aktivitas

Memantau Konten yang Diakses Anak di Gadget Juga Penting, Bun

Melly Febrida 21 Jun 2018
Ilustrasi anak main gadget/ Foto: Thinkstock Ilustrasi anak main gadget/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Anak-anak jaman now, meski masih balita sudah mengenal gadget. Kalau orang tua nggak pandai-pandai mengatur waktu anak main gadget, bisa-bisa mereka kecanduan gadget nih, Bun. Selain memperhatikan durasi anak main gadget kita juga perlu melihat apakah konten yang diakses anak aman dan sesuai umurnya.

Saya termasuk yang kewalahan saat putri kedua saya yang berusia dua tahun rewel karena iPad-nya saya simpan agar dia nggak nonton YouTube terlalu lama. Mungkin Bunda juga pernah mengalami hal serupa dengan saya? Ya, si kecil asyik banget dan lupa waktu kalau udah pegang gadget.

Bicara soal pemakaian gadget pada anak, American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan anak-anak di bawah 6 tahun main gadget maksimal satu jam. Untuk membatasi pemakaian gadget, AAP menekankan pentingnya konsistensi orang tua dalam menetapkan batasan termasuk memberlakukan waktu bebas layar di keluarga.

Nah, baru-baru ini ada penelitian yang menunjukkan orang tua perlu memperhatikan apa konten yang dilihat anak di gadget-nya selain berapa lama anak memainkan gadget-nya.



Jocelyn Brewer, psikolog yang memiliki spesialisasi dalam aktivitas digital untuk anak menyamakan diet media dengan apa yang ada di piring makan kita, Bun. Daripada kita menghitung kalori yang diibaratkan durasi main gadget, lebih baik memikirkan apa yang kita makan atau dalam hal ini konten apa yang dilihat anak.

ilustrasi anak main gadgetilustrasi anak main gadget/ Foto: Thinkstock


"Ini bukan hanya tentang apakah kita mengonsumsi 'sampah digital', tetapi juga hubungan kita dengan teknologi dan perannya dalam keluarga. Banyak orang tua memberi gadget ke anak supaya anak tenang dan merasa nyaman. Ini sama saja kita memberi anak makanan camilan demi menenangkan kondisi emosionalnya," tutur Jocelyn dikutip dari The Guardian.

Untuk anak-anak, yang paling penting menurut Jocelyn adalah apakah orang tua mendampingi mereka saat menjelajah dunia maya. Sebuah penelitian terhadap 20.000 orang tua yang diterbitkan akhir tahun lalu oleh Oxford Internet Institute dan Universitas Cardiff menyebutkan nggak ada korelasi antara membatasi penggunaan perangkat dan kesejahteraan anak-anak.

"Temuan kami menunjukkan konteks keluarga yang lebih luas. Bagaimana orang tua menetapkan aturan tentang screen time dan jika mereka aktif terlibat bersama anak menjelajahi dunia digital itu lebih baik," kata penulis utama studi Dr Andrew Pryzbylski.

Penelitian lain oleh University of Michigan pada anak umur 4-11 tahun juga menemukan masalah emosional yang terkait dengan kecanduan gadget bisa jadi prediktor durasi selama ini anak main gadget. Tim peneliti menekankan supaya orang tua selalu memperhatikan tingkah laku anak-anak.

Seperti kita tahu, kecanduan gadget bisa berdampak buruk untuk perkembangan anak dan dapat memengaruhi tidur, kesehatan, dan suasana hati anak. Jocelyn bilang kalau orang tua bisa mengira-ngira apakah sudah cukup waktu anak main gadget, itu baik. Tapi ketika kesulitan melakukannya coba lihat apakah konten yang diakses anak aman dan sesuai dengan usianya.

dr Christopher Starr, profesor ophthalmology dari Weill Cornell Medical College di New York, mengatakan bahwa sebagian masyarakat menggunakan gadget sampai sembilan jam sehari. Cara ini bisa memaksa Otot mata fokus pada jarak yang dekat dan menyebabkan mata kelelahan.

"Anda bisa bayangkan jika Anda berada di gym dan memegang latihan angkat beban, bisep akan sangat sakit sembilan jam kemudian. Hal yang sama juga berlaku untuk mata sehingga saat main gadget kita juga perlu beristirahat," kata dr Christopher, dikutip dari CBS.

(rdn/rdn)
Share yuk, Bun!
Artikel Terkait
Rekomendasi