aktivitas

Ide Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional Betawi

Asri Ediyati 22 Jun 2018
Ide Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional Betawi/ Foto: Thinkstock Ide Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional Betawi/ Foto: Thinkstock
Jakarta - Liburan anak masih panjang. Tapi, kalau anak liburan cuma di rumah aja ada kegiatan menarik yang patut dicoba anak nih, Bun. Ya, supaya anak nggak asyik dengan gadget-nya. Salah satu kegiatan menarik yang bisa dicoba adalah permainan tradisional, Bun.

Ya, apalagi banyak banget nih permainan tradisional yang bisa dicoba salah satunya dari Betawi. Seperti dirangkum HaiBunda ini dia lima permainan tradisional anak dari Betawi yang patut dicoba si kecil.

1. Nenek Gerondong

Permainan ini dimainkan secara beramai-ramai, bisa mencapai 10 orang. Dua orang menjadi nenek gerondong dan emak. Cara bermainnya, nenek gerondong yang membawa tongkat datang menghampiri anak-anak yang duduk berjajar saling memeluk pinggang di belakang emak. Lalu terjadi percakapan antara nenek gerondong dan emak.

Percakapannya kurang lebih seperti ini, Bun. "Tok tok tok..siapa? Nenek gerondong..mau apa? Minta ubi... Silakan ubinya telah masak." Sampai akhirnya anak yang berbaris di belakang emak diambil oleh nenek gerondong satu per satu. Sebisa mungkin 'ubinya' jangan sampai ditarik oleh nenek gerondong ya, he-he-he.

2. Galasin

Permainan ini dilakukan oleh sejumlah anak, dibagi dua kelompok. Tentukan mana kelompok yang main lebih dulu. Kelompok yang jaga berjajar dari depan ke belakang dan bertugas menghalangi anggota kelompok yang bermain melewati barisan pertahanan.

Siapa anggota pemain yang dikenai salah satu penjaga, maka giliran berganti. Kelompok yang bermain harus jadi penjaga. Kelompok dikatakan menang ketika salah satu anggota yang bermain berhasil melewati si penjaga pertama lagi setelah melewati penjaga terakhir.



3. Tok Kadal 2 Batu

Ide Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional BetawiIde Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional Betawi/ Foto: Instagram


Permainan ini disebut juga dengan kalawadi. Lahir karena anak-anak kaget melihat kadal hingga kadal melompat sangat jauh. Kemudian dibuatlah permainan yang menyerupai memukul kadal itu. Alat permainan berupa kayu bulat dengan panjang kurang lebih 40 cm dan penggetok sepanjang 10 cm untuk kadalnya. Sebuah lubang dengan batu bata di kanan dan kiri yang diletakkan berjajar dengan jarak kurang lebih 5 cm. Kayu yang biasa dipakai adalah kayu nangka.

Permainan dilakukan oleh dua kelompok. Setelah ketua kelompok (komandan) melakukan undian dengan suit, kelompok yang menang bisa mulai lebih dulu dan yang kalah akan menjaga. Cara mainnya adalah dengan mencongkel kadal dari lubang setinggi dan sejauh-jauhnya. Kalau tertangkap (istilahnya 'bal') oleh kelompok yang jaga, maka pemain yang memukul dianggap 'mati' dan dilanjutkan pemain kedua lalu si kelompok penjaga dapat skor.

Jika nggak tertangkap, kadal akan dilempar ke pemukul oleh kelompok yang menjaga. Kalau kena si pemukul maka dia akan 'mati' dan kelompok penjaga dapat skor. Tapi kalau nggak kena pemain kedua ganti memukul dengan kedua kelompok nggak dapat skor.

4. Pletokan

Ide Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional Betawi/ Ide Seru Isi Liburan Anak: Mencoba Permainan Tradisional Betawi/ Foto: Instagram


Pletokan adalah nama senjata mainan yang terbuat dari bambu dan pelurunya terbuat dari kertas yang dibasahkan, atau biji jambu atau kembang. Permainan ini merupakan permainan khas masyarakat Betawi. Peralatan yang dibutuhkan dalam permainan ini adalah laras bedil berbentuk pipa, tolak, dan peluru. Laras bedil dan tolak terbuat dari bambu, sedangkan peluru bisa terbuat dari kertas yang dibasahi, kembang, atau jambu air yang masih kecil.

Panjang bedil laras sekitar 30-40 cm dengan diameter 1 atau 1,5 cm. Sedangkan tolak memiliki panjang yang lebih untuk pegangan dengan panjang sekitar 10 cm. Tolak terbuat dari batangan belahan bambu yang dihaluskan. Bambu yang dipilih adalah yang kuat dan tua agar nggak cepat pecah.

Cara mainnya yaitu dengan memasukkan peluru menggunakan tolak sampai ke ujung bedil laras. Setelah itu dimasukkan peluru kedua dan ditolak dengan batang penolak.

Peluru yang kedua ini memiliki fungsi ganda. Fungsi pertama sebagai klep pompa untuk menekan peluru pertama yang akan ditembakkan. Kemudian fungsi kedua adalah menjadi peluru yang disiapkan untuk ditembakkan berikutnya.

5. Bola Gebok

Bola gebok adalah suatu permainan tradisional yang sangat populer di kalangan anak-anak di sekitar wilayah Ciracas maupun Pasar Rebo Jakarta Timur. Kata gebok bisa diartikan sebagai menimpuk. Sesuai namanya dalam permainan ini, si pemain akan melempar bolanya ke setiap pemain lainnya. Pemain yang terkena gebok mendapat giliran melempar bola, Bun. Permainan bola gebok biasa dimainkan di lapangan yang luas dengan jumlah pemain sekitar 4-5 orang berikut pula seorang wasit.

(rdn/vit)
Share yuk, Bun!
Rekomendasi