CERITA BUNDA
Suami Tega, Jarang Beri Nafkah hingga Tak Bisa Tebus Anak di RS
Sahabat HaiBunda | HaiBunda
Senin, 10 Aug 2020 19:55 WIBPernikahan yang bahagia tentu menjadi dambaan setiap wanita. Tapi, itu sepertinya cuma mimpi untukku. Saat terbangun, harapan indah tentang suami yang bertanggung jawab dan baik hati hancur seketika.
Aku adalah ibu lima anak, yang kepayahan mengurus anak-anakku sendiri. Ketangkasanku dalam bekerja pun sudah berkurang, karena kelelahan mengurus anak-anak tanpa bantuan suami.
Suamiku masih ada, aku bukan single parents. Kehadirannya hanya menjadi beban bagiku dan anak-anak. Tapi, tak bisa kupungkiri kalau aku mencintai sosok suamiku.
Ya, mungkin benar, kalau aku telah diperbudak cinta oleh suamiku. Meski banyak beban yang kurasakan selama menikah dengannya, tapi ucapan cinta selalu mampu membuatku luluh dan memafkannya kembali.
Aku menikah dengannya di usia yang sangat muda. Tentu aku tak punya pengalaman kerja saat itu. Untungnya, aku punya keterampilan menjahit untuk menghidupi anak-anak.
Sedangkan suamiku, sosok dewasa yang kuanggap mampu mengayomiku kelak. Pekerjaannya tak menjadi pertimbanganku saat itu. Jiwa muda yang bergejolak, membuatku langsung menerima lamarannya.
Tapi siapa sangka jika hal itu menjadi peyebab rumah tangga kami selalu dipenuhi drama. Selama 20 tahun menikah, kondisi keuangan yang tak stabil membuat cekcok tak bisa dihindari.
Anak pertama lahir setahun setelah kami menikah. Kehadirannya melengkapi kebahagiaan kami. Meskipun hidup masih serba kekurangan, tapi kami bahagia di masa itu. Aku tak pernah menuntut macam-macam padanya. Jangankan harta berlimpah, bisa makan ayam saja aku sudah bersyukur.
Anak kedua lahir saat kakaknya baru berusia 1,5 tahun. Menikah di usia 18 tahun membuatku tak memiliki bekal pengetahuan yang cukup soal rencana kehamilan, dan jarak yang aman untuk melahirkan.
Memiliki dua anak, membuat ekonomi keluarga kami makin payah. Pertengkaran pun mulai tak bisa dihindari. Di sini aku mulai menuntut suami, untuk mencari pekerjaan dengan penghasilan sedikit lebih layak. Sehingga urusan makan tidak harus berutang kanan-kiri.
Namun, bukannya perbaikan hidup yang kami dapatkan. Rumah tangga kami malah selalu dipenuhi dengan pertengkaran. Suamiku lama-lama akhirnya cuek jika aku mulai memarahinya. Kuping dan hatinya kebal menerima semburan omelanku. Bahkan tak jarang, ia balik marah dan kasar padaku.
Saat aku mengancam akan kembali ke rumah orang tuaku, dia kemudian melunak. Memohon-mohon dan merayu dengan kalimat manis. Berjanji akan bekerja keras untuk anak kami. Di sini, aku selalu luluh.
Hingga anak ketiga lahir dua tahun kemudian, dan menyusul anak keempat dengan jarak dua tahun saja. Jadi setelah enam tahun menikah, kami sudah memiliki 4 orang anak.
Meskipun hidup masih dalam kekurangan, tapi suami tak memperbolehkanku untuk KB. Ia beranggapan bahwa setiap anak membawa rezeki. Jadi, semakin banyak anak maka akan bertambah rezekinya.
Di tahun-tahun ini, rasanya aku sudah pasrah dengan pernikahanku. Bosan rasanya, menyuruh suami mencari pekerjaan yang layak. Aku sudah di titik putus asa menghadapi suami.
Aku pun memilih untuk diam. Toh, upahku dari menjahit masih cukup untuk menafkahi anak-anakku. Tinggal menabung sedikit recehan untuk biaya sekolah anak.
Ucapan kasar dari suami sudah jadi makanan sehari-hari. Rumah tangga pun menjadi hambar, seperti nasib meja makan kami yang hampir tak pernah disambangi lauk-pauk.
Suami pun lebih sering tidak mendapat jawaban, jika bertanya tentang masakan. Kalau sudah begitu, ia akan membeli makanan di luar untuk dirinya sendiri. Ya, setega itu suamiku pada kami.
Kalau aku panik karena beras habis, dia hanya bisa menyuruhku sabar dan berhemat. Ya Allah, hemat macam apa lagi yang harus kulakukan. Makan nasi sisa semalam pun rela kulakukan, agar anak-anaku kenyang duluan.
Hingga puncaknya saat aku kebobolan hamil anak kelima. Aku pun hanya bisa menangis, membayangkan bagaimana nanti biaya lahiran harus kudapatkan. Sedangkan jahitan pun sudah semakin berkurang.
Benar saja perkiraanku, stres berat saat hamil membuatku harus melahirkan secara prematur. Mau tak mau aku dilarikan ke rumah sakit. Sampai waktunya pulang, belum ada biaya yang kami pegang.
Suamiku? Dia pun tak bisa mengusahakan uang untuk menebus si bungsu. Anak kami harus ditahan di rumah sakit lebih lama, sampai akhirnya saudara-saudaraku patungan untuk menebus si kecil.
Berlinangan air mata dan sesak di dada mengingat masa-masa itu. Hingga aku menulis cerita ini pun rasanya masih bergetar marah. Mau berpisah pun, ada lima anak yang menjadi pertimbanganku saat itu. Doakan aku kuat menjalani pernikahan ini ya, Bunda.
Bunda, simak juga pesan bijak Lenna Tan untuk wanita yang ingin menikah muda dalam video berikut ini:
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Dijodohkan, Sifat Asli Suami Akhirnya Terbongkar dan Aku Terlihat Bahagia padahal...
Suamiku Nggak Adil! Orang Tuanya Dikasih Rumah & Mobil, Kami Malah Numpang Hidup
Gaji Suami Entah Buat Apa, Aku Sampai Minta Uang ke Ayah Sendiri
Kelakuan Suami Bikin Aku Cemburu Sampai Dicap Gila, Aku Harus Gimana?
TERPOPULER
Niat Puasa 1-10 Muharram dan Qadha Ramadhan Lengkap Arab, Latin & Artinya
Kenapa Warga yang Tinggal di Negara Miskin jadi Bekerja Lebih Lama? Ini Faktanya
Mengenal Apa Itu Aturan Parenting 5:1 untuk Anak, Bangun Kedekatan Emosional
9 Kebiasaan Bikin Seseorang Terlihat Insecure Tanpa Sadar Menurut Psikolog
Potret Gracia Indri Bareng Keluarga di Belanda, Sang Anak Dipuji Mirip Ayah Bule Semua
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Kulkas 1 Pintu Watt Rendah Hemat Energi, Bantu Pengeluaran Rumah Tangga Lebih Irit!
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Lampu LED Emergency, Cadangan saat Kena Pemadaman Listrik
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
9 Label Nama Buku Aesthetic untuk Buku Pelajaran Anak
Nadhifa FitrinaREKOMENDASI PRODUK
7 Bantal Menyusui Multifungsi Terbaik yang Bagus & Nyaman untuk Ibu & Bayi
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
9 Bumbu Masak Instan untuk Masakan Enak dan Praktis
Amira SalsabilaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cerita Ezzar Anak Sahrul Gunawan, Pernah Jual Mi Instan Rp30 Ribu Sebungkus di Pesantren Sekolah
Mengenal Apa Itu Aturan Parenting 5:1 untuk Anak, Bangun Kedekatan Emosional
Kenapa Warga yang Tinggal di Negara Miskin jadi Bekerja Lebih Lama? Ini Faktanya
Berapa IU Vitamin E yang Dibutuhkan untuk Ibu Hamil?
9 Kebiasaan Bikin Seseorang Terlihat Insecure Tanpa Sadar Menurut Psikolog
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Insertlive
Insert Story: Uya Kuya Berikan Hadiah Ultah Rumah Baru Kepada Pemulung
-
Beautynesia
5 Fakta Kepribadian Orang yang Suka Buka Banyak Tab Browser Sekaligus
-
Female Daily
Tampil Serasi, Intip Penampilan Justin Hubner dan Jennifer Coppen ketika Menikah!
-
CXO
GOT7 Rilis Album Baru, Persiapan Harus Lewat Video Call Karena Hal Ini
-
Wolipop
Mewah! LISA Pakai Kostum Berhias Swarovski di Opening Piala Dunia 2026
-
Mommies Daily
8 Warna Rambut yang Bikin Wajah Tampak Lebih Muda di Usia 40, Jangan Pilih Hitam Pekat!