sign up SIGN UP search


cerita-bunda

Salahku Enggak Peka Lihat Sahabat jadi Korban KDRT, Nasibnya Kini...

Sahabat HaiBunda   |   Haibunda Rabu, 18 May 2022 18:01 WIB
Ilustrasi KDRT Ilustrasi KDRT/Foto: Getty Images/iStockphoto/Jelena Stanojkovic
Jakarta -

Kalau mengingat momen itu, rasa bersalah masih ada sekali. Aku merasa bahwa harusnya saat itu aku bertindak. Paling tidak aku menjadi pundaknya untuk bercerita, atau paling tidak, untuk tempatnya menangis.

Cerita ini soal sahabatku, Bun. Sebut saja namanya Ac, kami berteman sejak duduk di bangku Sekolah Menengah. Saat kuliah, kami berpisah kampus tapi masih suka ketemuan untuk ngumpul bareng.

Kalau enggak salah di tahun kedua, Ac punya pacar. Kami diperkenalkan kepada pria yang (nampak) baik itu. Namanya sebut saja Toni. Tapi setelah itu memang kami hanya sesekali ketemuan kayak di momen Lebaran atau buka puasa bareng.


Banner 5 Tanda Melahirkan dalam Waktu DekatBanner 5 Tanda Melahirkan dalam Waktu Dekat/ Foto: HaiBunda/ Annisa Shofia

Aku lupa di tahun keberapa mereka pacaran, tapi salah satu sahabat kami pernah bilang kalau pria itu ternyata kasar. Suka mukul dan suka genit sama perempuan lain. Aku enggak berani nanya-nanya karena memang Ac terlihat happy dengan pria itu.

Tapi di tahun 2013 aku jadi lihat sendiri bagaimana hasil 'karya' Toni pada Ac. Di bagian dalam mata Ac terihat ada bercak hitam ada memar biru di kening sebelah kirinya. Kulit Ac yang putih membuat kami semua bisa melihat itu dengan jelas.

Saat itu dengan bodohnya aku bertanya,"Itu kenapa, Say? Mata lo ada bercaknya?".

Ac dengan sekilas menjawab,"Kepentok pintu."

Sudah begitu saja dan aku percaya saja. Bahkan dengan polosnya aku nawarin Ac untuk mengompres luka di dahinya dengan es dan malah ngomongin obat mata.

Setelah itu kami makan bareng dan dia pulang dijemput Toni. Di situ, Toni enggak berani masuk dan say hi pada kami. Sahabat kami yang sempat bilang bahwa Toni itu tukang pukul juga enggak keluar dari dapur. Setelah Ac pulang, barulah si sahabat ini bilang bahwa bercak dan memar tadi adalah berkat Toni.

Astaga. Bodohnya aku!

Namun, ternyata mau ada isu kekerasan seperti itu, Ac tetap menikahi pria itu, Bun. Kami sudah coba mencegahnya tapi mereka memang sudah pacaran terlalu lama. Pihak keluarga sudah mendesak.

Tahu apa yang akhirnya terjadi? Mereka menikah, punya anak, dan belum lima tahun Toni pergi meninggalkan sahabatku itu untuk perempuan lain.

Andaikan saat itu aku mencegahnya lebih keras, Bun. I wish i had done that!

(Cerita Bunda C, Jakarta)

Mau berbagi cerita kebaikan di bulan Ramadan, Bun? Yuk cerita ke kami lewat [email protected] Cerita terbaik akan mendapat THR menarik dari HaiBunda.

Simak juga video berikut mengenai bahaya psikologis KDRT menurut pakarnya. 

(ziz/ziz)
Share yuk, Bun!
Ayo sharing bersama HaiBunda Squad dan ikuti Live Chat langsung bersama pakar, Bun! Gabung sekarang di Aplikasi HaiBunda!
Rekomendasi
Bunda sedang hamil, program hamil, atau memiliki anak? Cerita ke Bubun di Aplikasi HaiBunda, yuk!