalam buat biaya les renang si kecil.

Nah, Katharine kemudian mencoba lagi ke putranya yang berusia 4 tahun. Dan latihan kali ini lumayan berhasil, Bun. Bahkan putranya lulus ke tingkat berikutnya. Jadi Katherine merasa uang dan waktu yang disediakan untuk anaknya les nggak sia-sia.

Dari pengalamannya itu, Katharine bilang menunggu anak cukup besar untuk sekolah hasilnya bisa berbeda. Ketika dirasa anak sudah siap dan sudah agak besar, pada waktunya anak akan bisa terlibat aktif di kelas kok.

"Jadi belajar dari kesalahan saya, simpan saja uang Anda. Jangan merasa bersalah tentang itu karena kita tidak membahayakan anak kita. Anak-anak pun tidak akan pernah tahu bedanya," ujar Katharine.

Umur Masih di Bawah 5 Tahun, Perlu Nggak Anak Disekolahkan?Umur Masih di Bawah 5 Tahun, Perlu Nggak Anak Disekolahkan? /Foto: thinkstock


Cerita Katharine ini didukung juga dengan hasil penelitian, Bun. Menunda anak masuk sekolah seperti Taman Kanak-kanak itu bisa memiliki manfaat. Sebuah penelitian dari Stanford University mengatakan menahan anak untuk memulai duduk di bangku TK bisa menjadi sangat bermanfaat bagi kesehatan mentalnya di masa yang akan datang.

"Kita menemukan menunda duduk di bangku TK untuk satu tahun dapat mengurangi sifat tidak perhatian dan hiperaktivitas sebanyak 73 persen untuk anak usia 11 tahun," kata profesor Thomas Dee dari Stanford seperti dikutip di Fox News.

Studi yang dipublikasikan dalam National Bureau of Economic Research meneliti ribuan anak di Denmark dan menemukan bahwa anak yang memulai TK lebih lambat memiliki kontrol diri yang lebih baik. Dee dan timnya menyebut anak-anak yang tidak buru-buru memulai sekolah, memiliki waktu bermain yang tidak teratur dan masuk TK dengan tingkat pemikiran yang lebih

Tapi kembali lagi, menyekolahkan anak yang usianya balita tergantung keputusan masing-masing orang tua. Yang pasti, di usia balita adalah usia anak bermain sehingga kita nggak perlu memaksa anak udah belajar ini itu di usianya yang belum genap 5 tahun. Nah, kalau menurut Bunda gimana? Perlu nggak anak balita disekolahkan?

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi