CERITA BUNDA
Demi Si Kecil, Aku Rela Jadi Korban KDRT Suami dan Memilih Bertahan
Sahabat HaiBunda | HaiBunda
Senin, 26 Sep 2022 17:00 WIB#HaiBunda Aku seorang bunda yang tinggal di Yogyakarta. Kisahku ini bermula 1 tahun lalu, saat aku kena PHK akibat pandemi. Waktu itu, anakku baru berusia 1 tahun dan butuh perhatian penuh.
Suamiku, yang waktu itu pekerja baru di restoran, jadi kaget. Dia yang temperamental jadi banyak diam dan bersikap seperti 'bocah' lagi. Dia suka pergi nongkrong ke kafe sama teman-teman barunya. Usianya 32 tahun dan jauh lebih tua dari teman kerjanya yang masih usia 19 - 25 tahunan.
Dulu, penghasilanku memang besar karena jabatan supervisor. Gajiku bisa menutup biaya kontrakan, makan, jalan-jalan, dan sebagainya. Jadi, gaji suamiku bisa ditabung. Sejak aku kehilangan pekerjaan dan cuma mengandalkan gaji dia, kami berdua semakin stres.
Suami jadi sering bentak-bentak aku cuma karena hal sepele, seperti aku lupa isi air minum dingin di kulkas. Padahal, dispenser ada di sebelah kulkas dan tinggal ambil aja. Semakin lama, dia makin menjadi.
Apa pun kesalahanku, entah besar atau kecil, dia tak segan untuk membentak, bahkan di depan umum dan teman-temannya. Sampai suatu hari, anak kami yang sudah berusia 2 tahun dan sangat aktif, naik meja pendek dan main di situ. Si Kecil menari-nari sambil teriak senang di atas meja.
Aku dan anakku ditampar
Suami nggak suka karena dia baru tidur. Tanpa ku sangka, dia menampar anak perempuan kami. Otomatis, aku marah besar, aku teriak marah ke suami, dan dia malah menamparku, menghantam pahaku!
Setelah itu dia bilang, 'Kamu nggak suka aku tampar Ajeng? Jangan sampai Ajeng naik ke situ lagi. Suruh dia diam! Kalau masih gitu, aku hajar kamu!'.
Kejadian itu membuat aku down banget. Aku, yang sudah kehilangan kontak dengan teman-teman, hanya bisa berpikir sendiri. Tidak ada teman curhat membuatku jadi sangat pendiam. Aku memang orangnya introvert sekali, jadi nggak suka bergaul dengan tetangga.
Aku sampai stres sendiri, Bunda. Aku jadi pelupa berat, bahkan lupa masak air, masak sayur sampai gosong, terbakar habis semua alat masakku. Hiburanku cuma Ajeng. Sepanjang hari aku cuma mau bercanda dengan anakku.
Btw, suamiku kerja malam, jadi tidur kami terbalik. Setiap hari, aku selalu takut Ajeng nangis atau tertawa sampai membangunkan Ayahnya. Karena kalau itu terjadi, aku akan dibentak dan dihajar.
Setiap hari aku berpikir, siapa sebenarnya yang salah? Aku atau suamiku? Apakah aku salah mendidik anak kami, atau suamiku sudah tidak menyukaiku? Apakah penampilanku sudah tidak menarik untuknya? Apakah suamiku benci padaku dan Ajeng? Pikiran itu selalu menghantui setiap aku dimarahi.
Aku tak tahu kesalahanku. Kadang, aku mencuci baju dibilang tidak bersih atau masih bau. Saat Ajeng tidak menurut, suami bentak aku, 'Gimana sih kamu mendidik anak, kenapa bisa kayak gini?'. Aku hanya bisa nangis setiap kali disalahkan seperti itu.
Tak mau bercerai
Daaan... Suami paling benci melihat ku menangis. Semakin aku menangis karena sesak sekali di dada, makin kencang dia memarahiku. Ini membuatku tambah stres. Daya ingatku benar-benar sangat berkurang.
Aku menyadarinya setiap kali dimarahi. Aku jadi lupa menaruh dasi suami, padahal baru pagi dia kasih dan sore mau dia pakai lagi. Aku lupa menaruh rokoknya, padahal baru 1 jam yang lalu. Aku lupa kapan terakhir kali aku minum obat, apakah jam 1 atau jam 2.
Tapi sejauh ini, aku tak pernah terpikir untuk mengakhiri hidup. Aku nggak berani nekat, Bun! Hidup dalam ketakutan sudah jadi pilihanku. Aku hanya berharap, aku bisa terus di samping Ajeng sampai dia besar, dewasa, dan berumah tangga.
Saat itulah mungkin waktunya aku melepaskan suamiku. Karena sekarang, aku tak sampai hati kalau Ajeng jadi anak 'broken home. Aku sendiri korban cerai orang tua saat aku masih SMP. Jadi, aku tak mau Ajeng merasakan hal yang sama sepertiku.
Hal seperti ini biarlah aku yang bisa merasakan. Latar belakang aku dan suami juga berbeda. Dia berasal dari keluarga kecil yang bahagia dan berkecukupan. Sedangkan aku dari keluarga kurang mampu dan broken home.
Sehingga, cara aku mendidik dengan sangat menyayangi Ajeng pun mungkin terlihat aneh menurut suami. Dia tak pernah merasakan bagaimana saat kecil nggak punya uang saku untuk jajan sekolah. Semoga saat Ajeng sekolah nanti, aku bisa bekerja lagi. Aku hanya ingin membahagiakan anakku. Hanya itu tujuan hidupku.
Maaf ya Bun, ceritaku nggak beraturan. Pikiranku sering terbolak-balik. Sebenarnya, banyak sekali yang ingin aku ungkapkan. Tapi, aku lupa apa saja yang mau ditulis selain cerita ini.
-Bunda N, Yogyakarta-
Mau berbagi cerita juga, Bun? Yuk cerita ke kami kirimkan lewat email ceritabunda@haibunda.com. Cerita terbaik akan mendapat hadiah menarik dari HaiBunda.
Simak juga cerita eksklusif perjuangan ibunda mendidik Cinta Laura, dalam video di bawah ini:
(muf/muf)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Pisah karena Suami Selingkuh & KDRT, tapi Aku Pilih Rujuk Demi Anak-anak
Salahku Enggak Peka Lihat Sahabat jadi Korban KDRT, Nasibnya Kini...
Suami Kasar dan Pengangguran, Seenaknya Perlakukanku Kayak Pembantu
Aku Pergoki Suami Selingkuh di Rumah Mertua, Wajahku Malah Ditonjok
TERPOPULER
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
REKOMENDASI PRODUK
5 Rekomendasi Scalp Serum untuk Mengatasi Ketombe dan Rambut Rontok
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Ide Hiasan 17 Agustus 2026 Kemerdekaan yang Unik dan Menarik
Annisa KarnesyiaREKOMENDASI PRODUK
5 Wajan & Panci untuk Kompor Listrik Induksi, Awet & Anti Lengket
Amira SalsabilaREKOMENDASI PRODUK
7 Rekomendasi Susu UHT untuk Ibu Hamil
Amrikh PalupiREKOMENDASI PRODUK
7 Aksesori Anak untuk Karnaval Kemerdekaan 17 Agustus, Bikin Makin Gemas
Annisa KarnesyiaTERBARU DARI HAIBUNDA
Cara Mengenali Orang yang Kesepian Secara Mental dan Emosional dari Obrolan Sehari-hari
Bayi Usia 8 Bulan Disebut Sudah Mulai Bisa Berbohong, Normalkah?
Bayi Baru Lahir Kini Bisa Langsung Punya Akta Kelahiran, Begini Penjelasannya
LPS Financial Festival 2026 Sambangi Lampung, Yuk Tingkatkan Literasi Keuangan!
Tak Asal Bicara, Ini 7 Kalimat yang Dihindari Orang dengan EQ Tinggi
FOTO
VIDEO
DETIK NETWORK
-
Rekomendit
Review Speaker Karaoke Portable 80W: Cukup Kuat Buat Acara Outdoor?
-
Beautynesia
5 Kebiasaan Wajar Orang Introvert yang Sering Dianggap Tidak Ramah
-
Female Daily
no na Tampil Memukau di Head In The Clouds 2026, Intip Fashion Colorful Mereka
-
CXO
Turnamen Voli SBY Cup 2026 di Magelang 13-17 Mei, Ada LavAni-Samator
-
Wolipop
Foto: Pesona Nicole Rossi 'Asmara Gen Z', Ini Rahasia Cantiknya
-
Mommies Daily
Drama Hayoung yang Bisa Masuk Daftar Tontonan Mommies, Terbaru Our Sticky Love