sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Astaga! Gara-gara Duit Putriku Ribut Besar dengan Istri Muda Ayahnya

Sahabat HaiBunda Rabu, 29 Jul 2020 20:41 WIB
A teenage girl in an argument with her mother and father caption
Jakarta -

Hidup di madu menjadi mimpi buruk bagi banyak wanita. Sebenarnya, hal ini sudah bisa kuterima sejak bertahun-tahun silam. Ketika suamiku memutuskan untuk menikahi wanita muda dari kampung kami, aku mencoba pasrah pada Allah SWT.

Bunda berpikir aku naif? Mungkin iya, tapi sebagai seorang wanita aku diajarkan untuk menerima nasib. Meski rasa sakit tak bisa kuelakkan. Tapi, mau tidak mau harus ikhlas suamiku punya madu.

Kondisinya, dia bekerja di luar kota yang hanya pulang sebulan sekali. Sedangkan di sana, ia butuh orang yang mengurus segala kebutuhan sehari-harinya.


Selama hidup berpoligami, rasanya pernikahan kami lumayan adem ayem. Aku tidak pernah ingin tahu lebih jauh kehidupan maduku. Begitu pula dengan dirinya, yang memilih untuk tidak cari ribut denganku.

Tapi, belakangan kedamaian itu berubah, Bunda, semenjak anak-anak kami beranjak dewasa. Terlebih putriku yang sudah besar, sering komplain dengan keberadaan istri muda ayahnya.

Aku hanya bisa diam, dan memang bukan tugasku menjelaskan hal itu kepadanya. Kubiarkan suamiku menenangkan anak gadisku. Sekali dua kali memang masih bisa diatasi, hingga puncaknya minggu lalu terjadi pertengkaran hebat di antara mereka.

A teenage girl in an argument with her mother and fatherCerita bunda istri muda suamiku/ Foto: iStock

Oh ya, Bunda, kebetulan istri muda suamiku sedang ikut ke kota kami. Semenjak pandemi Corona, suamiku memang tak banyak beraktivitas di tempatnya bekerja.

Hal itu membuatnya memboyong istri muda dan anak-anaknya untuk ikut kemari. Mereka dikontrakan rumah sendiri, demi menghargai aku.

Ternyata hal itu membuat anak gadisku merasa tidak senang dan terusik. Apalagi semenjak ia tahu ada permasalahan besar yang dibawa istri muda ayahnya. Aku tak bisa menjelaskan apa masalahnya di sini, Bunda.

Aku tak tahu awalnya seperti apa, yang kutahu anak perempuanku sudah bertengkar hebat dengan ibu tirinya di depan rumah. Teriakan demi teriakan membuatku keluar rumah untuk melerai mereka.

Malu, itu yang kurasakan pada tetangga. Namun, aku tak kuasa mencegah keduanya cek-cok. Sedangkan suamiku juga sedang tidak di rumah. Tetangga datang untuk memisahkan anak dan maduku.

Kukira, masalah itu hanya akan berlalu. Tak disangka, malah merembet kemana-mana. Beberapa hari kemudian, anakku kembali adu mulut dengan tetangga. Rupanya hal tersebut rentetan masalah dari pertengkaran dengan ibu tirinya.

Status di media sosial yang diunggah anakku dibaca oleh tetanggaku. Entah bagaimana awalnya, mereka merasa tersinggung dengan kata-kata putriku.

Mereka menuntut anakku untuk menjelaskan apa maksud ucapannya itu. Pertengkaran pun tak bisa dihindarkan lagi hari itu. Hingga polisi datang untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Malu, malu, dan malu. Aku tak mau masalah ini merembet kemana-mana lagi. Sehingga tidak sampai ke meja hijau nantinya. Aku hanya ingin berbagai cerita untuk mengurangi beban, Bunda. Semoga masalah yang sama tak menimpa Bunda yang lain ya.

(Cerita Bunda Hesti - Bekasi)

Mau berbagi cerita, Bunda? Share yuk ke kami dengan mengirimkan Cerita Bunda ke email redaksi@haibunda.com. Bunda yang ceritanya terpilih untuk ditayangkan, akan mendapat hadiah menarik dari kami.

Bunda, simak juga yuk surat cinta Ahok untuk Veronica sebelum bercerai dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]



(rap/rap)
Share yuk, Bun!

Rekomendasi